
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Â
“Si Aheng seriusan mau menginap di sini, Sayang?”
“Iya, dia besok libur. Jadi biarkan saja menginap di sini.”
“Kalau begitu panggil Eve.”
Nana yang sedang mencuci piring itu membalikan badannya, menatap sang suami dengan penuh tanya. Segera Sebastian mengatakan, “Karena aku ingin dia tidak menggangu kita, bukankah Mike bilang ingin tidur bersama dengan Joy? Jadi harus ada pengasuh yang memperhatikan mereka.”
Tahu dengan apa yang diinginkan oleh Sebastian, Nana mengangguk. Yang mana membuat Sebastian tersenyum bahagia. Nana mungkin keras kepala, tapi dia tidak pernah menolak apa yang diinginkan suaminya selama itu masih dalam porsi yang cukup.
Sebastian segera memasukan air asi yang sudah dipompa sebelumnya ke dalam dot. Membuat Nana mengerutkan keningnya heran. “Untuk apa?”
“Aku yang akan menidurkan Joy oke.”
Sebastian segera melangkah ke kamar tamu, dimana Michael sedang bercanda dengan Joy. “Tidur, Aheng,” ucap Sebastian diambang pintu.
Yang mana membuat Michael menatapnya balik. “Ini baru jam delapan. Besok juga libur.”
“Heh, sudah melanggar ketentuan sekaranng menjawab lagi,” ucap Sebastian memegang permukaan wajah Michael kemudian mendorongnya sampai dia tidur terlentang. “Tidur, Aheng.”
Kemudian Sebastian menggendong Joy dan mencoba membuatnya tidur.
“Joy akan tidur bersamaku di sisi ini?”
“Tidak, dia akan ada di dalam box bayinya di sini. Jangan harap kau bisa memeluk Joy saat sedang tidur.”
“Lalu aku dengan siapa?”
“Nanti Eve datang menemani.”
“Lebih baik tidur sendiri saja ah.”
__ADS_1
“Kau ini sudah menumpang, melawan lagi. Aku Tuan Rumah.”
“Oh… kau berbisnis rumah kali ini?”
“Astaga, Aheng,” gumam Sebastian menarik napasnya dalam mencoba untuk tenang. Dia lebih focus pada Joy untuk menidurkannya. Sampai akhirnya Joy terlelap dengan baik, Sebastian menidurkannya di dalam box bayi yang ada di sana. “Selamat tidur, Sayang.”
Kemudian tatapannta beralih pada Michael yang kini juga tertidur. “Akhirnya kau tidur juga, Aheng.”
Sebastian menyelimutinya, dia keluar dan mendapati Eve yang sedang membereskan dapur. “Eve kau sudah datang? Dimana Nana?”
“Nyonya ke kamarnya, Tuan.”
“Anak anak sudah di kamarnya. Istirahatlah dan jaga mereka.”
“Baik, Tuan.”
Sebastian berjingkrak jingkrak bahagia menuju ke kamarnya, dia menutup pintunya rapat rapat. Mengingat kalau kamarnya kedap suara membuat Sebastian bahagia.
“Sayang… yuhu… kau dimana?”
Dan Nana keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk, tidak ada tanda tanda kalau dia habis mandi.
“Tidak,” jawab Nana mendekat dengan memberikan tatapan menggoda.
Yang mana membuat Sebastian menelan ludahnya kasar. “Lalu?”
“Kau selalu merobek pakaianku, Mas. aku tidak akan membuang buang uang lagi,” ucap Nana membuka handuk yang mana langsung memperlihatkan tubuh polosnya.
Sebastian menerjang Nana tanpa berkata apa apa lagi.
🌹🌹🌹🌹🌹
“Eunghhhh…..” Nana melenguh begitu Sebastian kembali menghentakan kej*antanannya dengan kuat, dia menggeliat tidak merasa nyaman dengan benda yang ada di dalam tubuhnya itu.
Sebastian tersenyum melihat Nana yang mulai menggila dan frustasi, dia memberikan gigitan di bahunya yang mana membuat istrinya semakin menggila. Nana mencengkram punggung Sebastian yang berkeringat, dadanya membusung hingga memberikan kesempatan lebih supaya pria itu ********** habis.
“Ini sumber kehidupan Joy?”
“Jangan digigit,” ucap Nana di sela sela kegilaannya akan kenikmatan itu.Â
__ADS_1
Hentakan Sebastian semakin kuat, membuat Nana tidak bisa menahan desahannya apalagi dia mulai merasakan lagi puncak kenikmatannya akan datang.
“Akkhhh⸻hmmppphhh!”Â
Sebastian membungkam mulut Nana saat itu juga, membiarkan istrinya mencapai klimas dengan mulut yang dibekap oleh bibir.
Dan Sebastian tidak memberikan kesempatan untuk Nana menarik napasnya atau bahkan beristirahat, dia malah semakin menumbuk kuat area istrinya hingga mencapai titik manis di dalam sana. Titik yang membuat Nana kini diambang kewarasannya.
“Akhh… Mas! sensitive!”
“Ini titik manismu, Sayang?”
“Hentikan! Mas!”
Baru juga tumbukan ke lima, Nana kembali klimaks karena tidak bisa menahan kenikmatan dimana ujung kej*ntan*n suaminya itu mengenai titik terbaik di dalam area kew*nit*annya.
“Mas,” rengek Nana tidak tahan.
Yang mana membuat Sebastian menyeringai, dia membalik tubuh Nana, dan menarik pinggangnya sehingga posisi Nana kini menungg*ng membelakangi.
Baru juga Nana akan menarik napasnya mengambil waktu istirahatnya, Sebastian tiba tiba saja memasukan miliknya dengan sekali hendak. Yang hampir membuat Nana limbung jika Sebastian tidak menahan pinggangnya.
“Ugghhhh… kenapa kau sempit, Sayang?” gumam Sebastian.
Nana hanya memejamkan matanya saat tangan Sebastian yang lain menyentuh benda kecil di bagian depan area sensitivenya.
“Mas…..,” rengek Nana. “Kapan kau akan keluar?”
“Nanti, Sayang. Jangan buru buru, santai saja.”
“Aku lelah….. akhhh…..”
“Jangan lelah, nanti siapa yang akan menghabiskan uangku?”
“Ohhhh… akhhhhhhh…..”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE.
__ADS_1
MAAF PENDEK, EMAK ADA ACARA KELUARGA. BYE BYE KESAYANGAN.