Gadis Berdaster Milik CEO

Gadis Berdaster Milik CEO
Baby room


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu semenjak dua keluarga besar itu berkumpul. Arow sudah mulai menjalankan perusahaan Bright corp. Alex semakin banyak meluangkan waktu untuk istrinya. karena dalam hitungan hari junior sudah akan launching.


Seperti pagi ini, Alex sudah lebih dulu bangun dan menyiapkan sarapan istimewa untuk istri kesayangannya. Seporsi nasi goreng buatannya. Jangan harapkan rasa enak dari nasi yang berwarna pekat itu. Hanya Arie seorang yang bisa mentolerir rasa aneh dari masakan suaminya.


Setelah selesai memasak dan membuat dapurnya berantakan. Alex membawa hasil karyanya itu kedalam kamar. Dengan perlahan Alex membuka pintu kamar, sebisa mungkin ia tidak ingin menganggu tidur sang permaisuri.


Dengan langkah sangat pelan ia melangkah mendekati ranjang. Alex meletakkan nasi goreng buatannya di atas nakas.


"Sayang," bisik Alex dengan lembut di telinga Arie.


Niatnya untuk tidak membangunkan istrinya berubah. Posisi tidur Arie yang begitu menggoda membuat kejantanan Alex meronta. Arie tidur dengan posisi miring, gaun tidur berbahan satin yang ia pakai tersingkap sampai pahanya. Belahan dada yang rendah membuat melon kenyal milik istrinya menyembul keluar. Alex sampai harus mengusap air liurnya yang menetes.


Alex bersimpuh di hadapan Arie, mensejajarkan diri dengan posisi sang istri. Dengan segala ia meniup telinga Arie lalu mengulumnya. Merasa tidak ada respon, Alex dengan nakal mulai me*umat bibir sang istri dengan lembut.


Seperti mimpi Arie pun membalasnya dengan mata yang masih terpejam. Antara sadar dan tidak, Ia merespon sentuhan nakal tangan Alex yang sudah menyusup kedalam gaun tidurnya. Meremas dan memainkannya apa saja yang bisa di sentuhnya. Arie melen*uh kecil saat ciuman Alex turun menyapu lehernya.


"Kau ingin meneruskannya dengan sadar, atau dalam mimpimu," bisik Alex dengan suaranya yang serak.


Perlahan Arie membuka kelopak matanya, ia terkejut saat melihat sang suami sudah mengungkung tubuhnya. Wajah tampan itu tepat di hadapannya, menatapnya dengan penuh ha*rat


"Jadi ini bukan mimpi?" Arie menggerjapkan matanya beberapa kali. Ia berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Alex menyeringai.


"Apakah mimpi terasa seperti ini, sayang." Alex menyatukan bibir mereka dengan mengebu, menerobos masuk membelit dan menyesap dengan nafas memburu.


Alex menyingkap gaun Arie sampai ke atas perutnya. Kecupan lembut mendarat di atas pusarnya, ciuman itu perlahan naik sampai ke dua melon kembar miliknya. Alex menyesap ujung berwarna pink itu dengan kasar seperti bayi yang sedang kelaparan, satu tangannya menarik segitiga pengaman yang jago penghalang terakhirnya.


Arie melenguh saat pusaka Alex tiba-tiba menerobos masuk tanpa permisi, dengan cepat batang itu bergerak keluar masuk goa berlendir miliknya. Memberikan kenikmatan yang membuat Arie mengelinjang.


Semakin lama semakin cepat. Pusaka Alex terus menggesek batangnya. Tangan Alex tak berhenti memberikan pijatan lembut di ujung melon kembar kesukaannya.


"Sayang.. aku, egh," Arie mengerang keras saat gelombang kenikmatan hampir menghantamnya.


"Sebentar lagi." Alex mempercepat gerakannya.


"Aghh..." erang keduanya, saat pelepasan datang secara bersamaan.


Alex memejamkan matanya sejenak menikmati pijatan inti Arie yang mencengkeramnya dengan kuat, saat batang miliknya menyemburkan pasukan kecebong ke dalam rahim istrinya.


Nafas keduanya terengah-engah, Alex menyatukan kening mereka sebelum mendaratkan ciuman besar di bibir Arie.


"Terima kasih sayang."


"Kau.. membuatku lelah," ucap Arie yang. masih berusaha mengatur nafasnya. Alex menyengir kuda, ia pun segera turun dari atas istrinya.


"Jangan salahkan aku. Kau terlalu seksi bahkan saat kau tidur." Ale x segera memunguti boxer miliknya lalu memakainya kembali, setelah selesai ia pun merapikan baju sang istri yang tersingkap di atas perutnya.

__ADS_1


"Terus aku yang salah!" Arti memanyunkan bibirnya kesal.


Cup.


"Kau semakin seksi kalau seperti itu." Arie memutar matanya jengah.


"Jangan mengerucutkan bibirmu di depan orang lain, ok."


"Iya..iya.. bantu aku bangun, aku lapar," rengek Arie.


Selain lelah bumil itu juga sangat kelaparan. Sepertinya sarapan sosis urat memang tidak baik di lakukan di pagi hari, karena itu akan membuatmu semakin lapar.


Dengan telaten Alex membantu sang istri bangun dari tidurnya, ia mendudukkan Arie di pinggir ranjang.


"Aku membuatkan nasi goreng spesial untukmu." Alex mengambil nasi goreng di atas nakas kemudian ia duduk di samping istrinya.


Seperti biasa aroma nasi goreng buatan sang suami selalu bisa membuat Arie ngiler. Matanya berbinar melihat nasi berwarna pekat di atas piring yang ada di tangan suaminya.


"Ayo aku suapi."


Alex mulai menyendok nasi lalu mendekatkannya pada mulut kecil Arie. Dengan patuh Arie membuka mulut dan membiarkan sesendok nasi goreng itu masuk ke dalam mulutnya.


Rasa yang sungguh nikmat, Arie mengunyah nasi itu dengan perlahan. Matanya terpejam menikmati rasa yang menggoyang lidahnya. Alex menautkan kedua alisnya, meskipun ini bukan pertama kalinya ia melihat Arie memakan masakannya tetap saja ia merasa aneh.


"Apakah sesenak itu?" Arie menjawabnya dengan anggukan.


Selesai menyuapi sang istri, Alex membantu Arie untuk membersihkan mandi dan memakainya baju. Tak ada satupun yang luput dari perhatiannya, tiap detail yang ada di tubuh istrinya.


"Emh... boleh ke minimarket nggak?"


"Minimarket?"


"He'em aku ingin beli, coklat yang di taruh di dalam telur." ucap Arie penuh semangat.


"Coklat, telur?" Alex menautkan kedua alisnya.


"Isshh itu lho, yang di tv yang ada hadiahnya."


"Emh... terserah kamu sayang, aku tidak faham. Tapi sebelum kita pergi, ada sesuatu untukmu."


"Apa?"


Setelah selesai mengering rambut istrinya. Alex pun meletakkan hairdryer di atas nakas. Ia mengambil sebuah syal lalu menutup mata istrinya dengan itu.


"Eh... kenapa pake di tutup segala sih?"


"Biar surprise," bisik Alex.

__ADS_1


Dengan hati-hati Alex membantu Arie berdiri. Ia melingkarkan tangannya di bahu sang istri. Alex mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


"Kemana sih, Yang. Bikin penasaran aja," ucap Arie penuh curiga.


Entah kenapa hati ibu hamil itu berdebar debar. Alex mengulum senyumnya melihat ekspresi wajah Arie yang begitu penasaran.


Alex membuka pintu sebuah kamar dengan perlahan, tanpa berucap apapun Alex menuntun istrinya masuk.


"Aku akan melepaskan ikatannya, tapi jangan buka dulu matamu sebelum aku bilang buka, ok."


"Iya..."


"Dilarang mengintip!"


"Iya... bawel. Cepetan buka!" pekik Arie tidak sabar.


Alex pun membuka syal yang menutupi mata sang istri. Dengan langkah sangat pelan ia mundur beberapa langkah dari sang istri.


"Ok, buka matamu, sayang!"


Perlahan Arie membuka kelopak matanya. Arie menutup mulutnya dengan tangannya, Matanya membulat sempurna. Netra beningnya terasa panas, bulir bening jatuh begitu saja mengalir di di kedua pipinya yang mulus.



Alex melangkah mendekat.


"Apa kau suka?" bisik Alex, sambil melingkarkan tangannya di pinggang Arie lalu menopangkan dagunya di bahu sang istri.


Arie mengangguk, ia begitu bahagia sampai tak bisa berkata. Ia begitu terharu dengan apa yang di siapkan Alex untuk menyambut baby mereka.


"Terima kasih," lirih Arie.


"Apapun untukmu sayang."Alex mengecup pipi chubby istrinya yang basah.


.


.


.


.


.


Numpang promo novel Mak yang lain. 😘😘❤️ jangan lupa like dan comment gemesnya.


Siap siap tisue ya gaes. dua bab selanjutnya mengandung zat yang tidak bisa di tentukan 🤧🤔🥲

__ADS_1


.



__ADS_2