Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Tetangga


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹


Sebastian menyetir menuju ke kantornya, dan saat dalam perjalanan dia melihat mobil yang tidak asing. Ternyata itu David, yang mana membuat Sebastian memilih menepi untuk masuk ke dalam restaurant dan menuju sahabatnya yang sedang sarapan.


“David,” ucap Sebastian menyapa.


David mengadahkan kepalanya, dia terlihat frustasi melihat kedatangan Sebastian. “Kenapa kau?”


“Memang apa yang kau harapkan?” tanya Sebastian sembari duduk di depan sahabatnya itu. “Kenapa kau terlihat kehilangan nyawa?”


“Aku bangun kesiangan,” gumam David. “Dan membuat Ares juga Athena ke sekolah telat.”


“Memangnya tidak diantar oleh pengasuhnya?”


“Ares tidur denganku, aku mengunci pintu dari dalam sehingga susah bangun. Athena sangat kesal padaku.”


Sembari mendengarkan cerita David, Sebastian memesan makanan. “Beri aku pancake cokelat dan susu murni.”


“Kau belum sarapan?”


“Sudah.”


“kenapa memesan lagi?” tanya David.


“Aku harus sehat.”


“Susu? Kau serius?”


“Aku harus selalu sehat. Kau sudah mendengar kabarnya?”


“Apa?”


“Istriku hamil.”


“Selamat,” ucap David dengan masih malas. “Maaf, aku sedang memikirkan Athena. Marahnya melebihi Lily, dia itu anak perfectionist, tidak ingin terlambat. Berbeda dengan Ares.”

__ADS_1


“Well, mereka gambaranmu dan juga istrimu.”


“Kau benar, dua anak sudah membuatku cukup pusing.”


“Kau beri nama anak ketigamu?” tanya Sebastian membahas hal itu.


Membuat mata David dan sahabatnya itu beradu, dia mengangguk. “Namanya Alleia.”


“Surga?” tanya Sebastian yang mengetahui makna dari nama bayi ketiga David yang telah meninggal.


“Ya, aku harap dia berada di sana. Kejadian itu membuatku sedikit trauma, tapi Lily ingin memiliki anak lagi. Aku memintanya menunda sampai setidaknya anak anak berusia belasan tahun.”


Sebastian mengangguk paham, dia mulai menyantap makanannya yang sudah datang. “Aku ingin melihat bayi Luke.”


“Namanya Lucas, kau tahu?”


“Ya, dia menyembunyikan bayinya dan juga wanita itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. luke bilang dia tidak akan menghadiri pernikahannya dan akan membuat kekacauan.”


Dan saat mereka sedang berbagi cerita, ponse Sebastian tiba tiba bordering menandakan ada notifikasi masuk. Itu pesan dari Hans, yang berisi link berita.


Sebastian menekannya, dia terkejut melihat isi dari berita itu.


“Ada apa?” tanya David.


David dengan santainya memasukan pancake ke dalam mulutnya.


“Kenapa kau begitu santai?”


“Aku tidak terkejut, Medina itu ular. Dia sangat licik, jadi akan melakukan apa pun demi bisa menikah dengan Luke.”


🌹🌹🌹🌹


Siang ini Nana akan ke rumah orangtuanya, dia sangat bahagia. Diantar oleh Eve, Nana memegang perutnya yang masih datar.


“Eve, bisakah kita berhenti dulu di pasar tradisional di kampungku?”


Eve sedikit terkejut, dia tahu tempat itu ramai. “Anda ingin membeli sesuatu?”


“Ada jajanan pasar yang disukai ayahku, kita akan ke sana mencarinya.”

__ADS_1


“Oh, biar saya yang mencari.”


“Ini pasar satu desa, tidak terlalu ramai. Jaraknya dari rumah juga hanya 1 kilometer.”


“Baiklah, kita akan ke sana, Nyonya.”


Nana tersenyum senang.


Dan saat dalam perjalanan, mereka berhenti sesuai keinginan Nana. Di pasar, Nana diikuti oleh Eve.


Dan hal itu menarik perhatian yang sangat jelas, mengingat Eve memakai pakaian jas sebagaimana bodyguard formal. Dan Lily memakai gaun sederhana, namun terlihat sangat mahal. Apalagi ditunjang dengan wajah Nana yang sangat cantik juga putih.


Bahkan penjual yang didatangi Nana bertanya, “Mau beli apa, Nyonya Besar?”


“Mbok, ini saya Nana.”


“Ah, sekarang kan sudah beda level lagi. Malu masa panggil nama.”


“Gak papa, Mbok.”


Dan begitulah interaksi mereka yang terlihat begitu menghormati Nana. 


Setelah membeli beberapa makanan, mereka melanjutkan. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di rumah orangtuanya.


Dan saat Nana turun dari mobil, Nana melihat kerumunan ibu ibu sedang membeli sayuran di penjual keliling.


Melihat Nana, awalnya mereka tersenyum ramah. Dan saat Nana membalikan badannya, dia mendengar percakapan dari mereka yang berisi,


“Itu tuh orang kaya baru, saudara sendiri di penjarain.”


“Ngeri ya, Bu. Saya jadi jaga jarak sama keluarganya, takut apa apa kena hukuman. Orang kaya baru emang beda ya.”


“Amit amit, semoga hal itu dijauhkan dari kita. Ngeri. Pantesan aja jalan sana sepi.”


“Boro boro lewat depan rumahnya, kalau bapaknya si Nana keluar aja, pada minggat warga. Takut salah ngomong, lagian bergaul sama orang gak punya hati buat apa?”


Nana meremas rok gaunnya mendengar hal itu, dia menahan air matanya.


Apalagi terdengar kata berulang yang mengatakan, “Orang kaya baru gak punya hati. Amit amit.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2