
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Sebastian melanjutkan perjalanannya ke perusahaan, dia masih banyak berfikir tentang ayah mertuanya. Dia yakin Nana akan sedih jika mengetahui keputusan ayahnya. Namun, beberapa kali Sebastian membujuk, itu tidak menghasilkan apa pun.
Ayahnya ingin pulang dan kembali ke rumah itu. Satu halangan di rumah itu, ada banyak rumah di sekelilingnya sehingga mertuanya sedikit tidak tenang dengan ucapan para tetangga.
Hal itu sempat membuat Sebastian berfikir, “Apakah aku harus membangun benteng setinggi tembok besar China supaya rumah itu mengisolasi dirinya?”
“Anda mengatakan sesuatu, Tuan?” tanya Hans.
“Ini membuatku pusing, ada banyak sekali masalah bulan ini. ada apa?”
“Anggap saja ini sebagai latihan anda sebagai seorang ayah.”
Hal yang mana membuat Sebastian tertawa. “Itu tidak ada hubungannya sama sekali.”
“Ayah mertua anda ingin pulang?”
“Dia tahu, pengobatan itu tidak membuatnya sembuh, hanya menunda waktu kematiannya. Dan dia ingin mati bahagia di rumahnya. Astaga, ini rasanya punya mertua.”
“Mungkin anda harus diskusikan dulu bersama dengan istri anda, supaya Nyonya Nana tahu.”
“Ya…., punya masalah dengan manusia lebih menyeramkan daripada tersesat di hutan. Astaga, aku merindukan kesenangan bersama teman temanku.”
“Anda bisa kembali bersama dengan mereka, sambil mengenalkan anak kalian satu sama lainnya.”
__ADS_1
“Ide yang bagus, itu butuh waktu bertahun tahun lagi,” ucap Sebastian. “Apa kau mencari tahu apa yang aku inginkan?”
“Ya, ada beberapa prosedur yang harus anda lakukan jika ingin membebaskan adik ipar anda.”
“Dia bukan adik iparku astaga, dia makhluk menyeramkan.”
Saat mobil berhenti di depan pintu utama, Sebastian berkata, “Untuk meeting hari ini pindahkan ke dekat pantai, aku butuh penyegaran.”
“Baik, Tuan.”
Sebastian turun saat seseorang membukakan pintu untuknya. Dia mendapat beberapa salam hormat dari para bawahannya. Seluruh gedung ini adalah miliknya, tertera jelas ini kawasan perusahaan miliknya.
Menaiki lift khusus untuknya, Sebastian meminta para petinggi lain tidak mengikutinya karena dia sedang malas bicara.
Ruangannya berada di ujung, Sebastian membukanya dengan santai. Sampai dia terkejut ada siapa di sana.
“Dad?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sebastian menatap Michael yang sedang sarapan di ruangannya, dengan Arnold yang ada di sampingnya sedang mengusap kepalanya.
“Bisakah Daddy bawa dia makan di luar? Itu mengotori tempatku.”
“Maaf,” ucap Michael kecil dengan mata bulatnya.
“Jangan mengatakan kata kata kasar, Bas,” ucapnya pada anak sulungnya. Kemudian berkata pada Michael yang selesai maakan. “Jika sudah, bermainlah bersama Nanny, Mike. Dia menunggumu di luar.”
“Baik, Daddy. Bye, Bass,” ucapnya melambaikan tangan pada Sebastian.
__ADS_1
Tapi Sebastian memalingkan wajahnya enggan melihatnya, masih ada sedikit kebencian darinya.
Saat Michael keluar, Arnold berkata, “Kau masih membencinya?”
“Daddy masih mencintainya?”
“Tenang saja, dia tidak akan mengambil apapun darimu. Perusahaan di Amerika akan selalu jadi milikmu, jika kau melahirkan cucu laki laki untukku.”
Sebastian terdiam, dia menatap manik Arnold dalam. “Bagaimana jika itu perempuan?”
“Itu harus laki laki, maka usahakan itu terjadi.”
“Daddy akan memberikannya pada bocah itu? Mike? Kau memanggilnya seperti itu?”
“Anak itu bukan ancaman untukmu, jika istrimu melahirkan anak laki laki.”
“Hah,” ucap Sebastian memalingkan wajahnya kesal. “Daddy ke sini hanya untuk membuatku kesal?”
“No, aku akan menginap di rumah barumu.”
“Jangan ganggu kehidupanku.”
“Sangat tidak menyenangkan memasuki kehidupanmu yang membosankan.”
“Daddy bercanda bukan? Masalah bayi laki laki?”
“Jika dia laki laki, kau akan mendapatkan perusahaan di Amerika. Daddy akan melatih anakmu untuk masa depan, jadi dia harus laki laki supaya tangguh.”
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TBC