Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Rahasia


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK BUAT KASIH EMAK VOTE.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123..🌹


🌹SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


Dalam perjalanan, Nana tidak henti hentinya menceritakan ide yang dia miliki untuk membuka usaha yang akan dia tekuni nantinya. Nana sangat antusias. Dan Eve melihat itu, membuatnya bertanya untuk kembali memastikan pada majikannya, “Nyonya, apakah anda tidak ingin melanjutkan pembelajaran anda?”


Nana terdiam. “Aku rasa sudah cukup.”


“Kenapa? Bukankah anda masih ingin menguasai bahasa asing lainnya?”


“Ya, tapi aku rasa bahasa inggris cukup. Aku tidak akan berkeliling dunia, maksudnya bukankah bahasa internasional itu bahasa inggris?” tanya Nana.


Yang mana membuat Eve mengangguk, dia hanya merasa kalau bakat majikannya itu disia siakan, mengingat kalau Nana sangat mudah dalam mengingat dan menghafal. 


“Aku ingin punya bisnis sendiri. Uang tidak akan beranak dengan sendirinya, bukan?” tanya Nana.


Eve mengangguk membenarkan.


“Aku ingin membuat bisnis, Sebastian memberikan jatah cukup banyak untuk uang bulanan. Aku harus mencari akal supaya uang itu berputar.” Nana menarik napas dalam. “Tapi aku tidak ingin semuanya difasilitasi oleh Sebastian, aku ingin belajar mandiri.”


“Bagaimana kalau Nyonya mencoba berjualan online?” saran Eve.


“Online? Apa yang aku bisa jual?”


“Mungkin sebaiknya hari ini kita pergi ke berbagai toko terkenal itu dulu sebelum memutuskan untuk menjual apa, Nyonya.”

__ADS_1


Nana pun mengangguk setuju. “Ayo pergi ke toko barang antic yang kau katakana itu.”


“Baik, Nyonya,” ucap Eve kemudian mengatakannya pada sopir yang membawa mereka pergi.


Dan saat berada di perjalanan, Nana mendapatkan telpon dari suaminya.


“Hallo, Mas?”


“Sayang, kau masih diperjalanan?”


Nana mengangguk. “Iya.”


“Hati hati di jalan, aku akan bekerja lagi. Sampai jumpa, kabari aku jika sudah sampai di tempat tujuan.”


“baik.”


Telpon kembali terputus, yang mana membuat Nana dan Eve bertatapan dengan penuh keheranan. Ini bukan pertama kalinya Sebastian menelpon hari ini, dia benar benar mengkhawatirkan istrinya.


“Tentu saja, karena aku istrinya. Apa kau pikir dia akan mencemaskan istri orang lain?”


Eve yang sudah mulai terbiasa dengan kata kata tajam yang dilontarkan oleh Nana itu hanya terdiam sambil menahan senyumnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Sebastian tersenyum melihat foto foto yang dikirimkan oleh Nana, dia bahagia melihat istrinya juga senang. Dan dia bekerja untuk istri dan anaknya kelak. Karena yang ditakuti oleh Sebastian adalah dirinya yang tidak berumur panjang dan anak pertamanya perempuan, jadi dia menyiapkan semua ini.


Sebastian tersenyum sampai akhirnya ada notifikasi masuk yang menunjukan bahwa dirinya harus melakukan perawatan pertamanya.

__ADS_1


Dia menghela napasnya dalam saat Hans ikut mengirim pesan mengingatkan.


Membuat Sebastian menelponnya. “Hallo, Hans?”


“Iya, Tuan?”


“Aku tidak ingin melakukannya sekarang.”


“Saya sudah memberitahukan Jenni.”


“Apa? Kenapa kau melakukan itu, ini rahasia kita.”


“Dia pintar dalam kedokteran, dan dokter yang akan anda temui adalah ibunya.”


“Oh astaga, dia saudarimu?” tanya Sebastian tidak percaya.


“Ini yang terbaik sebelum semuanya bertambah parah, Tuan.”


“Baiklah, apakah ini akan lama?”


“Anda akan pulang terlambat.”


Sebastian menghela napasnya dalam, dia menutup telpon setelah dipastikan kalau dirinya tetap harus pergi. 


Yang mana membuat Sebastian terpaksa mengirimi Nana pesan, kalau dirinya akan pulang terlambat.


“Maaf, Sayang. Aku tidak bisa memberitahumu untuk hal ini.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2