Gadis Berdaster Milik CEO

Gadis Berdaster Milik CEO
Perjamuan


__ADS_3

Arie mematutkan diri di cermin besar setinggi dirinya, mengenakan dress one shoulder warna hitam melekat sempurna di tubuhnya, terlihat seksi dan berisi, dengan polesan sedikit blus on dan lipstik pink, di bibirnya menyempurnakan penampilannya.


"Ayo berangkat" tegur Arie pada Alex yang tengah duduk santai di sofa, dengan ponsel di tangannya.


Alex mendongak melihat penampilan Arie dari atas ke bawah tanpa mengedipkan matanya. Arie tampak begitu seksi menunjukkan pinggang kecilnya dan dada yang berisi membuat jangkung Alex naik turun.


"Kenapa bengong ayo.." . suara Arie membuyarkan lamunannya.


"Tidak kau ganti dulu" Alex menggeleng gelengkan kepalanya.


"Apa maksudmu, aku cantik memakai ini".


"Aku bilang ganti ya ganti" kekeh Alex, mengingat tatapan mata Arow yang tak lepas dari Arie membuat Alex tak ingin sampai laki laki itu menikmati pemandangan indah ini.


"Ok .okey.." meskipun dengan pipi mengembung kesal Arie menurut perintah Alex dia pergi masuk ke kamar dengan kaki di hentakan keras.


"Memangnya dia mau kemana dengan baju seperti itu, hemh.. dasar" Alex terus menggerutu.


Tak lama Arie muncul dari kamarnya, tentu setelah Menganti dressnya dengan gaun warna biru navy.


"Ganti" ucap Alex yang telah siap di depan kamarnya. Arie menyatukannya alisnya, disambut anggukan oleh Alex dengan kesal Arie kembali masuk.


"Kenapa di terlihat sangat cantik sich, sial" gumam Alex.


Setelah beberapa kali menganti baju Arie Benar benar merasa di permainkan oleh Alex.


"Ini gaun terakhir yang aku punya, kalau kau suruh ganti lagi aku tidak akan pergi ..hemm" Arie menunjuk kepalan tangannya di depan Alex.


"Sempurna..ayo" Alex tersenyum berjalan mendahului Arie meninggalkan Arie yang tersipu.


"Orang aneh" lirih Arie dengan sungging manis di bibirnya Arie pun berjalan mengekor di belakang Alex.


****


Mobil sport hitam berhenti di depan sebuah restoran mewah dari luar saja bisa di lihat berapa harga seporsi makanan di sana, sepasang muda mudi turun dari dalam mobil tampak serasi meskipun si wanita nampak belum bisa berjalan dengan baik. Alex menatap iba pada Arie yang berjalan pelan mencoba menyeimbangkan tubuhnya.

__ADS_1


"Sini pegang tanganku" Alex meletakkan tangan Arie di lengannya.


"Terima kasih"


"Jangan GR aku hanya membantu orang lemah yang tidak bisa pake hak tinggi" selorohnya,Arie hanya berdecak kesal.


Selamat malam Tuan dan nyonya,ada yang bisa saya bantu" ucap seorang pria.


"Meja atas nama Tuan Arow Sasongko"


"Baik, mari ikut saya Tuan" pria itu berjalan mendahului Mereka berdua, sampai di sebuah pintu pria itu membukanya dan mempersilakan mereka berdua masuk.


Sepasang sejoli nampak berdiri menyambut mereka.


"Tuan dan Nyonya Wang silahkan "sambut Arow ramah.


"Perkenalkan istri ku Nana" ujarnya lagi, wanita cantik itupun mengulurkan tangannya menyalami Alex dan Arie dia berhenti sejenak melihat wajah Arie lekat.


kenapa dengan orang orang ini, mereka terus saja menatap Arie seperti itu. gumam Alex dalam hati.


"Seperti kata suamiku, kau sangat cantik" ucap Nana lembut.


"Panggil aku kakak saja, umur kita sepertinya tidak terlampau jauh"


"Baiklah kak Nana"ucap Arie canggung.


Mereka pun duduk bersama dan menikmati makan malam, Arie sesekali melirik iri pada Nana, mereka begitu romantis,Arow memperlakukan istrinya dengan lembut, memotong steik untuk istrinya, mengelap sudut bibirnya. sementara dia haaaah Arie hanya bisa menghela nafas.


"Kenapa Arie apa makanannya tida enak" Nana melihat saat Arie menghela nafa lesu.


"Ah.. tidak kak ini sangat lezat" jawab Arie gugup.


"Sayang sepertinya kita harus pergi sekarang" ucap Alex tiba tiba. Arie memutar matanya malas.


"Kenapa buru buru sekali" ujar Arow.

__ADS_1


"Istriku tidak bisa tidur terlalu malam, Tuan Arow, dia harus beristirahat dengan cukup, iya kan sayang" Alex sengaja menyenggol lengan Arie. Arie pun melihat Arow dengan senyum terpaksa.


"Baiklah kami permisi dulu, Terima kasih atas makan malamnya"


"Tentu sayang sekali kita tidak bisa bersama lebih lama lagi"ucap Nana.


"Arie bisakah kapan kapan aku mengajak mu keluar" imbuh Nana.


"Tentu kak, kau bisa menghubungi suami ku"


"Baiklah" Nana memeluk Arie erat.


Arie dan Alex pun berlalu keluar ruangan private.


"Bagaimana Sayang, apa kau setuju dengan ku" ucap Arow sambil memeluk pinggang istrinya.


"Iya kau benar, matanya sama seperti Mama" suara Nana terdengar serak, air matanya mulai menetes.


"Hey kenapa kau menangis sayang" Arow mengusap air matanya dengan lembut.


"Sejak tadi aku berusaha menahannya,"ucap Nana manja.


"Semoga kali ini kita tidak salah"


"Aamiin"


******


"Kenapa kau berbohong Tuan Alex" ucap Arie kesal.


"Bohong apa, aku tidak bohong ingin cepat pulang" jawab Alex santai.


"Iish... menyebalkan" Arie refleks mencubit lengan Alex.


"Aaaaawww sakit, aku sedang menyetir kau mau kita kecelakaan" ucap Alex.

__ADS_1


Arie membuang muka ke luar jendela, dia bukan kesal karena Alex berbohong tapi dia seakan tidak rela berpisah dengan dua orang itu, meskipun Arie tidak banyak bicara padanya namun Arie merasa nyaman di sampingnya dan Nana dia.


"Mungkin hanya perasaanku saja" gumam Arie lirih.


__ADS_2