Gadis Berdaster Milik CEO

Gadis Berdaster Milik CEO
Berjalannya rencana


__ADS_3

Seorang wanita terlihat cemas, berjalan mondar mandir di pantry, masih jelas dalam ingatannya dengan perjanjian dengan Nyonya besar.


Asalkan ini bisa di tandatangani Tuan Alex, adikku bisa membiayai operasi adikku, tapi kalau aku sampai ketahuan aku bisa di perjara, bagaimana ini, gumam Ayu dalam hati. Ayu mengigit ujung kukunya, dengan langkah yang tak henti bolak-balik dari ujung ke ujung.


"Ayu, sudah waktunya makan siang" ujar seorang wanita paruh baya.


"iya Bu" Ayu terjingkat dengan suara dari kepala pantry.


"kamu kenapa mondar mandir kayak gitu"


"tida ada apa apa Bu" Ayu menunduk menyembunyikan wajahnya. Ayu pun segera melangkah keluar pantry


Saat menjelang makan siang gadis itu akan bertanya pada beberapa pegawai kantor yang biasa nitip untuk di belikan makanan. mereka kadang terlalu sibuk atau malas keluar meninggalkan semilir AC di ruangan mereka.


Ayu berjalan menyusuri lorong kantor sambil membawa buku catatan kecil dan bolpoin di sakunya, dia mulai bertanya pada beberapa pegawai yang biasa menyuruhnya membeli makan.


"Pak Chiko, mau di belikan apa hari ini," tanya Ayu pada seorang pria yang tengah memeriksa berkas di mejanya.


"seperti biasa saja Yu" ujar pria itu sambil memberikan lembaran uang kepada Ayu.


"Bapak sepertinya sibuk sekali,"


"iya.. saya harus menyelesaikan pekerjaan, sebelum pak Alex pergi ke luar kota besok, belum lagi acara tahunan kantor bulan depan" Chiko menggaruk kepalanya.

__ADS_1


Bibir kecil atau seketika membulatkan membentuk huruf O.


"semua ini harus selesai ya pak" Ucap Ayu sambil menunjuk tumpukan map di meja kerja Chiko.


"iya semua harus selesai, agar bisa segera di tanda tangani Tuan," Chiko menghentikan tangannya, lalu menatap ke arah Ayu.


"tumben kamu keppo"


"ah ga pak, hehehe" jawab Ayu dengan sedikit gugup.


"ya sudah cepat belikan saya makanan" tangan Chiko mengibas mengisyaratkan Ayu untuk segera pergi. Ayu pun melangkah meninggalkan meja Chiko.


Setelah selesai membelikan semua pesanan para karyawan, Ayu kembali ke kantor, saat ayu melangkah ke meja Chiko, dia tak menemukan Chiko di sana, gadis itu memandang sekitar, kantor terlihat seperti semua sudah pergi menikmati waktu istirahat mereka, dengan tangan gemetar Ayu mengeluarkan selembar kertas dari sakunya, lalu menyiapkannya di antara lampiran berkas di dalam tumpukan map di meja Chiko.


"ehem.. Mba ngapain" Ayu terkejut saat sebuah tangan menyentuh pundaknya, Ayu menoleh kebelakang, matanya semakin membulat melihat wajah orang yang menyentuhnya.


"Mba sakit?" tanya Arie cemas, melihat wajah gadis di hadapannya yang pucat.


"ti..dak... Nyonya, saya permisi dulu Bu" dengan tergesa-gesa Ayu melangkah meninggalkan Arie. Arie hanya menatap heran pada punggung gadis yang berlalu dihadapannya.


"Nyonya" seorang laki laki berjalan cepat mendekati Arie, ia lalu membungkuk hormat kepadanya.


"Pak sekertaris, selamat siang" ucap Arie dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"dimana Alex, aku baru dari ruangannya tapi kosong"


"Tuan sedang makan siang dengan klien Nyonya"


"Makan siang di luar" Arie berdecak kesal.


"ya sudah, Aku pulang dulu" Arie menghembuskan nafas panjang, lalu melenggang pergi.


Melihat Arie yang pulang dengan wajah yang masam membuat Chiko merasa kasian pada Nyonya nya, bukan kali pertama Alex tidak memberi tahu kepada istrinya kalau dia tidak berada di kantor. Chiko hanya bisa menggelengkan kepalanya menyayangkan sikap Tuannya.


Sementara di pantry, Ayu terlihat sangat ketakutan dia duduk sambil terus mengigit ujung kuku jempolnya, tenggorokannya terasa kering dan cekat.


"Kamu kenapa yu" seorang rekan kerjanya heran melihat tingkah Ayu yang tak biasa.


"ga papa Mba, hanya capek saja" kilah Ayu.


"istirahatlah dulu, ada bapak-bapak yang mencari mu, dia menunggu mu di luar"


"si..a..pa.. Mba" jantung berdetak kencang, keringat dingin membasahi tubuhnya.


"ga tau, temuin gih"


"iya Mba" Ayu bangkit dari duduknya, berjalan gontai keluar dari pantry.

__ADS_1


Ayu menelan ludah kasar saat tahu siapa yang mencarinya, dengan langkah kaku Ayu berjalan mendekati pria paruh baya itu dengan menundukkan, walaupun pria itu memakai masker, namun Ayu hafal betul dengan pria paruh baya itu.


"ikut saya" ucap pria itu datar, Ayu mengangguk kecil, dengan gontai Ayu mengikuti langkah Pria itu.


__ADS_2