Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Dalam air


__ADS_3

🌹Selamat membaca ya anak anak, jangan lupa kasih emak vote ya anak anak.🌹


🌹Igeh emak itu : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca dan ingat kalau emak sayang kalian, muehehehehe.🌹


Nana belum ingin berenang, jadi dia bersantai di kursi pantai menghadap laut yang sudah disiapkan pelayan villa di sana. Meskipun Nana tidak paham apa yang dikatakannya, Nana mencoba mengerti dengan gerakan tubuh. 


“Thank you,” ucap Nana saat pelayan itu sudah menyiapkan makanan untuknya.


Nana menyandarkan punggungnya di kursi pantai menatap sang suami yang sedang berselancar di sana. Sambil minum air limun, Nana tersenyum dan sesekali melambaikan tangan pada sang suami yang sibuk dengan ombak di sana.


Perasaan yang belum pernah Nana rasakan sebelumnya, kebahagiaan yang begitu besar. Dan Nana tidak bisa mengatakannya bagaimana dia sangat bahagia bersama suaminya, tapi dia berjanji akan selalu di samping suaminya.


Saat sedang bersantai, Nana ingin menelpon Lily untuk menanyakan sendiri keadaan Oma.


Hanya menunggu beberapa menit, Lily di sana mengangkatnya.


“Hallo, Na, ada apa?”


Mendengar suara Lily yang sepertinya baru bangun tidur itu membuat Nana merasa bersalah. “Astaga, apakah aku mengganggumu? Maafkan aku.”


“Tidak, tidak. Katakan ada apa?”


“Aku ingin menanyakan keadaan Oma.”


“Dia mulai membaik, kau tahu?”


Nana mengangguk. “Suamiku yang memberitahu, bagaimana dengan Eta?”


“Dia juga lebih baik, jangan khawatirkan apa pun dan nikmatilah liburan kalian.”


“Terima kasih dan maaf mengganggumu.”


“Tidak apa, apa ada sesuatu yang lain yang harus kau katakan?”

__ADS_1


“Tidak ada, selamat tidur kembali.”


Lily tertawa. “Aku tutup telponnya.”


“Baik.”


Dan bertepatan saat telpon ditutup, Sebastian datang. “Siapa yang kau hubungi, Sayang?”


“Lily, aku menanyakan keadaan Oma.”


“Bagaimana?”


“Katanya sudah membaik.”


Sebastian mengangguk angguk, dia duduk untuk mengeringkan badannya sejenak di bawah sinar matahari sore.


“Udahan, Mas?”


“Maunya bareng.”


“Gak usah naik papan, berenang biasa aja yuk.”


Awalnya Nana ragu, pasalnya dia harus membuka jubahnya dimana isinya adalah bikini renang saja. Nana tidak masalah jika suaminya yang melihatnya, tapi ini di alam terbuka dan Nana takut ada orang lain yang melihatnya.


Paham dengan maksud istrinya, Sebastian segera berkata, “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Sayang. Tidak akan ada yang melihat. Suamimu yang gagah ini sudah menyewa tempat ini. Mungkin hanya ada pelayan.”


Dan sebelum Nana kembali menjawab, Sebastian berkata lagi, “Pelayannya juga perempuan. Ayo kita berenang.”


“Nanti jangan berdiri kayak tadi, berdiri di air.”


Paham dengan maksud istrinya, Sebastian tersenyum, “Tenang saja.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Nana menjelajah laut dengan penuh kebahagiaan. Biasanya dia hanya berenang di kali, tapi sekarang dia berenang di laut bebas. Saat sedang senang senang melihat keindahan bawah laut, tiba tiba suaminya menarik kakinya.

__ADS_1


“Mas!” teriak Nana kaget. “Jangan gitu!”


Sebastian malah tertawa mendapat pukulan dari istrinya. Dia bisa menggenggam pinggang kecil Nana dengan kedua tangannya, membuat mereka lebih dekat.


“Mas.”


“Mau cium dulu dong.”


CUP.


Nana mencium pipi suaminya.


“Bukan itulah, di bibir.”


“Nanti berdiri lagi.”


“Enggak, berdirinya nanti malem aja.”


Dan Nana berusaha percaya, dia mencium bibir suaminya. Dan Sebastian malah semakin dalam menciumnya tidak mempedulikan ombak yang menghantam.


Nana yang mulai merasakan sesuatu yang salah segera melepaskan ciuman dengan mendorong pelan suaminya. “Mau udahan dulu, dingin.”


“Tapi aku masih mau berenang, Sayang,” ucap Sebastian dengan manja.


“Mas berenang aja, aku nunggu di sana.”


“Oke,” ucap Sebastian pada akhirnya melepaskan istrinya.


Dan saat Nana keluar dari air, dia mengusap dadanya. “Aman,” ucapnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Noh Kang Babas yang basah basahan.


__ADS_1


__ADS_2