
Bandara Juanda seorang wanita berjalan menyeret koper berwarna merah. dengan perasaan menggebu dia memanggil taksi merasa tak sabar ingin segera bertemu seorang yang sangat di rindukan.
Ting...tong..
Arie yang sibuk membuka Adonan kue kering bergegas menuju pintu, di lihatnya dari layar kecil, seorang wanita cantik telah berdiri di depan pintu.
"Siapa"
"Cepat buka pintunya"
"Anda siapa Nona" ujar Arie dengan sengaja menekankan kata Nona.
"Ck..kau tuli ya, buka saja pintunya atau akan ku buat kau di pecat" ucap Nuwa dengan berkacak pinggang.
"Eh.. ga usah nge gas kali, ga mau jawab ya sudah, berdiri saja di situ sampai jamuran week" Arie menjulurkan lidahnya, dan kembali ke dapur melanjutkan aksinya membuat adonan.
"Dasar pembantu kurang ajar" Nuwa mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.
"Keke...." Nuwa bicara dengan nada manjanya, setelah telpon tersambung.
"Haloo.. adikku sayang" Alex sudah menyiapkan hati menerima omelan dari adiknya pekara pernikahan dadakannya.
"Aku ada di depan apartemen mu tapi pembantu mu yang sialan itu tidak mau membuka pintu" Nuwa menghentakkan kakinya dengan kesal.
"Pembantu?" Alex terdiam sejenak karena dia tidak memakai jasa Asisten rumah tangga, Alex berdecak dia baru ingat satu satunya orang di apartemennya adalah istri bar barnya.
"Aku akan bicara dengannya, tunggulah sebentar" Alex segera menutup telfonnya dan membuat sambungan telepon baru.
"Rasain kau" Nuwa tersenyum menang, dia tau pasti kakaknya akan langsung memecat orang yang tadi menolak membuka pintu untuknya.
"Kenapa ga di angkat sih" Alex menekan nomer Arie berkali-kali namun nada sibuk selalu di dengarnya.
"Dasar vakum cleaner, dengan siapa dia bicara" Alex mematikan ponselnya, dan bergegas pulang ke apartemennya.
Sementara Arie tengah asik bermain dengan kue kering resep dari Facebook, dengan headset terpasang di telinganya, sesekali dia tertawa dengan seorang di ujung telepon.
"Hahaha..kakek tau aku berhasil memeras cucu kakek"
"Kau memang gadis pintar hehehe" kakek wu terkekeh.
"Kek, trima kasih atas semuanya, jangan terlalu banyak mengirimkan barang padaku nanti kakek bisa bangkrut" ucap Arie sendu, Arie sangat bersyukur karena Kakek Wu sangat menyayanginya, walau kadang dia merasa Kakek Wu bersikap berlebihan dengan semua barang branded yang di kirim untuknya.
"Kau kesayangan kakek, Kakek rela kalau bangkrut demi membahagiakan mu"
__ADS_1
"Ah... Kakek kenapa Anda lebih manis daripada Suamiku"
"Hahahaha... Arie dengarkan Kakek, kau tidak perlu takut pada siapapun, ingat kakek selalu bersamamu"
"Iya Kek" meskipun Arie bingung karena Kakek Wu tiba-tiba bicara dengan nada serius namun Arie sedikit dapat menangkap maksud dari Kakeknya.
"Baiklah, Kakek titip Cucu bodoh kakek, bye sayang"
"Bye Kakek" Arie pun mengakhiri sambungan teleponnya.
******
"Tuan wu, Nona kecil sudah sampai di apartemen Tuan muda" ujar seorang pria.
"Hem.. aku mengerti, suruh Darwis untuk tetap mengawasi Arie, aku tau gadis kecil itu sudah di cuci otak oleh ibunya" Kakek Wu menjawab Santai.
"Baik Tuan, apakah saya perlu menambahkan body guard untuk Nyonya Arie,Tuan"
"Belum perlu, aku yakin Arie masih bisa mengatasi gadis itu" Kakek Wu memejamkan matanya, saat seorang perawat memberikan suntikan melalui jarum infus yang terpasang di punggung tangannya.
"Baik kalau begitu saya permisi Tuan" pria itu membungkuk hormat dan keluar meninggalkan ruangan tersebut.
Aku tidak tahu lagi berapa lama lagi waktu yang ku punya, semoga langkah ku tidak salah, gumam kakek Wu dalam hati.
******
"Kau sudah pulang, tumben..."jawab Arie santai tanpa menoleh.
"Arie.."
Bruukk..
Alex melangkah dengan kesal mendekati Arie, saat bersamaan Arie menghadap Ke arah Alex, tubuh mereka bertabrakan, Alex tertegun saat melon kenyal menempel di tubuhnya, Arie mendongak menatap wajah Alex yang nampak tegang.
"Kenapa? apa kau sakit?" Arie mengedipkan matanya beberapa kali, wajah Alex memerah saat wajah Arie semakin dekat memperhatikannya, entah mata Alex yang sakit atau apa setiap gerakan Arie seakan slow motion di matanya.
deg
deg
Kenapa dia imut sekali, dan apa ini kenapa jantungku berdetak keras,tak satupun kata keluar dari mulut Alex ia hanya terus menatap Arie dengan lekat.
Nuwa yang melihat pemandangan romantis di hadapannya benar benar kesal, dia membongkar paksa dua insan yang menempel dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Keke, ngapain sich" ucap Nuwa kesal, menyilang kedua tangannya.
"Eh.. iya" Alex gelagapan.
Arie menoleh ke Arah Nuwa, merasa seperti pernah melihat wajah gadis yang berdiri cemberut di sampingnya.
"Arie, kenalkan ini Nuwa adik perempuan ku, Nuwa ayo beri salam pada kakak ipar mu"
"Apa.. " Nuwa terkejut dia melihat penampilan Arie yang lebih mirip asisten rumah tangga dari pada seorang istri CEO, dengan penampilannya yang hanya memakai daster motif polkadot dan rambut di kunci seadanya dan wajah polos tanpa makeup.
"Haloo Kaka ipar , Aku Nuwa" Nuwa mengulurkan tangannya, dan memasang senyum manis di wajahnya.
"Arie, maaf ya tangan ku kotor" ucap Arie memperlihatkan tangannya yang belepotan tepung.
Oh...jadi gadis jutek ini adiknya gumam Arie dalam hati
"Tidak masalah" Nuwa menarik tangannya kembali dan bergelayut manja di lengan Alex.
"Keke aku capek" ucap Nuwa manja, namun matanya terus melirik Arie. Arie melihat tingkah Nuwa hanya dengan santai baginya gadis kecil itu bukan ancaman yang berarti.
"Aku akan mengantarmu ke kamar, Arie tidak apakan kalau dia istirahat di kamarmu"
"Tentu, silahkan" jawab Arie santai.
"Trima kasih, Kakak ipar"
Arie hanya tersenyum, Nuwa dan Alex pun pergi ke kamar Arie.
"Apa kakak ipar tidak tidur bersama Keke" tanya Nuwa yang yang mulai curiga.
"Emh.. itu kamarnya, saat kami belum menikah" ucap Alex gelagapan, tak mungkin dia menceritakan hal yang sebenarnya pada adiknya.
"Kami belum sempat memindahkan barang-barang ke kamarku" imbuh Alex lagi.
"Sial, wanita itu bahkan tinggal di sini sebelum menikah, dasar tidak tau malu" gumam Nuwa dalam hati.
"kau bisa istirahat di sini,Keke akan kembali ke kantor" ucap Alex setelah meletakkan koper Nuwa dalam kamar Arie
"Kenapa aku tidak tidur di kamar Keke saja, kenapa di kamar ini, Aku ingin sama Keke" rengek Nuwa dengan raut wajah yang di buat kecewa.
"Keke sudah menikah Nuwa, lagi pula kau juga sudah dewasa, sudahlah istirahat lah,Arie akan menemanimu di rumah" Alex mengacak acak rambut Adiknya yang sedang cemberut.
Nuwa pun menurut dan masuk kedalam kamar yang biasa di tempati Arie, setelah meletakkan kopernya di menjelajahi kamar itu membuka lemari memeriksa setiap isinya.
__ADS_1
"Sialan... bajunya bahkan lebih mahal dari milikku, dan apa ini bukankah ini limited edition, awas saja Kau kakak ipar akan ku buat hidupmu menderita"tangan Nuwa mengepal kesal melihat semua barang branded milik Arie.