
"Ma...Keke nolak aku lagi..hiks..hiks..Mama kapan ke sini" rengek Nuwa.
"Sabar sayang, seminggu lagi Mama pasti kesana" ujar seorang di ujung telepon.
"Kenapa lama sekali, Mama tau Keke selalu belain wanita ****** itu" ujar Nuwa kesal.
"Kamu main cantik donk, anak Mama pasti bisa, ok"
"Ok ma," jawab Nuwa sebal
"Bye, honey"
"Bye Ma"
"Mama ga ngerti banget sich, kenapa ga langsung kesini, lalu suruh Keke ceraikan wanita murahan itu" Nuwa mengusap air matanya dengan kasar, lalu meneguk minuman bening namun memabukkan tersebut.
Takk
Nuwa meletakkan gelas sloki kosong dengan kasar, Ia bangkit dari kursinya memutuskan untuk turun ke lantai bawah, dimana orang orang berkumpul meliuk-liuk tubuh mereka, mengikuti dentuman musik untuk sekedar melepas penat mereka, tak perduli lagi siapa di sampingnya, toh semua di sini sama, sama sama pusing entah karena Alkohol atau karena kehidupan.
"Hai kecil" bisik seorang lelaki, tepat di belakang telinga Nuwa, Nuwa menoleh ke belakang mendapati seorang pria jangkung dengan rambut coklat mengedipkan sebelah matanya.
Nuwa memutar matanya malas, Nuwa melangkah menghindari namun pria itu mengekor seperti anak itik.
"El..jangan ikut terus dong"Nuwa menghentak hentakan kakinya. pria itu malah terkekeh melihat wajah kesal gadis itu.
"Ulu...ulu.. kecil ngambek" Daniel mencubit gemas kedua pipi Nuwa yang tirus. Nuwa menatap tajam sambil mengelus pipinya yang berdenyut sakit.
"Pergi sana aku lagi ga mau di ganggu" Nuwa melangkahkan kakinya kembali ke lantai atas, tak tinggal diam Daniel segera bergegas mengikutinya.
"Aku temenin ya, Kecil" seru Daniel.
"Terserah" Nuwa sudah malas meladeni sahabat Alex yang selalu menggodanya. Daniel hanya tersenyum mendengar jawaban Nuwa.
__ADS_1
*****
"Mana Nuwa?" Arie mendarat bobotnya di tepi ranjang, Arie sebenarnya tak perduli dengan keberadaan Adik iparnya, dia hanya asal bertanya, menutupi rasa canggungnya.
"Dia, paling ke club sama Daniel" Alex tengah melepaskan kaosnya, Arie tertegun sejenak, menelan saliva nya, namun segera ia menepuk nepuk kedua pipinya.
sadar..Rie sadar, sabar ini ujian masih tanggal merah xixixiii, giman Arie dalam hati.
"Kamu kenapa senyum senyum sendiri, hemmm... kamu pasti mikir itu ya Hem..hemm" Alex menaikkan kedua alisnya.
"Iya .. eh" Arie segera membekap mulutnya sendiri. Alex terkekeh mendengar ucapan Arie.
"Alex boleh aku tanya lagi,"
"Apa yang mau kau tanyakan" Alex merebahkan dirinya di samping Arie.
"Kamu cinta ga sama Aku" tanya Arie to the point.
kenapa dia tanya itu lagi sich, batin Alex bergejolak entah kenapa saat Arie mengatakan hal itu, Alex di serang meriang dadakan.
"Itu ga penting" ucap Alex datar.
"Penting lah"
"Otak mu ga usah mikirin yang kayak gitu, fokus saja sama dapur dan melayani aku, faham" Alex menekan kening Arie dengan telunjuknya.
"Iisshh.... pokoknya akau ga mau jawab aku ga mau tidur disini" Arie beranjak dari atas kasur empuknya, namun tangannya di tahan oleh Alex.
"Mau kemana?"
"Tidur di sofa"
Buukkk
__ADS_1
Tangan Arie di tarik, hingga membuatnya jatuh di atas tubuh Alex. mata Alex menatap tajam pada manik Arie, membuat jantung Arie berdegup kencang.
"Apa sih.." Arie meronta berusaha melepaskan diri, namun tangan kekar Alex menguncinya dengan rapat.
"Kau tetap disini"
"Ga mau"
Bukk.. bukk..
Arie memukul dada Alex.
"Jangan seenaknya, tanya ga di jawab tapi kasih perintah se enaknya, emang aku apaan" ketus Arie.
"Kau istriku"
ck...nek wes ngene ae ngomong istri, sipit...lapo ga jujur ae SE, hiii gemes, [kalau begini saja bilang istri, sipit.. kenapa ga jujur aja sich, hiii gemes] gumam Arie dalam hati, merasa sebal karena Alex terus menghindar saat Arie mempertanyakan cintanya.
"Lepas ga aku mau mandi, mau mandi bareng, sayang" Arie mengangkat Alisnya, di sambut seringai Alex yang mencurigakan.
Alex melonggarkan pelukannya, membiarkan Arie bangkit dari atas tubuhnya, Arie mengulurkan tangannya, menuntut Alex bangkit dan mengikuti langkah ke kamar mandi, bagaikan kerbau yang di pegang hidungnya, Alex menurut, Arie mendudukkan Alex di atas closed, memberikan isyarat agar dia menutup matanya.
cup
Arie mencium singkat bibir Alex, jemarinya mulai menjelajahi dada bidang Alex, mengelusnya perlahan, menggambar beberapa lingkar dengan telunjuknya, perlahan lahan jemarinya mulai turun ke paha dan betisnya, Alex meremang menikmati setiap gerakan nakal istri mesumnya.
BYUUUURRR...
Alex gelagapan saat ember air dingin menguyur seluruh tubuhnya.
"AAaaaariiieeeee"
"weeek emang enak " Arie masih sempat menjulurkan lidahnya sebelum menutup pintu kamar mandi, dengan geram Alex hendak bangkit mengajar Arie, namun ia malah terjatuh, karena kedua kakinya di ikat jadi satu.
__ADS_1
"AAaaaariiieeeee"