Cinta Navysah

Cinta Navysah
Kamu Dimana?


__ADS_3

Shafiq menemui Davian di Cafe." Sorry lama, gue banyak pasien" ucapnya tanpa dosa. Davian memutar bola matanya dengan malas. Mereka saling duduk berhadapan. "Dav, loe kok sendirian. Navysah mana?" tanyanya pura-pura.


Davian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dirinya sudah tidak tahu kemana lagi dirinya akan mencari istrinya. "Shafiq, Navysah pergi dari rumah. Apa kamu tidak tahu dia pergi kemana?, Atau ada teman yang dekat dengannya?, Apa dia tidak menghubungimu?" tanyanya bertubi-tubi.


Shafiq menutup mulutnya, seolah tidak percaya dengan ucapan Davian. "Bagaimana bisa Navysah pergi dari rumah?, apa kalian bertengkar?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Davian.


"Shafiq please!, jawab pertanyaan gue dulu" Davian sedikit kesal dengan Shafiq. "Gue memang ketemu Navysah terakhir saat traumaku kambuh,dia menolongku.Maaf,Aku memeluk istrimu tapi itu tidak sengaja. Dan sekarang aku tidak tahu dia dimana" ucapnya.


"Aku tidak suka kamu memeluk istriku!" Davian meninggikan suaranya. Kamil berdehem "Ehem..ehem..." Dirinya mengingatkankan Davian agar tidak emosi.Kamil menajamkan matanya ke arah Davian.


Shafiq tersenyum melihat dua orang yang sedang saling menatap "Davian, seharusnya kamu percaya dengan istrimu. Navysah bukan seorang wanita yang suka merayu lelaki,dia sangat setia padamu. Jadi, kamu tidak usah cemburu kepadaku" Ucapnya.


"Tapi Aku selalu kesal istriku dekat denganmu!, Apalagi Kinan selalu memanggilnya mama" ucapnya.


"Jadi kamu cemburu padaku" Shafiq tertawa keras. "Kamu itu lucu, istrimu tidak pernah menaruh perasaan padaku. Dia selalu menganggap diriku keluarganya.Dan Kinan hanyalah anak kecil yang mendapatkan kasih sayang dari Navysah, hanya itu tidak lebih.Aku minta maaf atas kejadian kemarin.Aku akan membereskanya"


"Jadi kamu punya info tidak dia dimana? Aku butuh bantuanmu" seru Davian.


"Aku tidak tahu dia dimana, kau kira aku baby sitternya" ketus Shafiq.


"Yang Aku tahu dia selalu berkunjung ke dokter Ifa. Dia yang menangani kehamilan istrimu" ucapnya.


Davian tidak percaya Shafiq tahu istrinya hamil. " Jadi kamu tahu Navysah hamil" ucap Davian.


"Tahulah" jawabnya santai. "Aku yang mengantarkan dia ke ruangan dokter Ifa, dia mengira Aku suaminya.Aku bahkan melihat foto USG calon anakmu" ucap Shafiq, dirinya sengaja membuat hati Davian panas. "Memangnya kamu baru tahu kalau Navysah hamil " sindir Shafiq. " Jika aku yang menemukan Navysah terlebih dahulu,Aku akan menikahinya. Bagaimana?, Aku akan merebutmya darimu, dia wanita baik sudah sepantasnya dia bahagia " Shafiq menatap tajam kearah Davian.

__ADS_1


Davian geram dengan perkataan Shafiq, dirinya tidak terima Istrinya akan direbut,dirinya mencengkram kerah baju Shafiq " Jangan berani merebut istriku, sampai mati pun Aku tidak akan melepaskan dirinya"


Kamil melepaskan tangan Davian, dirinya menarik Davian untuk menjauh dari Cafe. Kamil menghampiri Shafiq "Saya, sebagai temannya meminta maaf atas kesalahannya. Tolong bantu kami, apa ada teman Navysah yang bisa kami hubungi?" tanya Kamil. Shafiq memberi tahu bahwa Navysah sering berkunjung ke dokter kandungan, dokter Ifa yang menangganinya.


" Baiklah dokter, saya permisi dulu. Ini kartu nama saya, jika ada kabar tentang Navysah mohon kabari kami" Kamil pergi menghampiri Davian yang duduk termenung di bangku pengunjung.


Shafiq melihat Davian dari jauh, dirinya menelepon Ifa bahwa Davian baru saja menemuinya. "Sekarang giliranmu sayang " ucapnya tertawa. Ifa terkekeh dan menutup teleponnya.


Kamil gemas dengan kelakuan temannya. "Sudah kubilang jaga emosimu Davian, kita harus mendapat info untuk menemukan Navysah"ucap Kamil sembari berjalan menuju ruangan dokter Ifa.


"Aku tidak terima mil, dia ingin merebut Navysah dariku!" seru Davian frustrasi. "Davian please!, tolong turutin semua perkataanku, kalau kamu gini terus Navysah tidak akan ketemu. Ayo kita ke dokter Ifa. Kita tanyakan tentang Navysah padanya".


Mereka berjalan menuju dokter kandungan, saat ini pengunjung tidak terlalu banyak. Kamil meminta ijin ke perawat untuk bertemu dokter Ifa dan perawat mengiyakan permintaanya.


Assalamualaikum


Davian dan Kamil masuk dan duduk di depan dokter Ifa. "Ada apa ini?, kenapa pasienku kali ini lelaki semua" ucapnya dengan datar.


"Begini dokter saya suami Navysah, anda masih ingat saya?" tanya Davian.


"Tidak!" potong Ifa cepat.


Davian mencoba untuk bersabar, "Dokter saya suami Navysah dan Ayahnya Raffa, temannya Kinan. Saya ingin bertanya tentang istri saya, Apa benar istri saya berkunjung kesini?, Apa dokter tahu dia dimana? Atau dia pernah menghubungi anda dok" tanya Davian.


Dokter Ifa bersedekap dada, dirinya menatap tajam kearah Davian, "Oh jadi ini suami Navysah yang selalu sibuk kerja, kerja, kerja tanpa memperhatikan kesehatan istrinya" ketus Ifa.

__ADS_1


"Saya memang dokter yang menangani istri anda. Apa anda tahu, Navysah hampir keguguran karena kelelahan. Kandungan dia lemah, dia sering bolak - balik berkunjung kesini dan dirinya selalu sendirian hingga saya miris melihatnya, dia seperti tidak mempunyai suami" ucap Ifa dengan suara meninggi.


Davian menundukkan kepalanya"Maaf dokter, saya tidak tahu dia hamil"


Ifa menggelengkan kepalanya "Pak Davian dia hampir kehilangan anak-anaknya jika tidak segera ditangani, kandunganya sangat lemah dan tekanan darahnya turun saat itu " ketus Ifa. Davian bingung dengan perkataan dokter Ifa "Anak - anak! " ucap Davian.


"Jangan bilang anda juga tidak tahu bahwa Navysah hamil anak kembar!" ucap dokter Ifa. "Anda itu suami macam apa, tidak perhatian dengan istrinya sama sekali! "


Deg!,


Hati Davian terasa sakit dengan sindiran dokter Ifa. Dirinya mengusap wajahnya, rasa amat malu hinggap didirinya.


Kamil menutup wajahnya "Ya allah, ingin rasanya Aku mencekikmu Davian" gumamnya dalam hati.


Mata Davian berkaca-kaca "Dokter benarkah Aku akan memiliki anak kembar?, Aku sangat bahagia dokter" ucapnya.


"Benar, dia hamil anak kembar sudah delapan minggu" ucap dokter Ifa.


Davian menangis mendengar penuturan dokter Ifa "Kamil, kau dengar. Navysah hamil anakku, dia hamil anak kembar mil. Aku sangat bahagia, Aku ingin segera menemukan Navysah.Aku sangat bersalah padanya, Aku mencintainya mil,bantu aku menemukannya mil" Davian meracau tidak jelas.


Kamil meminta nomer handphone dokter Ifa, dirinya meminta Ifa mengabari jika Navysah menghubunginya. Kamil menarik tangan Davian dan pamit dengan dokter Ifa. Davian masih dengan tatapan kosong, dirinya bingung mencari istrinya kemana lagi.


Kamil melajukan mobilnya kerumah Davian, dirinya mengantar temannya pulang untuk beristirahat."Sebaiknya kamu istirahat,besok Aku jemput kamu lagi Dav. Kita cari Navysah bersama - sama" ucap Kamil.


Davian terlihat sangat kacau,dirinya berbaring di ranjangnya. Menyentuh sisi ranjang yang kosong " Kamu dimana sayang? Aku merindukanmu dan Raffa. Maafkan segala kesalahanku, aku sungguh menyesal Navysah" lirihnya sembari meneteskan airmatanya.

__ADS_1


Davian ingat perkataan dokter Ifa, kalau Navysah hamil anak kembar.Dirinya penasaran ingin mengetahui kebenarannya. Davian mencoba mencari hasil pemeriksaan Navysah. Dirinya mencari di laci,dan lemari istrinya. Davian menemukan tas yang sering Navysah bawa. Dirinya membuka tas dan menemukan kantong plastik, terlihat dua garis di tespek. Dirinya menemukan foto USG kandungan Navysah. "Ini foto calon anak-anakku" Davian menciumi foto sembari menangis. "Maafkan Ayah Nak!, ayah bersalah pada kalian" Davian terduduk lemas di lantai. Dirinya merebahkan tubuhnya di lantai dan tertidur memeluk foto calon anaknya.


__ADS_2