
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW YA ANAK ANAK KESYAANGAN EMAK DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Sebastian bangun di tengah malam, dia menatap istrinya yang sudah terlelap. Sebelum turun dari ranjang, Sebastian mencium pundak Nana dahulu kemudian mengusap perutnya yang masih datar.
Saat keluar kamar, Sebastian berjalan sambil bergumam, “Asikkk ada bayi, asikkk jadi daddy, asikkk mau penuhin kamar.”
Kebahagiaan Sebastian berlipat ganda. Untuk membuktikan rasa syukurnya pada Tuhan, Sebastian akan membangunkan panti asuhan di beberapa titik beserta dengan rumah ibadah dan juga sekolah untuk mereka.
Kini Sebastian benar benar merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya.
Karena tidak mengantuk, Sebastian duduk di mini bar dan meminum alcohol rendah. Sambil melihat lihat ponselnya menunggu kabar dari Luke.
Sebastian bergumam sendiri. “Aku kalah start dari Luke, kenapa dia bisa punya anak?”
Kemudian dia menjawabnya sendiri juga. “Ah, tentu saja karena mereka membuatnya.”
Sebastian pikir hidupnya paling sulit saat itu, ternyata ada yang lebih parah yakni Luke. Sebastian pikir dirinya tidak akan bisa memiliki istri, anak dan hidup normal. Tapi kenyataan mengubah segalanya, dia kini memiliki apa yang diharapkannya.
“Apa yang bisa aku lakukan untuk Luke?”
“Seharusnya anda membangunkan saya, Tuan.”
“Astaga, Hans. Kau membuatku kaget.”
“Anda butuh teman?”
“Ya, aku perlu pendapatmu mengenai Luke. Duduklah.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Nana mendapat perlakuan sangat special dari Sebastian setelah dia terbukti hamil. Bahkan sekarang Nana tidak bisa ditinggalkan sendirian. Sebastian menyuruh Eve untuk tetap berada di sampingnya, standby dan tidak meninggalkannya.
Dan Nana sedikit merasa risih.
“Eve, tolong jaga Nana. Jangan tinggalkan dia sendirian,” ucap Sebastian saat dia hendak berangkat.
Nana menghela napasnya dan memilih diam. Dia mengantarkan Sebastian dahulu menuju ke luar rumah.
“Hati hati di jalan,” ucap Nana.
“Jaga diri ya, awas kalau sampai kerja yang berat berat. Belajar juga jangan berat berat, kalau udah pusing mending udahan aja ya. Otak kamu juga perlu istirahat, Sayang.”
Daripada berdebat, Nana memilih untuk mengangguk.
“Nanti aku pulang agak lambat.”
“Boleh aku ke rumah ayah, Mas?”
“Gak papa, sama Eve aja berdua ya.”
Sebastian terlihat ragu. “Kemaren kan gak jadi, sekarang masa gak boleh? Aku kangen sama ayah, kan katanya ibu hamil harus bahagia terus.”
“Mau kapan emang? Jam berapa?”
“Abis makan siang ya? Sama Eve kok.”
Sebastian terdiam sejenak untuk menimang pikirannya.
“Ya, Mas?”
__ADS_1
“Yaudah, nanti telpon kalau mau berangkat.”
Nana mengangguk penuh rasa senang, dia melingkarkan tangannya di leher sang suami kemudian berjinjit dan mencium Sebastian. Yang mana membuat Sebastian menyeringai. “Jangan sekarang, Sayang.”
“Eh, apa sih?” tanya Nana yang melepaskan pelukannya.
Membuat Sebastian gemas dam mencubit pipi istrinya. Sebelum berangkat, Sebastian mengelus perut istrinya dahulu. “Daddy berangkat dulu ya.”
“Daddy?” tanya Nana.
“Iya, Daddy.”
“Mas liat dong muka aku muka kampong, masa Mommy dipanggilnya?”
“Kamu cantik, siapa yang nyangka kamu dari kampung? Lagian dari kampung bukan berarti jelek, Sayang.”
Nana terdiam, membuat Sebastian sadar. “Baiklah, maunya apa? Emak? Bapak?”
“Kok Emak Bapak sih?”
“Abah?”
“Ih, enggak gitu juga.”
“Maunya apa ayo bilang?”
“Yang biasa aja, Mama sama Papa. Emang gak bisa?” tanya Nana malu malu.
“Gak mau Emak sama Abah nih?”
Nana mengerutkan keningnya. “Mas bosen rumah tangga kita adem ayem ya?”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE