
Sepasang mata mengawasi gerak-gerik Alex dengan sang istri di balik kemudinya, Memakai jaket hitam, dengan topi dan juga masker yang hampir menutupi seluruh wajahnya. Seringai jahat jelas tersungging di balik maskernya.
Ia meremas setir mobilnya, kakinya menghentak kecil. Sepertinya ia sudah sangat tidak sabar menunggu Alex dan sang istri keluar dari minimarket itu.
"Kau akan membayar semuanya hari ini. Aku tidak akan membiarkan satupun keturunan Wang hidup dengan tenang. Selama ini aku sudah cukup memberi waktu untuk kalian bersenang senang. Is show time."
Ia mulai menyalakan mesin truk yang ia kendarai. Bersiap menginjak pedal gas dengan kekuatan penuh. Sorot matanya mengekor pada pasangan yang baru saja keluar dari minimarket itu dan masuk ke dalam mobil milik mereka secara bergantian.
Alex dan Arie yang tidak sadar dengan apa yang mengintainya. Mereka saling menyatakan rasa cinta mereka untuk satu sama lain di dalam mobil.
Arie menoleh ke atas luar jendela, untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena ucapan Alex yang absrud. Namun, saat itu.
Tidak sengaja Arie memperhatikan sebuah truk box, yang juga parkir di depan minimarket itu sedang memundurkan arah truknya.
Mungkin mau belok ya, batin Arie.
Saat posisi truk itu langsung mengarah ke mobil yang ia tumpangi. Tanpa ia duga, sang sopir truk menginjak pedal gas penuh, membuat truk yang ia kendarai langsung menghantam mobil Arie.
"Awas!"
Alex menoleh ke arah Arie yang sedang berteriak, tak sempat mengelak. Truk itu sudah tidak berjarak, Alex memeluk tubuh Arie dengan erat.
"Aaaaaaaa!"
Bruak.
Truk itu menghantam mobil Alex dengan keras, menghimpitnya dengan tembok pembatas. Mobil sport hitam itu kini ringsek pecahan kaca sudah berserakan. Namun, Alex masih bisa sadar. Ia berusaha menyadarkan Arie, dengan menepuk nepuk wajah istrinya yang sudah terkena pecahan kaca.
__ADS_1
Dengan kepada yang terasa berdengung, Alex mencoba berteriak meminta pertolongan, akan tetapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Ia pun berusaha melepaskan sabuk pengamannya yang mengikat mereka. Panik Alex melihat darah yang keluar dari tubuh istrinya.
"Sayang... bangun, sayang sadarlah." Ia berusaha menyadarkan sang istri, ia tidak merasakan lukanya sendiri.
Semua orang dalam minimarket berhamburan keluar. menyaksikan tabrakan yang seakan di sengaja. Benar saja, saat beberapa orang hendak menghampiri mobil Alex. Supir itu memundurkan truknya, lalu dengan cara yang sama ia menghantam lagi mobil mewah itu sampai benar-benar ringsek.
"Mati kau dasar anak sialan. Mati seperti Ayahmu!" pekik wanita itu. Ia tergelak, tertawa puas melihat mobil Alex yang sudah tidak berbentuk.
Semua orang menjerit, membayangkan nasib manusia yang ada dalam mobil sport itu. Semuanya panik, beberapa di antaranya mereka segera menelfon ambulan, polisi serta pemadam kebakaran.
Setelah hantaman kedua, sopir truk itu segera menginjak pedal gas dengan kekuatan penuh ia mengendarai truknya jauh dari minimarket itu.
"Woi.. eoi.. truk nya kabur!"
"Ayo cepat kejar mas!"
"Ayo!"
Alex yang hampir kehilangan kesadarannya berusaha meraih tangan Arie. Hantaman ke dua membuat tubuh Alex agak jauh dari posisi istrinya. Samar Alex masih bisa mendengarkan suara orang orang yang mengerubunginya. Namun, ia tidak bisa membuka matanya dengan lebar. Telinganya berdengung hebat. Ia hanya tahu, Arie harus selamat. Dengan susah payah Alex mengerakkan tangannya, sampai akhirnya ia bisa meraih tangan Arie, samar Alex melihat wajah Arie yang penuh dengan darah, sebelum akhirnya gelap ia tidak sadarkan diri.
Tak selang beberapa lama akhirnya polisi dan pemadam kebakaran sampai di lokasi kejadian. Orang orang yang awalnya ingin menolong tidak bisa berbuat banyak, karena keterbatasan alat, dan korban yang merupakan ibu hamil. Sehingga tidak bisa mereka keluarkan lewat jendela. Sedangkan korban lainnya, posisi tubuhnya terjepit di antara kursi mobil, yang menghimpitnya dengan pintu mobil yang meringsek ke tembok.
Pemadam kebakaran sampai mengerindra pintu mobil agar bisa terbuka. Ibu Hamil itu akhirnya bisa di evakuasi dengan luka dan darah mengalir dari kepala dan jalan lahir bayinya. Korban pria pun sama keadaan mereka tidak bisa di bilang baik, keduanya tidak sadarkan diri. Polisi meminta beberapa saksi mata untuk ikut ke kantor polisi memberi keterangan, dan juga meminta rekaman Cctv di minimarket itu.
Truk yang dengan sengaja menabrak mobil Alex pun melaju dengan kencang ke arah jalan tol, beberapa orang yang mengejarnya pun merasakan kehilangan jejak. Setelah masuk tol tak berselang lama ia pun keluar tol di pintu gerbang pertama yang ia lihat.
Sopir truk itu tidak berhenti tertawa lepas. Ia merasa sangat puas dan senang dengan apa yang baru saja di lakukannya.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa melenyapkan keturunan keluarga sialan itu, sekarang tinggal kau Tua Bangka. Hah... pasti kau akan mati sendiri mendengar cucumu yang mati mengenaskan.Hahaha....."
Ia membelokan ke sebuah pabrik yang terbengkalai. Sopir truk itu bergegas turun. Setelah merasa situasinya aman. Ia pun melepaskan semua baju luar yang melekat di tubuhnya, lalu melemparkannya ke dalam truk. Satu curigen bensin yang telah ia siapkan, ia taruh begitu saja di bawah truk. Sebuah korek api yang menyala ia lemparkan ke arah bensin itu.
Wusshh.
Api besar pun tercipta, melahap truk yang ada di atasnya. Api semakin membesar Seiring jalar api yang semakin merambat naik. Dengan tawa yang tak lelah keluar dari mulutnya.
Wanita paruh baya itu melihat truk yang di lalap jago merah dengan ganas. Ia pun melangkahkan memasuki pabrik terbengkalai itu. Tidak lama sebuah mobil Porsche Carrera keluar dari pabrik itu. Dengan kecepatan tinggi mobil mewah itu meninggal truk yang terus menerus terbakar menjadi Abu.
Sementara di rumah sakit. Alex dan Arie segera di larikan ke ruangan yang berbeda. Setelah mendapat perawatan. Alex lebih dahulu sadar, lukanya cukup parah. Akan tetapi rasa ingin melindungi istrinya membuat Alex memaksa dirinya untuk segera sadar.
Saat dokter memeriksanya, seorang dokter lain datang dengan wajahnya yang begitu cemas. Perlahan ia menghampiri Alex yang masih terbaring lemah di ranjang dengan beberapa alat bantu yang menempel di tubuhnya.
"Tuan maaf, saya terpaksa harus menyampaikan ini. keadaan istri anda dan janin dalam kandungannya sangat kritis. Saya hanya bisa menyelamatkan satu dari mereka. Saya harap tuan segera mengambil keputusan!" tegas dokter itu.
Dunia Alex runtuh seketika. bagaimana ia harus memilih dua jiwanya.
.
.
.
.
Mampir punya kak Shanty Fadillah ya gaes ❤️❤️❤️
__ADS_1
.