
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Nana menatap rumah yang sudah lama dia tinggalkan itu, beberapa orang datang untuk melihat bayi mereka yang kini bebas dilihat siapa saja dan kapan saja. beberapa tetangga yang sudah Nana kenal itu datang dan memberikan bingkisan kecil. Tidak seberapa dengan yang bisa dibelikan Sebastian, tapi Nana bahagia dirinya bisa berada di lingkungan yang baik ini.
Jenni selalu membantunya, begitupula dengan Karina dan Michael yang menjaga putri kecilnya dan memastikan dia tidak menangis.
“Mereka akan bersahabat saat sudah dewasa nanti,” ucap Jenni tersenyum melihat interaksi antara Michael, Karina dan Joy yang terlelap.
Nana mengerutkan kening. “Keduanya terlalu jauh, kau tahu? Umur mereka begitu jauh.”
“Hei ayolah, mereka akan saling menjaga saat sudah dewasa nanti. Michael sangat menyukai keponakannya.”
Nana tersenyum, dia bahagia kini memiliki sosok putri di kehidupannya. Andai saja ayahnya masih ada, andai saja Lia tidak jahat dan Rina tidak memanfaatkannya. Ah, Nana penasaran bagaimana kabar mereka, apakah mereka bahagia di sana? Memang Nana kejam karena memasukan saudara tirinya ke penjara, memutus hubungan dengan sang ibu tiri, tapi Nana bahagia bisa keluar dari zona orang orang itu.
Dia juga tidak ingin putrinya tumbuh dengan orang orang toxic di kehidupannya.
“Dad, selamat datang,” ucap Nana melihat ayah mertuanya datang. ‘”Ingin minum?”
“Tidak, duduk saja. daddy akan membawanya sendiri,” ucap Arnold melangkah ke arah dapur dan mengambil soda di sana, sampai matanya melihat Sebastian sedang duduk di halaman belakang, dimana dia melihat kolam renang dengan sesuatu yang ada di tangannya. “Apa yang sedang dilakukan Sebastian?”
“Dia sedang berusaha memperbaiki bohlam, padahal aku menyuruhnya memanggil tukang, dia bersikeras kalau dirinya itu bisa melakukannya.”
Arnold tertawa dan melangkah mendekati putra tunggalnya itu, dia duduk di bangku kosong di samping Sebastian. “Apa kau kesulitan?”
“Aku bisa melakukannya,” jawab Sebastian tanpa melihat Arnold dan hanya focus pada benda yang ada di tangannya. “Nana meremehkan aku, dia bilang hanya tukang yang bisa melakukannya, padahal aku lebih dari mampu untuk melakukannya.”
Arnold tertawa. “Ya, kau pasti bisa melakukannya. Kau akan menjadi ayah terbaik. Putrimu akan bangga memiliki ayah sepertimu.”
Seketika Sebastian menghentikan kegiatannya dan menatap Arnold. “Kau juga ayah yang baik, Dad.”
__ADS_1
Arnold tersenyum tipis. “Kau pasti kecewa saat aku menikahi Lucille bukan? dia mantanmu.”
Sebastian terdiam. Ah…, cerita lama itu kembali muncul ke permukaan.
“Daddy sebenarnya tidak berniat menikahinya, tapi dia mengatakan kalau dia mengandung anakku. Seingatku, saat mabuk, Daddy tidak menidurinya, melainkan wanita lain. Hanya saja kebetulan dia ada di sana. Dia membuatku yakin kalau dia yang ditiduri, dia bahkan mengancam akan bunuh diri jika tidak menikahinya.”
“Daddy mencintainya?”
“Aku sakit saat kau menjauh dan membeciku. Maafkan Daddy, Bas. Tidak bisa memberimu kebahagiaan.”
Sebastian terdiam, dia membalas tatapan Arnold. “Kau menyayangiku?”
“Haruskah kau menanyakannya?”
“Jika aku dan Michael tenggelam, mana yang akan Daddy selamatkan?”
Arnold terdiam sesaat sampai akhirnya menjawab. “Aku akan menolong Michael, kemudian tenggelam bersamamu. Daddy akan menemanimu melewati rasa sakit itu.”
Sebastian menggeleng tidak percaya. “Dad, aku punya anak dan istri. Seharusnya kau menyelematkanku."
Sebastian tersenyum, dia mengambil soda dari tangan Arnold yang tinggal setengahnya itu. “Aku menyayangimu, Dad.”
🌹🌹🌹🌹
Malam datang dengan begitu cepat, meninggalkan dua insan yang telah bergemul di kain tipis sambil menonton televisi. Tidak lupa camilan yang berada di sekitar mereka. Dan jangan lupakan juga sosok bayi yang terlelap di sofa di belakang mereka.
Keduanya sedang menonton film horror, sampai adegan kejar kejaran antara manusia dan setan di mobil membuat Nana mengingat sesuatu.
“Mas membeli bangunan baru lagi? Unit perumahan di sini?”
“Iya, aku berencana merobohkannya.”
“Untuk apa, Mas?”
__ADS_1
“Ah, aku lupa mengatakannya sayang. Kalau ada banyak hadiah mobil yang datang, jadi kita harus punya parkiran sendiri.”
Nana menghela napasnya, kalau begini bisa bisa seluruh unit perumahan dibeli oleh Sebastian kemudian diratakan dan dijadikan mansion.
“Kenapa tidak mengajak berdiskusi dulu.”
“Maaf sayang,” jawabnya sambil memakan popcorn. “Aku lupa, saat itu kau sibuk dengan Joy dan mobil berdatangan seperti hujan.”
Nana mengadah menatap suaminya yang memeluknya dari belakang. “Bagaimana kalau kita membeli mansion saja? tapi bukan untuk ditinggali, hanya dikunjungi sesekali. Jadi jika Mas ada acara, bisa membawa teman teman atau rekan ke sana, bukan rumah yang kecil ini.”
“Apakah boleh, Sayang?”
“Tentu, asal jangan disalahgunakan.”
Paham dengan maksud istrinya, Sebastian hanya tertawa dan memberikan ciuman di bibir sang istri dengan begitu dalam. “Aku mencintaimu, Sayang.”
“Aku juga Mas,” jawab Nana mengutarakan isi hatinya. “Terima kasih telah datang pada kehidupanku.”
Sebastian tersenyum, dia begitu bahagia bisa membangun kehidupan yang luar biasa dengan Nana. “Katakan padaku apa yang kau inginkan, akan aku lakukan.”
“Tetaplah bersamaku sampai aku tua, aku tidak butuh harta yang berlimpah, cukup untuk makan dan menyambung hidup saja itu baik untukku. Jangan sampai kelelahan, Daddy nya Joy, kau punnya tugas untuk memberi Joy adik.”
Kalimat yang mana membuat Sebastian tersenyum gembira, dia menunduk memberikan ciuman pada istrinya. Mereka saling *******, sampai akhirnya indra penciuman Sebastian mencium sesuatu yang aneh.
“Sayang, sepertinya Joy buang air besar.”
Nana mengerucutkan bibirnya. “Giliranmu ya…”
“Sayang…,” rengek Sebastian.
“Jangan mau enaknya saja, Mas. saat membuatnya kau sangat semangat dan sekarang?”
“Oke!” sebastian berdiri seketika lalu menatap putrinya yang entah sejak kapan sudah membuka mata. “Joy! Ayo semangat beraknya! Semangat, Joy!”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Novel ini akan dikasih tanda tamat, tapi akan tetap berjalan sebagai ekstra part alias season 2 ya