Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Keterdiaman


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK. MAAF TELAT, SAUDARI EMAK ABIS NIKAHAN, EMAK JADI WO DADAKAN. KE DEPANNYA EMAK USAHAKAN RAJIN UPDATE KOK. PLIS JANGAN KAPOK BACA CERITA RECEH EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹


Air mata Nana kembali menetes saat dia melihat bagaimana orang disekitarnya menutup peti mati untuk menutup ayahnya. Seketika Nana berbalik dan memeluk Sebastian yang ada di sampingnya. Dia menggeleng menyatakan kalau dirinya tidak akan sanggup menghadapi hal ini.


Membuat Sebastian bertanya, “Mau pulang?”


“Cukup sampai di sini aku mengantarkan ayah, Mas,” ucap Nana dengan suara bisikan.


Membuat Sebastian segera mencium puncak kepala istrinya sambil mengangguk angguk dan membawa istrinya keluar. “Ayo pulang.”


Saat hendak melangkah keluar dari gereja, Rina menghentikan dengan pertanyaanya, “Kalian mau kemana?”


“Kami akan datang kembali, Bu.”


“Tidak ingin melihat ayahmu dikuburkan, Na?” tanya Rina pada Nana yang bersembunyi di balik pelukan Sebastian.


Nana menggeleng kecil di sana, dia tidak ingin terguncang dan membuat bayinya juga kesakitan.


“Kami akan menyaksikan dari kejauhan, Nana kelelahan, Bu,” ucap Sebastian memberi peringatan.


Sampai akhirnya Rina bergeser, mengizinkan Sebastian dan Nana melewatinya. Dengan Hans yang menyetir, mobil itu membawa Nana dan Sebastian pergi dari sana.


“Kau yakin ingin pergi dari sini, Sayang?”


Nana mengeratkan pelukan pada suaminya.


“Sayang?”


“Aku tidak mau melihat.”


“Ayo kita lihat dari kejauhan.”


“Tapi… aku tidak akan kuat.”

__ADS_1


“Kau akan kuat, aku akan disampingmu, Sayang. Jangan sampai ini menjadi penyesalan,” ucap Sebastian.


Tidak mendapatkan tanggapan apa apa dari Nana, dianggap persetujuan oleh Sebastian. Dia memberi isyarat pada Hans untuk berputar balik dan melihat proses penguburan ayahnya yang berada tepat di belakang gereja.


Dari kejauhan, Sebastian menurunkan kaca mobil dan membiarkan Nana mengintiup proses pemakaman dari kaca jendela.


Sebastian merasakan lengan bajunya basah, tidak dipungkiri kalau tetesan air mata Nana jatuh ke sana. 


Saat tangan Sebastian mengusap punggung Nana, saat itulah terdengar suara tangisan Nana.


“Tidak apa, Sayang. Lepaskan saja, supaya tidak ada penyesalan.”


🌹🌹🌹🌹🌹


 Sebastian keluar dari perpustakaan setelah mendapatkan buku yang dia cari. Sebastian kaget saat dia membuka pintu, ada Eve menunggunya di sana.


“Astaga, Eve. Kau membuatku kaget. Ada apa?”


“Ada tamu untuk Nyonya Nana, Tuan.”


“Nyonya Ambarani dan Nyonya Lily.”


“David juga?”


“Iya, Tuan.”


Sebastian segera turun untuk menemui keluarga Fernandez di bawah sana.


“Bas, maaf aku terlambat mendengar beritanya,” ucap David memeberikan pelukan kepada Sebastian. “Kau baik baik saja?”


Sebastian mengangguk. “Terima kasih sudah datang.”


“Dimana Nana, Bas?” tanya Oma.


“Dia tidur, seharian dia menangis.”


“Apa dia sudah makan?”

__ADS_1


Sebastian mengangguk lagi. “Pergilah jika kalian ingin menemuinya, aku rasa dia butuh kalian saat ini.”


“Bolehkah aku menemuinya?” tanya Lily memastikan.


Sebastian mengangguk, membuat Lily dan Oma segera melangkah menuju ke lantai atas. Meninggalkan Sebastian dan David di sana. 


“Aku mendengar beritanya saat sedang berada di luar kota.”


“Tidak apa.”


“kudengar Arnold di sini.”


“Ya, dia sedang mengajak Mike jalan jalan.”


“Anak Lucille?”


Sebastian mengangguk.


“Dia sudah datang menemui Nana?”


“Belum, dia bilang Mike sakit, jadi akan datang terlambat. Itu yang membuatku kembali membenci anak itu, kenapa Arnold selalu menyandingkan dia denganku? Padahal dia tahu aku anak kandungnya dan dia bukan.”


“Apa terjadi sesuatu?” tanya David mulai khawatir.


“Aku rasa, aku akan pindah ke Amerika.”


Tentu saja itu membuat David terdiam, “Pergi? Kalian akan pergi?”


“Aku harus mengambil alih perusahaan, David. Apalagi Nana sedang mengandung, aku harus memberikan semua harta untuk anakku nanti.”


David berdecak. “Kau berkata seolah kau itu akan segera mati.”


Sebastian diam, dia tidak bisa mengatakan apapun untuk pernyataan itu.


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2