Cinta Navysah

Cinta Navysah
Bertemu pengacara


__ADS_3

Pagi hari,


Dokter Ifa sengaja cuti untuk merawat Navysah, Tadi malam dirinya pun tidak pulang kerumah. Raffa sementara dititipkan ke suster perawat agar tidak rewel. Tidak beberapa lama ibu Riyanti datang ke klinik tempat Navysah dirawat.


Assalamualaikum


Walaikumm salam


Bu Riyanti masuk ke ruangan Navysah dirawat. "Ada apa bu Navy mengundang saya kemari bu?" tanya Riyanti " Ibu sakit apa bu?. Belum sempat Navysah menjawab pertanyaan Riyanti, Ifa sudah masuk dan duduk di samping bu Riyanti.


Navysah bingung kenapa Ifa mendadak duduk tanpa ijinya." Kenapa kamu disini Ifa?" tanyanya, " Bukannya tadi pagi kamu sudah memeriksaku? " Navysah cemberut, Ifa sejak semalam kepo tentang dirinya.


Ifa bersedekap sambil menatap tajam Navysah, "Aku doktermu, suka-suka akulah mau keluar masuk ruangan ini!, Sekarang Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tanggamu. Aku tahu istri pak Rizal seorang pengacara, kamu pasti ada masalah dengan suamimu Navysah hingga kamu keluar masuk periksa kandunganmu. Ingat!, kamu hamil muda rentan keguguran. Aku tidak mau itu terjadi Navysah, jika kamu sayang calon anakmu coba ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi. Calon ibu itu, harus sehat secara fisik dan mental"ucapnya.


"Lihat dirimu!, baru hamil delapan minggu aja udah keluar masuk rumah sakit, kamu itu terlihat kurus dan tua.Aku tahu kamu ada masalah, cepat ceritakan agar Aku bisa mengontrol kesehatan mentalmu! " ucapnya ketus.


"Siapa yang tua!" Navysah tidak terima disebut tua. " Kamulah!" jawab Ifa.


Navysah cemberut dengan ucapan Ifa, dirinya merasa kesal.

__ADS_1


Bu Riyanti tersenyum melihat dua orang wanita yang sedang berada mulut." Betul bu Navysah, kamu harus menjaga kesehatan fisik dan mentalmu. Aku sudah mendengar dari suamiku bahwa ibu Navysah hamil.Alhamdulillah, saya ikut senang"


Navysah mulai berkaca-kaca, dirinya bingung harus memulai dari mana.Mau tidak mau Navysah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangganya dan tentang dirinya bertengkar gara-gara Shafiq memeluknya.


" Aku tidak tahu bu mana yang benar. Suamiku pergi dengannya. Dia selalu membohongiku, dia lebih memilih pergi dengannya padahal Aku sudah bilang jangan berhubungan dengan mantannya. Dia bilang mencintaiku. Tapi aku mendengarnya sendiri di kantor, dia masih mencintai mantannya"ucap Navysah tersedu-sedu sembari menutup matanya " Aku ingin bercerai dengannya, Dia selingkuh dibelakangku bu. Dia kasar, jika sudah cemburu amarahnya terkadang tidak bisa terkontrol. Dia mendorongku hingga aku jatuh ke siku meja, perutku sakit "


Ifa geram dengan penuturan Navysah "Jadi gara-gara kemarin siang kamu dipeluk Shafiq, kalian bertengkar juga" tanya Ifa. Navysah menganggukan kepala. " Ya ampun! Davian benar-benar gila, cemburu buta!" Ifa menggelengkan kepalanya. Navysah pun menceritakan tidak hanya itu saja, tentang Davian yang selalu menyebut Shafiq dengan dokter jelek dan kenapa Navysah selalu menghindari Shafiq agar tidak ada kesalah pahaman.


" Pantas saja, kamu selalu menghindar jika Shafiq datang kerumahmu, padahal Shafiq selalu menganggap dirimu kakaknya"ucap Ifa.


Bu Riyanti bertanya kembali apa benar Navysah ingin bercerai dengan suaminya dan Navysah tetap kekeh dengan keputusannya. "Bu Navy, tolong jawab jujur pertanyaanku. Apa anda masih mencintai pak Davian?" tanyanya.


"Jika pak Davian memang benar-benar tidak selingkuh dan berjanji tidak kasar lagi apa ibu mau menerimanya kembali?" tanya bu Riyanti.


Navysah bingung dengan pertanyaan bu Riyanti. "Aku.. A..ku.. tidak tahu bu!" ucapnya sembari menutup matanya.


Navysah memberikan beberapa kelengkapan dokumen pengajuan gugatan cerai kepada Bu Riyanti. "Semuanya Aku serahkan ke bu Riyanti" ucapnya.Bu Riyanti menerima berkas dokumen dari Navysah dan mengeceknya.


"Navysah berikan Aku handphonemu sekarang? " pinta Ifa. Navysah mengenyitkan dahinya " Buat Apa fa" tanyanya.

__ADS_1


"Aku akan menyita handphonemu sementara, kamu akan aku beri handphone lainnya. Aku hanya ingin kamu fokus dengan kehamilanmu tanpa ada gangguan. Aku ingin kamu sehat tanpa ada beban pikiran. Jangan pernah memakai sosmed ataupun lainnya untuk sementara ini.Urusan netizen dan kabar yang beredar tentangmu, Aku dan Shafiq yang akan membereskan semua. Jika Davian benar - benar mencintaimu, Dia akan mencarimu.Cepat berikan aku handphonemu" Ifa menyodorkan tangannya.


Navysah berfikir apa yang diucapkan Ifa memang benar. Dirinya saat ini harus sehat dan fokus dengan kehamilannya. "Baiklah!, beri Aku waktu satu jam. Aku akan mentransfer semua gaji karyawan dan menelepon asistenku. Setelah itu kau boleh mengambil handphoneku" ucapnya.


Bu Riyanti pamit pulang, sedangkan Ifa mengikutinya dari belakang. " Bu Riyanti, bisa kita bicara?" pinta Ifa.


Mereka mengobrol di Cafe depan klinik, mereka berbicara banyak hal. Dan bu Riyanti menyetujui permintaan Ifa. " Terima kasih bu atas bantuannya, saya berharap mereka bisa bersama kembali" ucap Ifa. " Iya bu, saya juga berharap seperti itu, nanti saya coba mencari kebenarannya" ucap bu Riyanti. Setelah berjabat tangan, Bu Riyanti pulang ke rumahnya.


"Kita lihat saja Davian, apa kau benar mencintai istrimu!" ucap Ifa menyeringai. Ifa menelepon Shafiq untuk bertemu nanti sore, dan diujung telepon mengiyakan permintaan Ifa.


Ifa masuk kembali dan meminta handphone Navysah, dirinya menonaktifkan handphone Navysah. Dan memberinya handphone jadul. Navysah bengong melihat handphone yang diberikan Ifa. " Ifa!, yang benar saja. Kenapa kau beri aku handphone seperti ini!" protesnya. "Kau beri aku handphone atau remot AC" ucapnya.


"Itu handphonemu sekarang, Aku sengaja memberimu handphone remot AC, tidak ada akses Internet untukmu. Sudahlah!, kau jangan banyak protes. Semua ini untuk kebaikan untukmu dan calon anakmu. Serahkan semuanya padaku dan Shafiq"ucapnya.


" Wah!!, Ifa kau benar-benar seperti ibu tiri bagiku. Kejam sekali!! bagaimana jika Raffa rewel dan meminta bermain handphone?" tanyanya.


"Raffa urusanku, jika dia meminta handphone biar aku yang menemaninya atau suster. Jadi kau tidak usah khawatir"ucap Ifa. Navysah hanya menggelengkan kepala." Jika aku bosan bagaimana,aku kan butuh hiburan, sedangkan disini tidak ada televisi? "tanyanya." Kamu kan tahu, aku tidak betah berdiam diri"


"Ifa bersedekap dan menatap tajam Navysah." Jangan banyak alasan, kau harus bedrest. Jika kau bosen dan butuh hiburan kau bisa bermain permainan ular di handphone itu "ucapnya. Navysah langsung membuka handphone jadulnya." Yaelah!, permainan kayak gini, kasih makan ular. Mana permainan cuma satu lagi" protesnya.

__ADS_1


"Ingat, bedrest jangan pecicilan!, kalau kau lapar, tinggal telepon suster Fifi di handphonemu" ucap Ifa sembari pergi dari ruangan Navysah.


__ADS_2