
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN. 🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW DI : @REDLILY123. 🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN. 🌹
Joy terlihat sangat gembira menatap adiknya yang begitu lucu. Daniel, nama adiknya yang selalu dia banggakan karena dia sendiri yang memberikannya.
"Daniel McDonald. Hahaha, Lutuu nya," gumam Joy sembari menusuk nusuk pipi bayi itu. "Lutuuuu…"
"Joy sedang apa?" tanya seseorang dari belakang sana yang mana membuat Joy kaget. Dia membalikan badannya dan mendapati sang Daddy yang baru saja masuk. "Mau bermain bersama Daddy tidak?"
"Ntal Daniel cendili."
"Kan ada Nanny yang menunggu. Ayo, Mommy sedang masak tiramisu. Joy tidak mau?"
"Ya au," ucap bocah itu turun dari sofa yag dia jadikan pijakan untuk berdiri menatap sang adik di box bayi. Setelahnya dia merentangkan tangan meminta digendong.
yang mana membuat Sebastian tertawa. Dia mencium pipi sang putri kemudian membawanya keluar dari kamar. "Daddy kangen sama Joy, seharian sama Daniel terus."
"Kan Daddy uga cama Mommy."
"Kita baru selesai berdiskusi."
"Dickuci apa?" tanya Joy bingung.
Yang dibalas senyuman oleh Sebastian, dia mendudukan putrinya di sofa di ruang keluarga. "Tiramisunya di makan di sini, Mom!" teriak Sebastian sebelum ikut bergabung menonton TV PinkFong.
"Dad, Dickuci apa?" tanya Joy penasaran. Karena biasanya jika mereka berdua berdiskusi, berarti ada hal penting.
"Joy, ingin bicara lancar tidak?"
"Huh?"
"Bagaimana kalau Mommy dan Daddy memanggil guru untuk pelafalanmu yang semakin bagus? Masa nanti jika Daniel besar, belum bisa mengatakan huruf S dan R dengan benar?"
__ADS_1
Joy mengerutkan keningnya. "Emang penting? Kan Dad uga mengelti Joy bilang apa."
"Masa mau gini terus bicaranya, kan biar semua orang paham."
"Malec ahh, Joy au tidul pulang cekolah," ucapnya sambil membaringkan tubuh ke sofa, mengabaikan Sebastian yang masih mencoba membujuknya.
"Joy, dengarkan Daddy dulu coba."
"Ndaa ah, au nonton PinkFong."
Yang mana membuat Sebastian menatap Nana yang melangkah mendekatinya sambil membawa tiramisu, tatapannya menandakan bahwa dia tidak berhasil.
"Tidak apa, biar aku saja, Mas," ucap Nana.
"Ayo duduk, Gembul. Mommy membawa camilan."
"Camilann!" teriak Joy penuh kegembiraan. Dia mendudukan dirinya dan menerima suapan dari sang Mommy.
"Enak?"
"Etak. Bikin agi becok ya, Ma."
"Ati dibikinin Tilamicu?"
"Iya."
"Ote deh," ucap Joy yang tidak bisa menolak makanan.
🌹🌹🌹
Joy bahkan mengakhiri kebersamaannya dengan sang Daddy dan Mommy lebih cepat. Dia bergegas minum
"Mau kemana?" tanya Daddy nya yang masih ingin bersama dengan putrinya.
"Au ke kamal Daniel."
__ADS_1
"Daniel kan sedang tidur."
"Api Joy ai ketemu Daniel. Joy kangen," ucapnya kemudian lari
Mengabaikan sang Daddy yang sendirian di ruangan itu sambil memanggil manggil nama sang putri. Namun tidak ada hasilnya, sehingga tatapan Sebastian beralih pada Nana yang sedang mencuci piring. "Sayang?"
"Aku datang," ucap Nana mengakhiri kegiatannya dan segera duduk di pangkuan suaminya. "I Love you."
Walaupun terkadang Nana itu jutek dan bicara seperlunya, tapi dia sangat mencintai suaminya. Lebih dari dirinya sendiri. "Terima kasih, Mas. Untuk semuanya. Aku mencintaimu."
Mendengar itu, Sebastian tertawa. "Aku juga mencintaimu. Terima kasih telah melengkapi kebahagiaanku, memberiku dua malaikat kecil. Maaf belum bisa menjadi suami yang baik."
"Tidak, kau adalah yang terbaik, suamiku yang kaya," goda Nana yang disambut tawa Sebastian.
"Oh astaga, gadis desaku kini telah dewasa. Bisa beri aku ciuman."
Nana mencubit perut keras suaminya. "Ayo pindah ke kamar."
"Ada anak anak di sana."
"Kita lihat apa yang mereka lakukan."
Sebastian mengerucut, tapi dia menurut dengan menggenggam tangan sang istri dan mengikutinya menaiki tangga menuju kamar mereka.
Dimana saat mereka masuk, Nana memberi isyarat pada sang pengasuh yang meninggalkannya. Sementata Joy yang sedang membelakangi kedua orangtuanya itu tidak sadar, dia sibuk menciumi adiknya.
Sampai… duuuttttttt! Terdengar suara kentut yang begitu keras. Joy pelakunya.
Membuat Sebastian sontak menutup hidungnya. "Eohh! Joy kentut ya! Bauu!"
seketika Joy menoleh. Dia kagey melihat kedua orangtuanya. "Ndaaa ih! Daniel yang ntut! Ya kan? Nda papa kok, cehat ntut itu. Daddy mah jelek ya? Daddy dangan gitu, Daniel yang ntut kacian ih. Nda papa, ntut ada lagi," ucap si gembul pada bayi yang sedang terlelap.
🌹🌹🌹
PUJI TUHAN, THE END SAYANG.
__ADS_1
PENAMPAKAN DANIEL KALAU DIASUH BABAS🤣🤣