Gadis Berdaster Milik CEO

Gadis Berdaster Milik CEO
Cintaku


__ADS_3

"Hawa... haaaah...." nafas Arie tersengal, dadanya naik turun mengikuti paru parunya yang ingin mendapatkan pasokan oksigen lebih, tubuhnya sudah penuh dengan peluh, walaupun ini masih jam 7 pagi.


"Alex tolong... bisakah kita berhenti, kita sudah melakukannya sejak tadi, aku sudah tak punya tenaga lagi, kau membuatku kewalahan" Arie merengek manja, dengan nafas yang masih memburu.


"Jangan sekarang Arie sayang, aku masih belum puas melihatmu seperti ini" ujar Alex dengan tersenyum miring.


"Kau berat, kau di atasku terus" Arie mendengus kesal.


Nuwa yang tadinya ingin berbaikan dengan Keke nya, mencoba menjadi anak baik di depan kakak tersayangnya, mendengar suara di balik pintu kamar itu, membuat hatinya terbakar, Amarah kembali memuncak, ia menarik tangannya yang hendak mengetuk pintu, dengan langkah lebar dia pergi keluar dan menutup pintu apartemen dengan kasar.


"Ayolah masih kurang 10 lagi cintaku" Alex duduk di atas sofa, menyilang kedua kakinya yang bertumpu pada pundak Arie yang sedang melakukan push up.


"Aaahhh.... bojo edan, pelit, jahat, coba ga ganteng wes tak tinggal minggat huuh [aaah.. suami gila, pelit, jahat,coba kalau tidak ganteng sudah aku tinggal kabur huuh] Arie menggerutu dalam hati.


"Jangan memaki dalam hati, atau uang bulanan aku potong lagi"


ucap Alex dingin, sebenarnya dia menahan tawanya, melihat Arie yang melakukan push up dengan mode ular melata.


Arie yang memang sangat lemah dalam hal olahraga, kecuali jurus langkah seribu tentu. Sejak pagi buta Alex menyuruhnya melakukan skot jam, sit up, dan yang terakhir push up yang paling Arie benci, karena keusilannya kemarin sekarang Alex memberikan hukuman, dengan ancaman yang jatah uang bulanan yang akan di potong.


"Dari kemarin kau menanyakan cintaku padamu, dan sekarang aku membuktikannya,"


"cinta gundul mu" gumam Arie lirih.


"Kau bilang apa,"


"Tidak tidak apa apa" Arie mengerjakan badannya naik turun, lalu tergeletak lemas.


"Sudah lima puluh" ujar Arie lirih, mencoba mengatur nafasnya, kaki dan tangannya terasa cenat cenut.


"Siapkan air mandi ku, aku sudah terlambat ke kantor," Alex menurunkan kakinya dari punggung Arie. melepaskan bajunya dan melemparkannya ke tubuh Arie.


"Kenapa diam"

__ADS_1


"Iya cintaku" sahut Arie dengan senyum termanisnya. Arie bangkit dari rebahan lalu berjalan menuju kamar mandi, menyiapkan air mandi untuk suaminya.


"Ciiikk.... Bojoku reek, di takoni cinta kok malah aku seng di wajibno sedino nyeluk dek ne cinta, hemh, kan aku seng pingin di celuk cinta isssh" [ ciiik... suamiku, di tanya cinta ,malah nyuruh aku wajib panggil dia cinta sehari penuh, hemh, kan aku yang ingin di panggil cinta iissh] .Arie menggerutu tanpa sadar Alex sudah berdiri di belakangnya.


"Ngomong apa kamu?"


"Eh... cintaku, ga kok aku hanya ngomong suhu airnya sudah pas hehehehe" Arie menyengir kuda.


"Di larang pake bahasa yang aku ga ngerti di rumah ini"


"Mengerti cintaku," Arie mengangkat tangannya hormat.


"Hemh"


Arie melangkah keluar dari kamar mandi, setelah menyiapkan baju kerja suaminya, Arie pergi ke dapur memasak sarapan untuk memulihkan tenaganya yang terkuras setelah olahraga raga pertamanya pagi ini. Alex tersenyum melihat baju yang telah Arie siapkan untuknya, hidup sendirian membuatnya selalu mandiri, namun sejak ia menikah Arie selalu menyiapkan segalanya untuknya, bahkan Arie sering menunggu nya pulang hanya untuk sekedar makan malam bersama, meskipun sering berakhir dengan Arie terbaring di sofa dengan televisi yang menyala.


Alex terus mengulum senyumnya, bau harum masakan mulai menyeruak dari arah dapur, hari ini sarapan spesial, nasi jagung, urap urap sayuran, ikan Asin dan di temani sambel terasi, mantap, Arie mulai meneteskan air liur, menatap masakannya sendiri.


"Apa yang kau masak" ucap Alex sambil menarik kursi meja makan dan mendaratkan bokongnya.


"Ah, kau pasti tidak biasa dengan makanan seperti ini, tapi aku sudah menyiapkan roti isi untuk mu" Arie menyodorkan Roti isi dan segelas kopi panas pada Alex. melihat isi piringnya yang tak sama, membuat Alex menghela nafasnya.


"Aku mau sama denganmu" ucapannya datar.


"Kau yakin?" Arie mengerutkan


dahinya.


"Aku tidak akan mengulanginya Arie"


"Baiklah cintaku," Arie mulai menyendok nasi jagung hangat, dan urap urap sayur, serta ikan asin ke piring lalu meletakkannya di hadapan Alex.


Alex mulai menyendok nasi dan sayuran ke dalam mulutnya, merasakan sensasi sayur rebus yang renyah, dan ikan asin goreng krispi, membuat mata Alex membulat, mengapa ia bisa melewatkan makanan seenak ini, dengan lahap Alex menghabiskan makanan yang ada di piringnya, Arie tersenyum lebar melihat Alex begitu menikmati masakannya, tangan Arie refleks terulur mengusap sisa makanan di ujung bibir Alex.

__ADS_1


"Pelan pelan cintaku"Arie tersenyum manis.


Deg


Ah... kenapa bibir itu lebih manis dari biasanya, apa aku harus memakannya sekarang, akh.. tidak tidak aku harus memastikannya dulu, aku tidak boleh gegabah, aku masih bisa mencuri bibir itu nanti, gumam Alex dalam hati.


"Hei ..haloo cinta, jangan bengong habiskan makanan mu, atau kau sedang melamunkan aku ya, jangan jangan kau sudah mulai suka pada ku hehhe," melambai tangan di hadapan Alex.


"Cihhh ... jangan terlalu percaya diri" ujar Alex sambil menyesap kopi miliknya.


"Jelas aku percaya diri, seksi bahenol depan belakang, cantik luar dalam, kurang apa lagi coba, kalau kau tidak segera jatuh cinta, jangan menyesal nanti kalau ada orang lain yang membawaku," jawab Arie tak mau kalah


"Jangan harap kau bisa pergi dariku" Alex menatap tajam pada Arie.


"Hahaha.. kenapa kau marah?, aku hanya bercanda" Alex masih diam tanpa melepas tatapannya.


"Dimana Nuwa?, kenapa tidak kelihatan?"


"Dia pulang tadi malam, dan sudah pergi lagi tadi" Alex meneguk air dan mengelap bibirnya dengan tisu.


"Ooh, kenapa aku tidak tahu?"


"Kau tidur seperti kebo, nama mungkin kau dengar pintu terbuka, dan saat kau push up tadi apa kau tidak dengar pintu depan di tutup dengan keras" jawab Alex santai.


"Hehehehe" Arie menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nanti Ipul akan mengajakmu menemui istrinya Tuan Arow," ucap Alex sambil melihat jam rolex yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Istri Tuan Arow, kak Nana, ya?"


"Iya, entah apa maunya, dia terus menelfon ke kantor, ingin bertemu denganmu,"


"Mungkin dia kangen aku, aku kan ngangenin"

__ADS_1


Alex hanya menggelengkan kepalanya, teryata selain aneh istri nya juga sangat narsis.


__ADS_2