
Kamu berani sekali Mas buka handphone aku!?"ketus Navysah.
" Kalau aku buka handphonemu emang boleh? "tanya Navysah.Davian tidak menjawab pertanyaan Navysah, dirinya bingung.Baginya handphone sangat penting dan pribadi untuknya, tidak ada yang boleh menyentuhnya.
" Gak bisa jawab kan? "ujar Navysah dengan tegas."Handphone mu itu lebih penting daripada aku" sambungnya lagi.
" Aku kan bertanya duluan, kenapa kamu tanya balik!" ketus Davian mengalihkan pertanyaan Navysah.
Navysah menghela nafas kasarnya."Itu jum'at berkah" ucap Navysah.
Davian masih tidak mengerti jawaban dari Navysah. " Maksudnya gimana Nav?" ujarnya.
__ADS_1
Dulu aku dan mas Raihan menikah memulai semuanya dari nol. Setiap mas Raihan gajian kami selalu menyisihkan uang untuk orang tua, biaya bulanan dan sedekah.Uangnya aku sisihkan ke masjid,dan setiap jumat aku beli nasi bungkus hanya sepuluh dan kubagikan ke orang pinggiran.Kami tidak menyangka rejeki kami bertambah banyak bukanya malah berkurang. Kau tahu mas, dulu aku dan mas Raihan hanya punya sisa uang seratus ribu di ATM, dulu ibu mas Raihan selalu minta uang.Sedangkan uang kerjaku juga habis buat biaya hidup.Rejeki dari mana saja, ada aja yang ngasih kami makanan dan ngasih Raffa uang jajan. Tetangga kami begitu baik.Usahaku mulai berkembang, banyak orderan hingga aku mempekerjakan dua orang karyawan. Dari situ aku dapat penghasilan lebih, Mas Raihan pun naik jabatan. Aku percaya, Allah selalu sayang pada kami.Dari rejeki yang kami dapatkan saat itu, Aku menambah lagi sedikit demi sedikit sedekah ke masjid.Dan uang yang aku transfer ke Maya setiap minggu,itu uang catering yang aku pesan. Tiap jumat aku memesan nasi box padanya, dia yang mengatur dan mengirimkan semuanya pada orang yang membutuhkan. Terkadang roti box yang dia bikin untuk menambah variasi, jadi setiap jumat dia membagikan roti di masjid setelah selesai sholat jumat.
Dulu saat Mas Raihan masih hidup dia ingin Raffa jadi anak yang sholeh. Dia selalu menyetel murotal qur'an setiap hari berharap agar Raffa terbiasa mendengarkan ayat suci alquran dan bisa hafal alquran dan dia yang mengajarkan bagaimana kita harus berbagi. Kamu tahu, kenapa saat aku di pasar aku memberikan uang pada bapak tua itu? Karena aku pernah merasakan apa yang dia rasakan, saat Raffa sakit kami tidak punya uang sama sekali. Bingung mau kemana, sedangkan disini aku tidak punya keluarga. Untungnya, ada Maya yang memberikan kami uang. Itu yang selalu aku ingat, ada orang-orang yang selalu menemani kita saat kita susah.Sejak kecil aku pun pernah mengalami masa tersulit, Mama yang single parent harus bekerja keras demi anak - anak nya agar bisa makan.Dirinya meninggalkan semuanya dan memulai dari nol.Baginya lebih baik sendiri daripada harus dimadu,dan Ayah saat itu selingkuh juga KDRT. Bisa pulang ke Tanah Jawa adalah kebahagiaan bagi mama dengan membawa kami harta satu-satunya. Dulu, ayah meminta diriku untuk tinggal bersamanya, sedangkan mbak Naysila sering sakit sakitan, Ayah tidak memilihnya. Mama selalu berjuang memperebutkan hak asuh kami" Navysah menangis dan menutup mata mengingat semua kenangan pahit di masa lalu.
" Kamu tahu mas,Kami pernah puasa Senin Kamis karena kami tidak punya uang, Akupun dan mba Nay harus sekolah naik sepeda. Semuanya terasa sangat sulit saat itu. Jika mbak Nay, tidak mengakui ayah dan tidak memaafkanya itu hal yang wajar karena kami tidak pernah merasakan kasih sayang nya,Semua kasih sayang yang aku dapatkan hanya dari mas Raihan, dirinya satu-satunya pria yang aku cintai.Begitupun dengan mbak Nay, suaminya sangat sayang padanya.Dulu aku berniat tidak ingin menikah, melihat rumah tangga Mama yang begitu hancur. Tapi mas Raihan selalu meyakinkanku" Navysah menangis terisak.
"Mama orang yang sabar, dia tidak pernah menyuruh kami membenci ayah.Tapi hati kami tidak bisa bohong, karena kami tidak pernah merasakan kasih sayang ayah jadi kami biasa-biasa aja seperti orang lain, justru dengan bapak kami sayang padanya walaupun dia bapak tiri tapi dia bertanggung jawab dan sayang pada kami.Dia tidak pernah membedakan kami dan Febri anak kandungnya.
"Walaupun dulu kami susah untuk makan, mama selalu bilang berbagilah dengan yang lain.Tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah.Insya allah rejeki dari mana saja. Itu yang selalu mama ucapkan padaku, dan aku percaya itu.
Aku memang tidak berpendidikan tinggi tapi setidaknya aku tidak membuat mama bersedih. Bagi aku dan mbak Nay, menjadi anak yang baik adalah tujuan hidup kami. Setidaknya itu yang bisa kami berikan dan kami banggakan untuk mama. Dia yang rela mengorbankan semuanya untuk memilih kami. Penghinaan sebagai janda dan cap buruk pada mama di masa lalu.Kau tahu,mereka tidak tahu perjuangan mama demi kami. Berangkat pagi, pulang malam hanya untuk bertahan hidup, mencari sesuap nasi dan biaya pendidikan untuk kami.Sedih rasanya mengingat hal itu" Navysah menangis merasakan sesak di dadanya.
__ADS_1
Lambat laun usaha Mama berkembang, aku dan mbak Nay bisa sekolah dengan tenang tanpa memikirkan biaya sekolah, aku sangat bersyukur walaupun hanya lulusan SMA. Mama tidak pernah meminta apa-apa pada kami,baginya yang terpenting punya anak yang baik dan bisa menjaga kehormatan sebagai wanita. Dirinya tidak punya harta untuk di banggakan,cuma kami yang dia punya. Makanya, kalau aku mau berbuat buruk aku akan berfikir seratus kali karena aku selalu mengingat mama.
Dari pengalaman hidup inilah, aku dan mas Raihan selalu berusaha bahwa sesulit apapun kita harus berbagi. Jangan pernah takut miskin, karena dengan bersedekah justru akan menambah rejeki kita. Punya sahabat yang baik adalah anugerah, saling mengingatkan dikala salah dan saling memberi disaat susah. Makanya mas, aku sering bilang padamu. Aku siap kapan saja kau ceraikan, aku tidak ingin dimadu. Bagiku, tidak ada kata maaf untuk peselingkuh dan tidak ada kesempatan kedua baginya!"tegas Navysah.
Davian ikut menangis mendengar cerita hidup istrinya, dia tidak menyangka bahwa istrinya punya pengalaman hidup yang pahit." Aku tidak bisa berjanji padamu, setidaknya aku selalu berusaha menjadi suami yang terbaik, sekarang aku mengerti kenapa mamamu memintaku agar selalu membahagiakanmu" ujar Davian sembari memeluk erat istrinya.
"Memang mama bilang apa padamu saat kamu meminta ijin menikah denganku?" tanya Navysah penasaran.
"Dia hanya bilang, kamu sudah banyak menderita. Dia ingin aku menjagamu dan menyayangimu" Davian mencium pipi istrinya. "Ayo kita tidur" ucapnya kembali.
***
__ADS_1
Kok Aku yang bikin cerita tapi aku yang nangis di Bab ini.. ðŸ˜
Jangan lupa like, Vote and comment ya gaes. Matursuwun...