Cinta Navysah

Cinta Navysah
Imelda VS Feri


__ADS_3

Di Jakarta,


Navysah dan Davian pulang ke rumah pada malam Hari.Sesampainya di ruang tamu Navysah dan Davian terkejut melihat Imelda di rumah mereka. "Aku tidak menyangka Imelda mau datang kesini" ucap Davian dalam hati.


"Alhamdulillah Ya allah, mbak Imel luluh dengan Raffa.Dia mau datang ke rumah ini" gumam Navy dalam hati juga.


"Sudah pulang, Mana oleh-oleh untukku" pinta Imelda secara langsung.


Davian menggelengkan kepala melihat tingkah kakaknya "Tanyain kek gimana kabarnya dulu, belum apa-apa udah minta jatah preman!, Dasar Mak Lampir!" ketus Davian menuju ke lantai dua rumahnya.


Imelda berdecak kesal "Hei!!, Dasar Davian kurang ajar udah dijagain anaknya masih aja menghina diriku!" seru Imelda.


"Maafin mas Davi mba, dia hanya bercanda. Oleh-oleh nya sudah aku siapin buat mba" ucap Navysah tersenyum.


"Aku tidak mau oleh-oleh barang, aku maunya ponakan! " seru nya, berjalan masuk ke dalam kamar.


Navysah melongo mendengar ucapan Imelda, "Gak kakaknya, gak Davian, gak mamanya selalu bikin aku kesal, selalu itu yang dibahas. Bikin beban pikiran aku aja" gerutu Navysah.


Navysah naik ke lantai dua menuju kamar Raffa." Kok, Raffa nggak ada" Navysah membuka setiap ruangan kamar Raffa. "Jangan - jangan Raffa tidur dengan mbak Imel dibawah" Navysah kembali turun ke lantai satu menuju kamar tamu yang ditempati Imelda. Benar saja, Raffa sudah tidur dengan nyenyak dan dipeluk Imelda.


"Kenapa kamu disini?, pergilah ke kamarmu biar Raffa tidur denganku" ucap Imelda. Navysah tetap kekeh berada di ranjang, dia tidak mau bangkit. " Aku kangen Raffa mba, biarkan aku tidur disini" ujar Navysah sembari menciumi wajah anaknya.


"Terserah" ketus Imelda memejamkan matanya kembali.


"Mbak?" sapa Navysah.


"Mmm" balas nya dengan mata tertutup.


"Terima kasih banyak sudah menjaga anakku" ucap Navysah.


"Sudahlah, sebaiknya kamu tidur saja. Toh, aku senang menjaga Raffa yang ceriwis" ucap nya sembari memeluk Raffa.


Mereka terlelap di dalam tidurnya.

__ADS_1


Davian yang mencari Raffa pun bingung kenapa istri dan anak tidak terlihat. Dia mencari istri dan anak nya ke lantai satu.Dia pun menuju kamar tamu yang dipakai Imelda. Terlihat Navysah dan Imelda memeluk Raffa bersama.


"Yah,Aku tidur sendirian deh!, Davian berdecak kesal dan keluar kamar Imelda. Dirinya masuk ke kamar, berbaring di ranjangnya menatap keatas langit-langit rumahnya.


Memikirkan apa yang diucapkan Veronica tadi pagi," Apa benar apa yang dikatakan Vero, Apa kamu tidak bahagia Nas?" lirih nya. "Aku disini sudah bahagia dengan pernikahanku,Kuharap kamu juga bahagia, karena kamu wanita yang baik" sambungnya lagi.


***


Pagi hari di rumah Davian,


Semua anggota keluarga kumpul di meja makan,Navysah sibuk menyiapkan bekal untuk makan siang Davian.


"Alhamdulillah kelar" ucap Navysah sembari membungkus bekal makanan.


Navysah duduk disamping Davian, Imelda di sisi Raffa.


Mereka berdoa sebelum makan setelah itu, mereka mulai menikmati sarapan paginya.Suasana terasa kaku, senyap,tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali.Davian pun enggan bicara, karena dia tahu bicara dengan Imelda sama saja perang urat yang akan membuat dirinya badmood di pagi hari.


"Kemarin Raffa nakal bikin mami Imel nangis, Mami Imel juga bentak Raffa mah? jawabnya polos sembari mengunyah makanan.


Davian melirik tajam ke arah kakaknya, berani-beraninya dia membentak anaknya,Davian merasa tidak terima.


" Ada yang ingin kau jelaskan mbak?" tegas Davian dengan mata yang tajam.


"Mas" Navysah mengelus punggung Davian untuk meredakan amarahnya.


"Kenapa kau bentak anakku!, Kalau kau bentak diriku aku masih bisa terima.Jelaskan padaku!?" suara Davian sedikit meninggi, namun Imelda masih diam membisu.


"Tittt... Tittt..."Suara klakson dari depan rumah. Feri datang ke rumah Davian.


" Assalamualaikum "


" Walaikumm salam "

__ADS_1


Feri masuk dan duduk di sisi Raffa," Hai tampan, maem nya sampe belepotan gini" Feri mengelap bibir Raffa.


"Papih, Ayo makan sama Raffa?" ajaknya.


Davian menatap tajam ke arah Feri. "Kayaknya aku salah tempat ini, kok perasaanku tidak enak" gumam feri dalam hati.


"Raffa, panggilnya um Feri aja bukan papi?" tegas Davian.


"Dasar pelit!, anaknya panggil aku papi aja enggak boleh!" gerutu Feri cemberut.


"Kalo dia panggil kamu papi, terus panggil Imelda mami nanti orang kira kalian suami istri? Davian menunjuk Feri dan Imelda secara bergantian.


Navysah hanya tersenyum," Dasar Davian, belum tahu aja kamu.Si mesum itu cinta sama kakakmu yang judes" gumam Navysah dalam hati.


"Tidak mungkin orang berfikir seperti itu, masa aku menikah dengan brondong t*ngik ini?" ketus Imelda melirik Feri.


Feri tidak terima dihina Imelda,"Akupun tidak mungkin menikah dengan wanita tua!" balas nya, "Perlu kalian tahu mantanku itu cantik - cantik masih muda. Ibarat bunga itu lagi mekar-mekarnya bukan bunga yang sedikit layu!" Sindir Feri melirik Imelda.


"Maksudmu apa bunga setengah layu?" ketus Imelda.


"Pikir aja sendiri!. Kalau gak merasa, gak usah marah" ujarnya santai dengan mengunyah roti.


Imelda tidak terima karena dia tahu siapa yang dimaksud bunga setengah layu,dia bangkit dari duduknya dan menjambak Feri.


"Aduhhh.. !!, kamu apa-apaan sih mba!, Sakit tahu!! teriak Feri kesakitan.


"Berani - beraninya kamu menghina diriku!!, dari kemarin kamu bikin aku kesal terus ya Fer!!" Imelda menjambak rambut Feri dengan keras.


"Selama ini aku sabar karena kamu sahabat dari adikku,kali ini nggak bakalan aku lepaskan!!" seru Imelda.


Davian tidak membantu Feri sama sekali, baginya ini pertunjukan yang lucu di pagi hari. "Biasanya aku yang selalu adu urat dan jadi sasaran Imelda, sekarang ada korban selanjutnya" gumam Davian dalam hati dan tersenyum penuh kemenangan.


Navysah membawa Raffa pergi dari ruang makan. Dia tidak ingin anaknya melihat drama pertikaian orang dewasa.

__ADS_1


__ADS_2