
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW YA DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
Sebastian berencana pulang hari ini, tapi karena dia masih butuh berduaan dengan sang istri, jadi dia berpura pura tidak ada pekerjaan sehingga bisa tinggal di Swiss lebih lama lagi.
“Sayang, bagaimana kalau kita pergi ke pedesaan? Pedesaan Guarda yang terdekat dari Zurich, hanya beberapa jam.”
Nana menatap mata suaminya mencari kebenaran di sana.
Membuat Sebastian juga menatap penuh tanya. “Kenapa, Sayang?”
“Mas yakin gak ada kerjaan?”
“Enggak kok, yuk kita main ke Guarda.”
Nana menarik napasnya dalam, dia sedikit tidak percaya dengan sang suami. Apalagi wajahnya yang memperlihatkan dia hanya ingin bermain di ranjang.
“Mas kalau gak kerja nanti kita gak makan.”
“Uang aku banyak, Sayang. Kenapa gak percaya?”
“Bukannya gak percaya, tapi seinget aku kalau Hans pernah bilang sepulang dari Swiss kamu harus ke luar kota.”
Sebastian terdiam, Nana ternyata punya telinga yang tajam. Membuat Sebastian mengerucutkan bibirnya dan mendekati istrinya yang sedang berkemas itu. Dia melepaskan pakaian yang sedang dipegang sang istri dan menyimpannya di karpet.
Kemudian Sebastian mengangkat tubuh istrinya untuk naik ke atas ranjang.
“Mau apa, Mas?”
“Mau bikin bayi lah, masa mau apa.”
__ADS_1
Nana mulai berfikir kalau Sebastian melakukannya agar dirinya kelelahan dan tidak jadi pulang. “Mas, serius dulu. Kamu gak ada kerjaan? Hans pernah bilang itu penting deh.”
“Kamu salah denger kali.”
“Tapikan aku de⸻ hmmppphhh!”
Sebastian lebih dulu membungkam bibir sang istri sebelum berkata lebih banyak lagi. Dan itu membuat Nana tidak berdaya. Pria bertatto itu membuatnya terbaring dengan kukungan tangan besarnya dimana mana.
Sampai dering telpon membuat Sebastian merasa terganggu.
“Tel⸻hmmpphhh! Telpon! Hmmmppphh!”
Dering pertama terlewatkan oleh Sebastian, begitu pula dering kedua dan ketiga.
Sampai yang keempat, Nana mendorong dada suaminya sehingga Sebastian melepaskan ciuman.
“Angkat dulu,” ucap Nana dengan mata tajamnya. “Itu mungkin penting, Mas.”
Sebastian mengerucutkan bibirnya dan mengangkatnya.
“Hallo, Tuan?”
Saat sadar itu dari Hans, Sebastian langsung melangkah untuk berbicara di balkon. Tapi Nana menarik tangannya supaya bicara di dekatnya.
Yang mana membuat Sebastian tersenyum dengan bodohnya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Lia memasuki apartemen kekasihnya itu, dia membaringkan tubuhnya setelah merasa lelah karena bekerja seharian.
“Steveee? Sayangku?” panggil Lia dengan manja.
Steve yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan penampilan panasnya. Yang mana membuat Lia menelan ludahnya kasar.
__ADS_1
“Kapan kita menikah?”
“Segera setelah kau racuni adikmu itu.”
“Apa dia akan mati? Kenapa kau terus menyebutnya diracuni?”
Saat itulah Steve memasang wajah tersenyumnya supaya Lia tidak ketakutan dan terus menjalankan rencana yang dia buat sampai saat ini. “Bukan begitu.”
Lia beringsut mundur. “Kau tidak menjadikanku sebagai alat saja kan?”
“Kenapa begitu? Aku sangat mencintaimu,” ucap Steve menyelipkan rambut Lia ke belakang. Dalam hatinya dia berteriak kesal.
“Aku perlu bantuanmu, setelah aku merasa lega. Kita akan menikah.”
“Kita tidak akan tinggal di apartemen ini bukan?”
“Memangnya kenapa? Apartemen ini tidak bagus?”
“Ini bagus, tapi aku ingin istana yang besar seperti milik Nana.”
“kau akan mendapatkannya jika membantuku.”
Lia terdiam dia menarik napasnya dalam. “Dia pulang besok.”
“Datang ke sana saat suaminya bekerja, habiskan waktu bersamanya.”
Lia mengangguk tanpa mengatakan apa pun.
Sampai Steve melangkah dan mengambil botol kecil racun yang dia buat khusus untuk Nana. “Ini dia, dia tidak akan meraskan apa pun. Campurkan saja di dalam makanan kesukaannya.”
Lia menerimanya. “Aku akan melakukannya untukmu.”
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE