Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Permintaan Nana


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Jangan lupa juga follow igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Emak sayang kalian, selamat membaca sayang sayangku.🌹


🌹 Emak akan mulai rajin update lagi ya, soalnya kemaren Cuma kepotong emak sakit. Doain supaya emak sehat, kalian juga jaga kesehatan ya. Emak sayang kalian.🌹


Pengasuh itu berhasil mendapatkan rambut Michael, rambut pria yang menjadi ayah kandungnya dan juga Arnold saat dia menemani Michael bermain di ruangan bersama ayahnya. Beruntung saat itu Lucille sedang keluar membeli makan.


Beralasan akan ke kamar mandi dulu, pengasuh itu berhasil keluar dari kamar pasien meninggalkan Lucille bersama anak dan suaminya di dalam sana.


“Kita akan kembali lusa,” ucap Arnold sambil mengusap Michael yang tertidur pulas di sampingnya.


Kalimat itu tentu saja membuat Lucille terkejut. “Sayang, kita harus melihat bagaimana Sebastian dan Nana. Pernikahan mereka mung⸻”


“Berhenti mengurusi mereka sebelum aku benar benar tidak memberikan apa pun pada Michael.”


“Kau tega melakukan itu padakku? Pada Michael? Dia anakmu.”


“Lucille Sayang, aku percaya pada Sebastian. Lagipula aku melihat ketulusan dalam menantuku, jadi Sebastian akan baik baik saja. aku juga memberinya waktu untuk membuat istrinya hamil, jadi semua akan baik baik saja.”


“Tap⸻”


“Keputusanku bulat, aku sudah menghubungi asistenku untuk menjemputku.”


Lucille menarik napas dalam. “Baiklah,” ucap Lucille pada akhirnya.


“Aku akan keluar sebentar,” ucap Lucille melanjutkan.


Dia keluar dari kamar pasien itu dengan wajah kesal. Lucille segera menghubungi mantan kekasihnya itu saat berada di ruangan yang sepi, tepatnya di tangga darurat.


“Hallo, sayangku? Ada apa?” tanya Steve yang merupakan ayah kandung dari Michael.


“Aku akan pulang ke Amerika, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa mengganggu Nana dan Sebastian.”

__ADS_1


“Inga tapa yang aku katakan, singkirkan saja Arnold. Dengan begitu kau akan mendapatkan setengah hartanya. Jika perusahaan utama jatuh pada Sebastian, maka anak kita hanya mendapat tidak lebih dari setengahnya.”


Lucille menarik napas dalam.


“Ayolah, Lucille. Aku hanya melakukan ini demi anak kita, jangan berfikir kau ingin Michael miskin.”


“Aku tidak menginginkannya. Tapi bagaimana jika mereka mengetahuinya?”


“Tidak akan, racun itu sudah aku buat sedemikian rupa. Jadi penyakitnya akan parah, mereka akan tahu itu akibat penyakit.”


“Baiklah, akan aku coba. Tapi aku akan mencobanya nanti di Amerika, supaya tidak ada yang curiga.”


“Hei, lebih cepat lebih baik.”


Lucille kembali berfikir.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Nana mendorong dada suaminya untuk berhenti melakukan ciuman di lehernya.


“Cape,” ucap Nana yang menyerah.


“Udahan dulu, Mas.”


“Oke,” ucap Sebastian menurut, dia menarik istrinya ke dalam pelukannya supaya bisa melanjutkan ke dalam sesi berikutnya.


“Sayang, kamu mau tahu tentang aku dan Lucille?”


“Tidak,” ucap Nana singkat. 


“Sayang, kau masih marah bukan?”


“Mas aku tidak marah, percaya padakku.”


“Lalu kenapa tidak ingin tahu tentang ceritaku dan Lucille?”

__ADS_1


“Daripada menceritakan masa lalumu, ayo kita buat cerita kita sendiri.”


Dan kalimat itu tentu saja membuat pipi Sebastian memerah, dia semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri. “Aku sangat mencintaimu, Sayang.”


“Mas?”


“Hmmm? Iya, kau juga mencintaiku bukan?”


“Bagaimana kalau kita pulang?”


“Apa?”


“Aku dengar ayah mertua sedang sakit dan Eve mengabari kalau mereka akan pulang lusa, setidaknya kita harus mengantarkan mereka.”


Sebastian diam, dia malas untuk berurusan dengan Lucille ataupun Arnold. Meskipun Sebastian punya bukti yang kuat kalau Michael bukan anak dari Arnold, dia tidak siap melakukannya sekarang.


“Mas?”


“Iya, Sayang?”


“Aku ingin jujur.”


“hmmm?”


“Aku merasakan aura jahat pada Lucille, dia sepertinya tidak menyukai keluarga kita.”


“Itu memang kenyataan.”


“Dan aku pikir itu juga berlaku pada ayahmu, setidaknya tunjukan kepedulianmu padanya agar Lucille tidak berbuat seenaknya.”


Sebastian kembali menarik napas. “Sebenarnya aku malas bertemu dengannya.”


“Mas, ayahmu tidak malas saat membuatmu.”


Skak mat!

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2