Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Menjalankan Rencana


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Dalam perjalanan menuju ke kantor, Sebastian mendapatkan banyak pesan dari Nana. Membuatnya merasa bersalah dan mencoba menelponnya kembali, tapi Nana tidak mengangkatnya.


“Apakah Nana marah padaku?” tanya Sebastian pada dirinya sendiri.


“Apa yang harus aku lakukan?”


Apalagi diperjelas dengan Nana yang enggan membawa telpon.


Sembari mencoba menghubungi Nana, Sebastian berhenti dahulu untuk membeli kopi supaya dirinya tetap terjaga selama perjalanan ke Washington mengingat kendaraan mulai penuh dan itu menghambat untuk ke kantor secara lebih cepat.


“Tolong Americano nya satu.”


“Silahkan, Tuan.”


Sambil meminum kopi, Sebastian berjalan menuju ke mobi. Dalam langkah perjalanannya, Sebastian melihat sosok yang baru saja keluar dari mobi.


“Hai, Bas.”


“Hai.”


“Kau ke sini sekarang? Pindah ke sini?”


“Tidak,,” ucap Sebastian.


“Apakah kau sudah menikah?”


Sebastian memamerkan jemarinya dimana terdapat cincin di sana.


“Wah, ayo kenalkan istrimu padaku suatu hari nanti.”

__ADS_1


“Ya, kupikir itu bukan ide yang bagus.”


“Kenapa? karena kau pernah meniduriku dan meninggalkanku begitu saja?”


“Bisa kita tidak bahas itu?”


“Ah, istrimu wanita baik baik?”


“Selamat tinggal, aku banyak urusan,” ucap Sebastian meninggalkan wanita itu.


Dia cukup kaget melihatnya, dan catatan agar tidak lupa, Sebastian tidak pernah tidur dengan wanita wanita itu. Dia hanya mengecek keadaan dirinya akan terangsang atau tidak, sedangkan yang meniduri wanita itu saat mabuk berat adalah pria pria lain yang dibayar oleh Sebastian.


“Ini bukan ide yang bagus pindah ke Amerika, apalagi pergi ke Virginia,” ucap Sebastian kesal.


Jika saja Nana tahu dan salah paham, itu akan menjadi kekacauan yang besar.


Takut istrinya marah lebih lama, Sebastian menghubungi Eve.


“Hallo, Eve? Kau dimana? Apa Nana bersamamu?”


“Sekarang kalian dalam perjalanan?”


“Iya, Tuan.”


“Bisa aku bicara dengannya? Dia tidak mengangkat telponnya.”


“Um… Nyonya tertidur di belakang, Tuan.”


“Ah benarkah? Baiklah, suruh dia untuk menghubungiku jika sudah sampai.”


“Baik, Tuan.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sisi lain, Nana tertawa dan melakukan tos dengan Eve saat dia berhasil mengabaikan Sebastian.

__ADS_1


“Apa Tuan tidak akan marah, Nyonya?”


“Tidak apa, pekerjaannya yang utama, dia harus focus pada pekerjaannya.”


Mengingat lagi pesan Oma, Nana harus mencoba mengabaikan Sebastian kemudian mengiriminya foto foto seksi. Nana harus membuat Sebastian gila dan merindukannya, tapi keadaan memaksanya untuk tidak melakukan itu.


“Apakah masih lama?”


“Cukup lama, Nyonya. Anda merasa pegal? Ingin berhenti sejenak.”


Nana berfikir cukup lama sampai akhirnya mengangguk. “Aku ingin membeli beberapa makanan, kita juga belum membeli makanan untuk bibimu.”


“Anda sangat baik, Nyonya. Tidak perlu repot repot.”


“Tidak apa. Ayo kita beli.”


Eve menepikan mobilnya di sebuah supermarket untuk membeli makanan, dengan asisten pribadinya yang mendorong troli, Nana memeriksa pesan yang masuk.


“Apakah Bibimu tidak masalah jika kita menginap?”


“Tentu tidak, dia akan senang anda berkunjung.”


“Ah, benarkah? Ayo beli bahan makanan, aku tidak ingin merepotkan bibimu.”


“Baik, Nyonya.”


Sebastian banyak mengirim pesan, membuat Nana tersenyum. “Rasakanlah, begitulah rasanya diabaikan. Aku kesal padamu.”


Kemudian Rara mengeluarkan black card dari dompernta, “Tapi aku tidak kesal pada uangmu, akan aku kuras ini.”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


Jangan lupa ajak yang lain baca ini ya anak anak kesayangan emak.

__ADS_1


__ADS_2