Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Kekesalan Nana


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW YA DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


Ternyata, Sebastian harus melakukan perawatan yang panjang, secara berkala dan tidak boleh terputus. Untuk hari ini saja, dia menghabiskan waktunya untuk berkonsultasi dengan perawatan yang akan dia jalankan.


Tentu saja Sebastian memilih perawatan yang tidak menimbulkan efek samping meskipun itu akan memakan waktu yang cukup lama. Dan kemungkinan untuk sembuh, memang cukup menjamin. Hanya saja, Sebastian ingin bersiap dengan semua kemungkinan yang terjadi.


Dia tidak ingin anak dan istrinya nantinya sengsara, setidaknya meskipun mereka sedih akan kepergiannya, harta mereka terjamin sampai kapanpun.


“Tolong buat ulang jadwalnya, aku akan membawa pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah. Titipkan berkasnya pada Hans, dan aku akan selalu pulang jam empat sore.”


“Baik, Tuan. Namun untuk terapi yang akan kita jalani tidak bisa diubah mengingat dokter selalu menambahkan dosis di setiap pertemuan.”


“Tentu saja, itu tidak akan berubah.”


Jenni mengangguk.


Sebastian masuk ke dalam mobilnya dan mengendarainya menuju rumahnya. Namun saat dalam perjalanan, dia melihat mobil yang tidak asing. Dengan plat nomor yang khas, Sebastian bisa tahu siapa pemiliknya.


Dia menepikan mobilnya sejenak dan masuk ke dalam bar tempat dimana kemungkinan Arnold di sana.


Bar tua yang diiringi music jazz itu menjadi tempat pria tua sedang meneguk minumannya. Disana ada Arnold yang sedang bercakap cakap dengan pria tua lainnya.


Walau bagaimana pun, Sebastian selalu merasa khawatir pada kesehatan ayahnya. Dan sekarang dia sedang minum minum.

__ADS_1


Namun melihat dirinya tidak mabuk, Sebastian merasa semuanya masih terkendali. Yang mana membuatnya kembali membalikan badan.


Sayangnya, Arnold mendapatinya dan segera berteriak, “Bas! Daddy tahu itu kau, kemarilah sebelum istrimu tahu kau di sini.”


Sebastian menghela napas, ada penyesalan dia mengkhawatirkan ayahnya. “Kenapa Daddy di sini?”


“Daddy hendak ke rumahmu, tapi kau larang. Jadi Daddy ke sini, dan apa yang kau lakukan di tengah malam begini? Kenapa kau berkeliaran dan tidak pulang?”


“Aku ada urusan.”


“Urusan apa, kemarilah dan duduklah di sini.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Nana membuka matanya seketika saat dia menerima pesan, Nana sadar kalau dirinya tertidur di sofa kamar saat menunggu Sebastian.


Mengedarkan pandangannya, ternyata suaminya belum juga pulang. Yang mana membuat Nana menatap jam, dia terkejut ini sudah pukul 2 dini hari.


Diiringi dengan foto mertuanya yang terlelap di jok belakang, Nana mempercayainya. Dia segera membalas, ‘Baiklah, kabari aku jika akan pulang.’


Nana bangun dari tidurnya, dia merasa lapar dan turun ke lantai pertama untuk mengambil makanan.


Dan para pelayan yang peka dengan keadaan ssekitar itu segera keluar begitu mendengar langkah kaki.


“Nyonya, apakah anda butuh sesuatu?”


“Ah, aku hanya akan menggoreng telur.”

__ADS_1


“Seharusnya anda membangunkan saya, mari saya bantu.”


“Baiklah, biarkan kuning telurnya setengah matang dan bulat sempurna,” ucap Nana yang menyimpan telurnya di meja. “Tolong buatkan juga sosis panggang, dan bawakan ke atas.”


“Baik, Nyonya.”


Sepeninggalan Nana, pelayan itu memasak sendirian. Eve selaku asisten pribadi Nana juga terbangun. “Nyonya minta ini?”


“Iya.”


“Biar aku yang membawanya.”


“Baik.”


“Dan tambahkan sayuran, dia tidak boleh makan banyak lemak.”


“Baik.”


Setelah menunggu beberapa lama, Eve mengambil baki pesanan Nana dan membawanya keluar.


Saat hendak menuju kamar majikannya, Eve mendapati Nana sedang berdiri di balkon luas, membuatnya kembali mundur dan melangkah ke sana. “Di sini dingin, Nyonya. Sebaiknya anda masuk ke dalam.”


“Tidak apa, Eve. Biarkan itu di sana.”


Eve menyimpannya di meja. “Saya akan membawakan selimut untuk anda.”


Dan alasan Nana meminta telur mata sapi itu, agar dia bisa menusuknya dengan garpu kemudian berkata, “Sebastian menyebalkan, kenapa dia tidak pulang? Hiks.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2