
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
“Selamat pagi, Tuan. Saya sudah menjadwalkan ulang semuanya, tapi untuk hari ini tidak bisa. Anda ada pertemuan langsung tatap muka dengan Tuan Nakamoto.”
Sebastian berhenti melangkah dan membalikan badannya menatap Jenni. “Bisakah Hans menggantikannya?”
“Tuan Hans sedang mengurus proyek taman kapal pesiar di pantai baru.”
“Ah, kenapa aku harus sibuk di saat seperti ini?”
“Dan ada masalah juga, saya rasa anda harus melihat proyek yang ada di Malibu.”
Sebastian kembali menghela napasnya dalam. “Seharusnya mereka tidak melakukan proyek di waktu yang bersamaan.”
“Dan sudah saya jadwal ulang, itu tidak akan bertentangan dengan pengobatan anda. Untuk hari pengobatan anda, saya mencoba mengalihkan jadwal itu untuk Tuan Hans. Jadi anda bisa melakukan pengobatan dengan tenang.”
Sebastian mengangguk paham. “Kerja yang bagus.”
Saat sampai di ruangannya, Sebastian menyempatkan diri untuk kembali menelpon Nana. Namun istrinya itu tidak mengangkat.
“Ini sudah siang, apakah dia belum sampai?”
Dan tidak lama kemudian, Sebastian mendapatkan pesan yang isinya adalah foto foto Nana yang sedang rebahan di sana dengan memakai pakaian seksi.
Seketika Sebastian langsung menghubunginya, tapi ditolak oleh Nana.
Kembali mencoba, akhirnya diangkat oleh Nana.
“Sayang, kenapa kau memakai pakaian setipis itu? Kenapa kau tidur di kasur orang lain? Kenapa tidak menghubungiku lagi?”
__ADS_1
“Maaf, aku sedikit mabuk. Aku akan menginap di sini, Mas. Lumayan jauh, dan aku tidak bisa naik mobil lagi.”
“Tapi, Sayang…. Malam ini aku akan pulang.”
“Lalu kenapa? saat pulang kau bisanya langsung tidur, aku sudah meminta pelayan untuk menyediakan kebutuhanmu. Aku mau istirahat dulu oke, sampai jumpa besok, Mas.”
“Tapi, Sayang. Aku…..”
Telpon lebih dulu terputus, membuat Sebastian menatap ponselnya dengan helaan napas berat.
Beberapa detik kemudian, foto yang sangat seksi kembali dikirim. Dan hanya Nana yang bisa membangunkan juga meredakannya lagi, membuat Sebastian menghela napas dalam.
Dia kemudian menghubungi Jenni lewat telpon kantonya.
“Hallo, Tuan?”
“Belikan aku sabun yang tidak menyebabkan iritasi.”
“Sabun?”
🌹🌹🌹🌹
Nana merasa sangat tenang berada di sini, rasanya seperti di pedesaan sama seperti di kampung halamannya. Hanya suasana hatinya saja yang berbeda. Di sini didominasi rumah petani yang sederhana dan ladang yang luas.
Nana disambut dengan baik di sini, dia diajarkan berbagai macam masakan, diajak ke ladang dan juga dibuatkan makan malam yang sangat enak.
Bibi dari Eve menyambut baik Nana dan mempersilahkannya datang kapan saja.
Saat malam menjelang, Sebastian tidak henti hentinya menghubunginya. Yang mana membuat Nana memilih membalasnya dengan mengirim foto seksi kemudian kembali melanjutkan aktivitas memandangi area sekitar.
Sebelumnya, ada pesan masuk dari Sebastian yang berisi, “Sayang, kau tahu berapa banyak sabun yang aku habiskan hari ini?”
Dan Nana membalasnya dengan, “Aku juga merindukanmu.”
__ADS_1
Setelahnya Nana meninggalkan ponsel dan keluar dari kamar.
“Di sini sangat menyenangkan,” ucap Nana pada Eve.
“Anda belum tidur, Nyonya?”
“Tidak apa, kau tidur saja duluan. Aku ingin berjalan jalan.”
“Ah, aku tidak mengantuk.”
“Matamu merah, Eve. Sudah tidur saja,” ucap Nana melihat mata Eve yang begitu merah. “Dimana Bibimu? Apa sudah tidur?”
“Iya.”
“Kalau begitu aku akan membuat cokelat panas.”
“Biar saya saja, Nyonya. Anda naik saja ke atas.”
“Ah…. Baiklah.”
Karena Eve mendorongnya pelan untuk kembali ke lantai dua, Nana pun menurut.
Dan sebagai gantinya, Eve membuatkannya.
Hanya butuh beberapa menit sampai akhirnya selesai, Eve membawanya ke kamar majikannya. “Nyonya, ini cokelat anda.”
Nana sedang berdiri di balkon kecil, membuat Eve mendekat. “Nyonya, in… apa yang sedang anda lihat?”
Eve mengikuti arah pandangan Nana, di sana ada bayangan hitam yang sedang bergerak ke arah gudang. “Ya Tuhan, apa itu hantu?”
“Tenanglah, Eve, itu hanya pencuri.”
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE