Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Season 2 : Perkumpulan


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹


"Hai, kau ingin sesuatu?" tanya Rara pada tamunya, dimana Nana sedang berusaha membuat Joy kembali terlelap di sana. "Uhh… anakmu sangat lucu."


"Jangan terlalu keras, nanti dia bisa bangun," ucap Nana memberi peringatan.


Tapi Rara tidak menghiraukannya, dia malah masuk ke dalam dan menunduk untuk mencium Joy karena gemas. "Aku sudah lama menahannya, selama ini aku hanya melihatnya di layar ponsel. Oh aku sangat menyukainya."


"Jangan menciumnya seperti itu," ucap Nana memberi peringatan.


"Lalu aku harus menciumnya seperti apa?"


"Jangan menciumnya."


Sampai perdebatan dua perempuan cantik itu terhenti berdebat saat seseorang mengetuk pintu yang terbuka. Saat menoleh, ada Sebastian di sana sedang tersenyum ke arah keduanya. "Aku akan menyusul Luke ke kantornya, Aheng akan aku bawa."


"Dia juga nanti akan pulang," ucap Nana sang istri.


Membuat Rara mengangguk. "Eihhh… kau pasti sangat merindukannya ya? Wajahmu bersemu merah seperti itu."


"Ini karena aku kepanasan, Rara," ucap Sebastian menatap Rara yang terlihat seperti anak kecil. Yang mana membuatnya menggeleng, dulu Sebastian sempat bertemu Rara saat posisinya masih menjadi budak dari Medina. "Kau seperti anak remaja."


"Hei, kau saja yang terlalu tua."


"Hei, apa kau bi--"


"Bergegaslah pergi sebelum aku berubah pikiran," ucap Nana yang menghentikan ucapan Sebastian.


Pria itu berdehem. "Sayang, aku akan pergi. Sampai jumpa."

__ADS_1


"Sampai jumpa," balas Rara yang membuat Sebastian tidak tahan untuk melemparkan jitakan pada anak itu.


Setelah Sebastian pergi, Rara kembali menatap Nana. "Bukankah ini lucu? Nama kita terdiri dari Nana, Rara dan Lily. Siapa selanjutnya wanita yang akan bergabung dengan genk kita?"


"Entahlah, mungkin Dede, Didi, Dodo, Bubu, Baba, Bobo, atau mungkin micin."


"Micin?"


"Sasa. Astaga, bisakah kau tinggalkan aku sendirian di sini? Aku tidak boleh membiarkan anakku bangun. Dia mabuk perjalanan."


Yang mana membuat Rara berdecak atas perkataan Nana. "Biarkan saja dia bangun dan bermain dengan anakku. Tut," ucap Rara sambil memencet hidung Joy.


Membuat anak perempuan berusia tiga tahun itu membuka matanya. "Mommy?"


"Oh astaga, kau benar benar membangunkannya."


"Hallo, Joy. Aku Aunty Rara. Kalau kau mau kau bisa bermain dengan Lucas."


"Eum, sebenarnya sedang tidur," balas Rara yang mana membuat lawan bicaranya menyunggingkan senyumanmya.


Nana berbisik pada telinga putrinya. "Bangunkan tuan rumah di sini, Joy."


🌹🌹🌹🌹


Sementara itu, seorang pria yang memakai kacamata telah sibuk memeriksa berkas. Dia harus segera pulang ke Guarda sebelum seseorang mengacaukannya di sana.


Luke terburu buru membereskan berkas, dia hendak pulang. Namun belum juga dirinya mengambil mantel, seseorang lebih dulu membuka pintu secara paksa.


"Holla, adik bungsuku."


"Oh tuhan, pria tua itu datang," gumam Luke berusaha tersenyum. Dia memberi isyarat pada sekretarisnya untuk membiarkannya masuk.


Setelahnya keduanya berpelukan sesaat.

__ADS_1


"Well, siapa ini? Adikmu?" tanya Luke menaikan alisnya.


"Aheng, sapa dia."


"Hallo, Uncle."


"Kalian tampak akrab, apa sekarang kalian bermitra?" tanya Luke.


Yang mana membuat Sebastian memilih untuk merebahkan dirinya di atas sofa. "Aheng, duduklah di sofa."


"Kenapa kau memanggilnya Aheng, Bas?"


"Itu nama China nya, Ayahku memberikannya dan padaku tidak. Jadi aku panggil Aheng saja."


"Oh astaga. Lalu kenapa kalian di sini? Ayo ke Guarda dan menunggu David di sana."


Sebastian kembali membuka matanya, dia menggeleng. "Kau tau kenapa aku membawa dia? Agar istriku mengizinkan aku keluar. Ayolah, para istri akan sangat membosankan. Mereka mungkin hanya akan merajut saja. Lebih baik kita bermain di luar. Aku akan hubungi David supaya dia ke sini setelah mengantarkan istrinya ke sana."


Luke menggeleng. "Jangan lagi, Bas. Ingat apa yang telah kita lewati untuk menemukan gadis seperi mereka."


"Kau tidak seru," ucap Sebastian.


"Kau membawa anak kecil. Apa yang akan kita lakukan?"


"Kita akan hubungi pengasuh. Jangan khawatir, kita akan bersenang senang dan kembali saat waktunya paskah nanti."


"Kau gila."


"Kau kuno," balas Sebastian. "Diam, aku akan hubungi David."


🌹🌹🌹


to be continue

__ADS_1


__ADS_2