
Waktu berjalan tanpa henti. Mengalirkan kisah bersamanya. Luka akan sembuh seiring berjalannya waktu, kebahagiaan akan datang setelah jalan yang berliku.
Kadang takdir seperti mempermainkan kita. Membuai kita dengan duka, setelah itu membuat kita bahagia dengan linangan air mata.
Sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang. Arie menatap keluar jendela mobil. Senyum manis yang tak pernah lepas dari wajahnya, ia terlihat begitu bahagia. Alex pun meliriknya sekilas, inilah yang ia inginkan. Binar bahagia yang menghiasi wajah sang permaisuri. Arie menoleh kearah suaminya.
"Sayang, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Arie tak sabar.
"Nanti kau juga akan tau," jawab Alex sambil terus fokus menyetir.
Arie hanya bisa menghela nafasnya. Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka. Biasanya Alex akan mengajaknya untuk makan malam romantis. Namun, sepertinya kali ini akan berbeda. Alex mengajaknya ke suatu tempat yang ia rahasiakan.
Wanita itu menatap lekat wajah yang ada di hadapannya. Lekuk hidungnya, kedua matanya yang sipit dengan guratan kerut yang mulai nampak di ujung matanya. Namun, tidak memudarkan ketampanan suaminya.
Beberapa tahun telah mereka lewati bersama. Banyak kejadian yang mereka alami. Kakek wu telah berpulang ke surga tiga tahun yang lalu karena penyakit jantung yang di deritanya. Nenek Puspa juga menyusulnya tahun lalu. Masa masa yang sulit dimana Alex harus kehilangan sang kakek. Namun, sang istri dan Cleo terus mendukung di sampingnya.
Arie merasa bersyukur takdir mempertemukannya kembali dengan cinta pertamanya. Ia merasa Tuhan telah begitu baik kepadanya. Arie tak henti memandangi suaminya dengan tatapan memuja.
Merasa di perhatikan Alex pun menoleh sekilas. Ia mengulum senyum saat Arie kedapatan menatapnya dengan intens.
"Kenapa kau menatapku seperti itu Sayang?
apa ada yang salah?" tanya Alex dengan melirik sekilas kearah istrinya.
Arie menggeleng pelan." Tidak, aku hanya merasa sangat bersyukur bisa memilikimu."
Alex tersenyum." Aku yang lebih beruntung karena memilikimu."
"Aku yang lebih beruntung!" tegas Arie.
"Tidak aku yang lebih beruntung, karena kau wanita yang begitu sempurna," ucap Alex tak ingin mengalah.
"Kau juga laki-laki yang sempurna, tampan, kaya, baik hati. Siapa yang tidak ingin memiliki suami sepertimu."
"Kau juga wanita yang sempurna Sayang, kau cantik dan sangat pengertian, baik, penyayang dan yang paling penting kau adalah milikku!"
Perdebatan yang manis. Kedua orang itu tak berhenti saling memuji pasangannya selama perjalanan mereka.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan yang cukup besar dengan halaman yang luas dan di penuhi dengan wahana permainan untuk anak-anak. Arie mengerutkan keningnya, ia menatap Alex dengan penuh tanya.
Setelah Alex memarkirkan mobilnya. Ia pun segera turun lalu membukakan pintu untuk istrinya. Arie menerima uluran tangan sang suami, menggenggam erat tangannya.
"Rumah siapa ini, Sayang?"
"Ayo kita masuk dulu, nanti aku akan menjelaskan semuanya di dalam," jawab Alex .
Mereka berdua melangkah ke ke arah gedung itu. Arie mengeratkan genggaman tangannya, ada sesuatu yang hangat mengalir dalam dadanya, saat suara nyanyian anak-anak terdengar dari dalam.
Alex sedikit mendorong daun pintu hingga membuatnya terbuka sempurna. Gadis belia yang sedang berdiri itu pun menoleh ke arah pintu, Ia tersenyum manis kemudian berhamburan ke pelukan kedua orang tuanya.
Alex dan Arie memeluk Cleo dengan haru. Cleo melonggarkan pelukannya Lalau menatap wajah sang Mama yang sudah berlinang air mata. Tangan lentik Cleo terulur mengusap pipi sang Mama yang basah.
"Apa ini sayang?" tanya Arie dengan segala rasa bingung yang bercampur aduk.
"Ini hadiah untuk Mama, Mama suka?" tanya Cleo.
"Sangat, Nak. Terima kasih." Arie merengkuh Cleo dalam pelukannya.
"Papa nggak di peluk nih," rengek Alex dengan wajah memelas.
"Ish ... papa kan udah tiap hari di peluk sama Mama," ketus Cleo.
"Iya iya ... kali ini Papa mengalah, tapi hanya untuk hari ini!"
Cleo menoleh ke arah sang papa sambil menjulurkan lidahnya. Alex membalasnya dengan mengerutkan wajahnya. Alex melangkah ke depan kelas, ia berjalan dengan kedua tangannya yang di masukkan ke dalam saku.
__ADS_1
"Halo semuanya!" sapa Alex dengan wajah yang ramah pada semua anak-anak asuhnya.
"Halo Ayah!" jawab anak-anak itu serempak.
Arie terkejut saat semua anak-anak itu memanggil suaminya dengan sebutan ayah. Arie menoleh pada Cleo, gadis manis bermata sipit itu hanya tersenyum manis pada sang Mama.
"Hari ini Ayah akan mengajak kalian semua pergi ke kebun binatang, mau tidak?"
"Mau!" jawab semua anak itu dengan penuh semangat.
"Ok, kalian semua harus segera bersiap, tapi sebelum itu kalian harus bertemu seseorang." Alex mengeluarkan tangannya ke arah sang istri.
Cleo merangkul bahu sang mama lalu menuntunnya kearah papanya. Dengan kikuk Arie berjalan melangkah mendekat kepada suaminya. Ia menyambut tangan Alex yang sedari tadi terulur menunggunya.
Alex menarik lembut tangan istrinya, lalu melingkarkan tangannya di pinggang ramping Arie.
"Ayo sapa mereka sayang," bisik Alex lirih.
Arie menoleh kearah suaminya sejenak. Melihat wajah istrinya yang begitu gugup Alex mengangguk pelan. Arie mengambil nafas dalam lalu menatap wajah wajah imut yang sedang menatapnya.
"Selamat pagi semua!"
"Selamat pagi bunda!" sahut mereka.
Arie menutup mulutnya, ia langsung menoleh kearah Alex lalu pada Cleo. Ia begitu terharu dengan sebutan bunda yang para anak-anak itu sematkan untuknya.
Seorang anak kecil turun dari bangkunya, ia berlari kecil kearah Arie. Sampai di depan wanita itu, gadis kecil itu menarik baju Arie agar Arie memperhatikannya. Arie tersenyum, ia menunduk ke arah anak itu. Arie berjongkok mensejajarkan diri dengan gadis kecil berkepang dua itu.
"Apa sayang?" tanya Arie dengan senyum manisnya.
"Aku tidak pernah bertemu dengan ibuku" Anak itu menundukkan kepalanya, meremas ujung kaos yang di pakainya." Apa aku boleh minta di peluk sama Bunda."
Arie meraih dagu kecil itu agar tegap melihat wajahnya. Arie terenyuh melihat mata kecil itu sudah memerah. Arie merentangkan kedua tangannya.
"Sini Bunda peluk."
"Ayo siapa yang mau di peluk sama Bunda!"
teriak Cleo.
Mendengarkan itu anak-anak yang tadinya duduk tenang pun berhambur, berebut memeluk Arie. Arie tertawa lepas, meskipun kewalahan dengan begitu banyak anak yang ingin memeluknya. Namun, ia merasa sangat bahagia.
Alex yang melihat istrinya di terjebak di dalam kerumunan anak-anak itu hanya bisa menghela nafas panjang. Kali ini ia tidak bisa serakah, kali ini saja ia akan membiarkan pelukan istrinya di bagi bersama orang lain.
Sudut bibir Alex terangkat melihat istrinya yang tampak begitu bahagia. Sejak kecelakaan maut itu, rahim Arie bermasalah. Sudah beberapa macam cara mereka lakukan, Arie sempat hamil. Namun, ia mengalami keguguran dengan pendarahan hebat saat usia kandungannya menginjak usia lima minggu dan itu terjadi lebih dari satu kali. Alex memutuskan untuk menyerah ia tidak ingin melihat Arie tersiksa.
Meskipun Arie begitu kekeh ingin hamil. Namun, Alex meyakinkannya jika ia sudah bahagia dengan Cleo. Sejak itu Arie terlihat murung, ia merasa kurang dan tidak sempurna sebagai seorang istri.
Hingga suatu saat Cleo memberikan ide pada sang papa untuk mengangkat dan mengasuh semua anak-anak yang kurang beruntung. Alex pun setuju dan mewujudkan hal itu.
Hari ini di hari ulang tahun pernikahan mereka. Alex membawa istrinya untuk pertama kalinya ke rumah yang ia bangun untuk para anak asuhnya.
Tidak main-main Alex juga membangun sekolah gratis dan memperkerjakan orang orang terbaik untuk mengasuh anak-anaknya. Ia ingin semua anak itu mendapat hal yang terbaik dalam kehidupan mereka.
"Ayo sudah pelukannya, ayah juga ingin di peluk sama Bunda!" seri Alex membubarkan para anak-anak itu.
"Ayo semua ikut kakak!"
"Baik, kak!" jawab anak-anak itu serempak, kemudian mereka mengikuti langkah Cleo keluar kelas.
Alex membantu istrinya berdiri dengan mengulurkan kedua tangannya. Arie pun menggenggam tangan suami.
Alex menarik lembut lembut tangan Arie, hingga membuatnya menabrak dada bidang. Ia mengarahkan kedua tangan Arie melingkar di lehernya, setelah itu kedua tangannya mengunci di belakang pinggang istrinya.
"Bagaimana kau suka hadiahnya?"
__ADS_1
"Apa ini, Sayang. Aku masih belum mengerti?" tanya Arie dengan raut wajahnya yang bingung. Terlihat imut dimata suaminya.
Arie tentu saja merasa senang saat anak-anak itu memangilnya dengan sebutan bunda. Namun, ia belum sepenuhnya mengerti kenapa mereka menyebutnya seperti itu.
"Mereka semua adalah anak-anak asuh kita. Aku memutuskan untuk mengasuh anak-anak yang kurang beruntung dan memberikan kehidupan yang layak untuk mereka. Bagaimana menurutmu?" Alex mengecup kening istrinya.
"Apa kau bercanda! kau melakukan ini semua tanpa sepengetahuanku dan setelah itu kau meminta pendapatku!" ucap Arie pura-pura merajuk.
Ia melepaskan tangannya dari bahu Alex dan mengerucutkan bibirnya.
"Eh ... apa kau tidak suka semua ini Sayang?"
Arie memalingkan tubuhnya membelakangi Alex, sambil menahan senyum melihat wajah suaminya yang mulai terlihat panik.
"Maaf, maafkan aku. aku hanya ingin memberikan kejutan padamu," bujuk Alex.
Ia melangkah ke depan istrinya yang masih menampakkan muka masamnya. Alex memalingkan wajahnya sambil berdecak, ia sungguh tidak menyangka jika istrinya akan marah seperti itu.
Cup.
"Terima kasih, Sayang." Arie mengecup pipi suaminya sekilas.
"Kau, kau sengaja mengerjai ku!" pekik Alex.
Arie menyengir memamerkan jajaran giginya.
"Kau harus di hukum!"
Alex menarik tubuh istrinya, jemari kekarnya mulai nakal mengreliya pinggang istrinya. Arie tergelak kegelian. Arie berusaha melepaskan diri, kemudian ia berlari ke halaman. Alex mengejarnya dengan tawa yang tak lepas dari wajah keduanya.
Hap.
Alex berhasil menangkap Arie setelah beberapa saat mereka berlarian. Nafas keduanya memburu, Alex menyatukan kening mereka. Keduanya tertawa lepas, hari yang sungguh membahagiakan.
"Aku mencintaimu ,vakum cleaner ku."
"Aku juga mencintaimu, Tuan sipit."
Kehidupan memang tidak pernah berhenti memberikannya kejutan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Syukuri apa yang ada hari ini, jalani dengan sepenuh hati.
Sekian kisah dari Tuan sipit dan Vakum cleaner kesayangannya. Terima kasih atas semua dukungan dari semuanya.
Emak sedih sebenernya pisah sama AA tapi kisah mereka sudah sampai dimana ada hanya cinta dan cinta terlalu manis untuk di rasakan, kisah mereka sudah tidak bisa lagi untuk di jabarkan dengan kata-kata.
Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih, dan terima kasih. Semoga para pembaca sekalian selalu di berikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT.
Besok ada part extra Chiko. 🥰
Ini novel aku yang baru, akan rilis pada tanggal 24 Januari 2022. semoga berkenan mampir.
Eldric Hugo Seorang CEO yang anti pada apapun dan siapapun. Ia menderita Myshopobia yang membuatnya merasa tidak nyaman saat berdekatan dengan orang lain. Bahkan kulitnya akan gatal dan berbintik memerah saat ia bersentuhan dengan orang lain.
Inilah yang membuat El merasa sengsara. Dia tidak bisa bersentuhan dengan orang lain, burungnya juga tidak bereaksi pada lawan jenisnya. Namun, dia juga tidak ingin hidup sebagai jomblo karatan. Apalagi umurnya sudah kepala empat.
Suatu saat ia bertemu dengan seorang yang membuat burung miliknya bereaksi dan sentuhan orang itu tidak menimbulkan alergi pada dirinya. Namun, sayangnya dia seorang pria. Akankah El memaksanya untuk hidup bersama sebagai pendamping hidupnya dengan menyingkirkan semua norma yang ada?
Akankah El mengetahui bahwa pria itu sebenarnya.... adalah seseorang gadis yang readers kenal. 🤫🤫🤫😊
Kisah Cleo sana Naoki juga ada di dalamnya.🥳🥳🤗🤗
Mampir ya Mak. Semoga suka 🥰🥰🥰🥰
Mampir juga ke novel aku yang lainnya.
__ADS_1