Gadis Berdaster Milik CEO

Gadis Berdaster Milik CEO
Bocor


__ADS_3

Dua hari ini, hari Arie lebih tenang, adik ipar dan ibu mertuanya tak lagi datang berkunjung, dan Arow dia pun tak menghubunginya sejak terakhir mereka bertemu, entah dia masih menunggu hasil dari lab atau dia sudah tidak mau lagi bertemu dengan Arie, terserah Arie tak ambil pusing soal itu. Yang membuat dia pusing sekarang adalah posisi tidurnya, dia di jadikan Alex guling tidur, Alex tak mengizinkannya untuk kembali menempati kamarnya walaupun Nuwa sudah tidak menginap di sana.


"Haduh... mati sesek aku nginiki suwe suwe"[lama lama aku bisa mati sesak]. perut Arie di lilit erat oleh tangan kekar Alex, Arie sudah mencoba berkali kali untuk melepaskan tangannya, bukannya terlepas malah tambah erat.


"Alex"


"Hemm" Alex mengeliat kecil.


"Alex lepaskan


"Emmhh...." Alex masih belum membuka matanya


"Basah nih, lepas kan aku sebelum bocor," Arie sudah merasa risih dengan **** ************* yang terasa pengap dan basah.


"Besok saja di tambal" ucap Alex asal, tanpa membuka matanya.


PLAAKKK


"Aishh ….." Alex mengosok keningnya, yang baru dapat cap lima jari.


"Emang aku panci apa di tambal,"


Arie segera bangkit dari tempat tidurnya, bergegas ke kamar mandi untuk menganti penyerap anti bocornya yang ternyata sudah penuh, dia lupa sebelum tidur tadi dia tidak menggantinya dengan yang baru, sehingga dia harus ganti tengah malam begini.


"Huuff"


Arie tersenyum lega, ia pun kembali berbaring di di samping Alex, sengaja membelakangi tubuh suaminya, Alex pun kembali merengkuh Arie, melilitkan lengannya dengan kuat.

__ADS_1


"Sudah nambalnya."


"Sudah, pake lem super." ketus Arie, sebelum kembali terlelap.


****


Pagi ini kantor Alex kedatangan bidadari, seorang model yang cantik yang tak lain adalah adik dari CEO itu sendiri, Nuwa berjalan melenggang dengan anggun menyusuri koridor kantor menuju ruang Kakaknya berada, semua mata tak lepas dari tiap langkah kakinya, setelah memasuki sebuah ruangan, ia mendapati kakaknya yang sedang bergelut dengan Laptop di mejanya.


"Ke... "panggil Nuwa dengan manja.


"Hemh.." tanpa harus melihat Alex sudah tahu suara yang memanggilnya.


"Apa Keke masih marah, soal yang kemarin" Nuwa duduk di kursi yang berhadapan dengan Alex. Alex membuang nafas kasar, lalu menatap ke arah Adiknya.


"Menurut mu." dagu Alex bertumpu pada kepalan tangannya.


"Aku menyesal Ke, aku minta maaf, aku terbawa emosi kemarin, Mama juga dia ingin minta maaf, tapi Mama sedang ada urusan jadi dia tidak bisa ikut kesini."


"Sebenarnya Aku kecewa melihat tingkah kalian seperti itu, kalian seperti orang lain, aku tidak pernah melihat Mama sekasar itu, sebelumnya dan Kau Nuwa, aku tau kau kecewa pada ku tapi sikap mu sungguh memalukan."


"Maka dari itu aku minta maaf"


"Jangan hanya meminta maaf padaku, minta maaf juga. pada Arie."


"Baik Ke, tapi Keke sudah memaafkan aku kan." ujar Alex sambil bersandar di kursi kebesarannya.


"Tapi jangan di ulangi lagi, ok"

__ADS_1


"Yeeeah... terima kasih Ke" Nuwa berjingkrak girang hendak memeluk Alex.


"Eist.....minta maaf dulu sama Kakak Iparmu, baru boleh peluk."


"Keke pelit," Nuwa mencebikkan bibir.


"Sudahlah aku pergi dulu, sebentar lagi ada jadwal pemotret." Nuwa melenggang pergi meninggalkan ruangan kerja Alex, senyum kemenangan mengembang di bibirnya.


******


Li Wei tampak kesal, membuang kasar beberapa berkas di meja kerjanya, ia mengambil rokok dan menyalakannya, menghisapnya perlahan lalu mengeluarkan kepulan asap putih dari mulutnya. sejenak dia dia mengamati tulisan di selembar kertas yang ada di hadapannya.


Li Wei telah tertipu jutaan dollar oleh teman sosialita yang mengajaknya untuk berinvestasi padanya, namun bukannya untung orang itu malah melarikan diri.


"Aku harus membuat anak itu menandatangani ini secepatnya" Li Wei membenamkan rokoknya di asbak.


Namun ada satu hal yang terus mengganggunya, keberadaan Arie di sisi Alex tentu sangat merugikannya, belum lagi Kakek Wu yang terlihat sangat mendukung pernikahan Alex dengan perempuan itu, tidak semua ini tidak bisa ia biarkan begitu saja, ia berjuang keras untuk sampai di posisinya sekarang, dia tidak ingin memperoleh hasil yang tidak maksimal, dia ingin semuanya, setiap sen dari warisan keluarga Wang.


"Aku harus menyingkir wanita itu terlebih dahulu, aku tidak ingin ada penerus dari keluarga itu lagi, akan ku buat wanita itu pergi dengan sendirinya." Li Wei mengangkat ujung kana bibirnya.


Triing


Sebuah pesan masuk di ponselnya, senyum Li Wei mengembang saat membaca pesan singkat tersebut.


Mama aku berhasil, Keke memaafkan aku. 🤪


Pesan singkat yang di kirimkan oleh putri kecilnya, Li Wei tau Alex tak akan bisa marah terlalu lama dengan adik kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2