Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Keputusan Akhir


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Jangan lupa juga buat follow igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Emak sayang kalian, selamat membaca.🌹


Nana bangun saat mendengar suara bising. Dia mendapati suaminya sedang bersiap siap entah akan kemana, membuatnya terbangun dan mendudukan diri. “Mas mau kemana?”


“Ayah aku mau ketemu katanya.”


“Beliau belum berangkat?” tanya Nana dengan suara seraknya.


Sebastian menggeleng, dia duduk di bibir ranjang untuk memegang pipi istrinya kemudian mencium kening istrinya. “Lucille meninggal,” jelasnya yang sontak saja membuat Nana kaget.


“Hah? Kok bisa? Pesawatnya jatuh atau gak naik naik?”


“Dia berusaha bawa kabur Michael, tapi ketabrak sama taksi. Dia meninggal di tempat, Michael dilarikan ke rumah sakit.”


“Aku ikut,” ucap Nana tanpa basa basi langsung keluar dari kasur dan berganti pakaian.


Sebastian memang tidak ingin istrinya terlibat atau ikut masuk dalam masalah apapun. Tapi kini dia benar benar membutuhkan sosok sang istri, jadi dirinya mengizinkan.


“Ayo, Mas.”

__ADS_1


Sebastian bahkan enggan menyetir, dia menyuruh Hans menjemputnya ke rumah.


Saat berada dalam mobil, Nana melihat raut wajah penuh kekhawatiran sang suami. Entah apa yang dikhawatirkan suaminya, tapi Nana ingin selalu ada di sampingnya. Oleh karena itu, Nana menggenggam tangan Sebastian yang membuat Sebastian mengalihkan focus pada sang istri.


Kemudian Nana bergumam, “Semuanya akan baik baik saja, Mas.”


Sebastian tersenyum, dia senang istrinya selalu ada di sampingnya. Tidak ada satu kata pun yang terucap, Sebastian hanya mencium tangan sang istri yang dia genggam.


Sesampainya di rumah sakit, Hans berkata, “Tuan Arnold ada di lantai VVIP.”


Sebastian mengangguk, dia berjalan sambil menggenggam tangan sang istri menuju lantai atas.


Sebastian mengikuti arahan beberapa penjaga yang ada di sana menuju ke sebuah ruangan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Nana terdiam di dalam ruangan di mana Michael sedang dirawat di sana. Anak itu tidak sadarkan diri, ada banyak goresan di tubuhnya, ditambah lebam di tangannya. Sebagian wajahnya mendapat luka goresan yang cukup mencolok.


Tangan Nana menggenggam tangan anak itu, dia merasa pada anak sekecil itu harus kehilangan ibunya. Mengingatkan dirinya akan dirinya sendiri, dimana Nana tumbuh besar tanpa sosok seorang ibu.


Nana sendiri berharap akan merawat Michael jika saja Arnold tidak mau menerima anak ini. Nana bahkan sudah merencanakan bagaimana cara dia akan membujuk Sebastian.


Sementara itu, Sebastian dan Arnold sedang bicara di tempat lain. Tepatnya di sebuah ruangan terbuka yang masih ada di lantai VVIP.

__ADS_1


Sambil melihat gelapnya malam, kedua pria itu duduk bersejajar.


“Apa yang akan daddy lakukan sekarang?”


“Daddy akan pulang ke Amerika, tentu saja.”


“Maafkan aku,” ucap Sebastian menunduk, dia menyesal tidak mengatakan semuanya sejak awal.


Saat itulah Arnold menggenggam tangan putranya. “Tidak apa, jangan menyalahkan diri sendiri. Kita baik baik saja bukan?”


Sebastian mengangguk sambil menahan air mata. Meskipun apa yang dilakukan Lucille jahat, wanita itu meninggalkan kenangan manis diantara mereka. Keinginan Sebastian hanyalah agar wanita itu menjauh dari keluarganya saja.


“jangan menyalahkan diri sendiri, Bas. Mungkin ini yang terbaik. Oke?”


Sebastian mengangguk. “bagaimana dengan pria bernama Steve itu?”


“Mereka sudah menangkapnya, dan akan dikirim ke negaranya.”


“Dan…. Michael?” tanya Sebastian dengan pelan, dia merasa kasihan pada anak kecil itu.


Arnold diam, tapi wajahnya menunjukan kalau dia tidak akan melakukannya. Itu anggapan Sebastian sampai dia mendengar kalimat, “Dia akan selalu jadi anakku apa pun yang terjadi. Aku tidak berharap kau mengakuinya sebagai saudaramu, aku hanya ingin kau bersikap baik padanya. Dia tidak akan merebut apa pun darimu. Hanya dia yang aku miliki untuk masa tua.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2