Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Kekalahan Nana


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Follow juga igeh kesayangan emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca, Emak sayang kalian.🌹


Kini sudah hampir satu minggu mereka berada di Hawaii, dan Nana mulai merindukan negaranya sendiri. Meskipun di sini banyak yang lebih menarik, tapi tidak mudah bagi Nana merasa nyaman dan aman.


Apalagi dia merindukan ayahnya. Nana sering menelpon ayahnya. Setidaknya dua hari sekali, 


Hampir setiap hari mereka jalan jalan berdua, menjelajahi tempat tempat menarik. Tapi selama pengamatan Sebastian, dia melihat tipe liburan seperti ini bukan tipe istrinya.


Maka dari itu lebih baik baginya untuk mendiskusikan sisa waktu yang mereka miliki.


“Sayang,” ucap Sebastian memeluk Nana dari belakang.


Membuat Nana tidak asing dengan hal seperti ini. Nana kini sedang berbaring miring di atas ranjang sambil menatap dinding kaca yang memperlihatkan langsung pantai.


“Ada apa? Mas ingin sesuatu?”


“Kau sedang tidak enak badan?” tanya Sebastian yang sejak pagi merasa kalau wajah istrinya sedikit mendung.


“Hanya kelelahan, kemarin kita bermain terlalu lama.”


Kening Sebastian berkerut dan dengan santainya dia berucap, “Kita main hanya dua jam loh, Sayang. Itu juga selang selang soalnya kamu haus mulu.”


Nana menengok pada suaminya. “Jalan jalan keluar villa maksudnya.”


“Oh iyakah? Eheheh, aku pikir bikin anak.”


Nana terdiam, sapuan panas terasa di tubuhnya tatkala Sebastian mencium lehernya.

__ADS_1


“Pindah tempat yuk?”


“Kemana?” tanya Nana.


“Ke sini,” jawab Sebastian sambil mengambil ponselnya dan menunjukan beberapa tempat dimana ada tempat untuk menginap di tengah hutan hujan tropis. Dan Sebastian yakin hutan seperti ini adalah tipe liburan milik Nana. “Gimana?”


Nana ikut mendudukan dirinya seketika. “Serius, Mas? Kita mau ke sini?”


“Nah kan mau,” ucap Sebastian.


Sepertinya istrinya memang tipe wanita yang hanya menginginkan ketenangan tanpa adanya orang lain saat liburan.


“Ini tempatnya dimana? Di Indonesia?”


“Bukan, tapi masih di daerah Australia. Gimana?”


“Ada gambar gambar yang lain?”


“Wah, benar benar di tengah hutan ya, Mas?”


Dan kalimat itu dikatakan Nana dengan senyuman dan kegembiraan.


“Mau?”


Nana mengangguk. “Boleh?” tanya dia dengan mata yang bersinar.


Dan tentu saja Sebastian mengangguk. “Boleh dong.”


Nana yang merasa senang itu memeluk suaminya kemudian berkata tanpa malu malu, “Asik, nanti malem durasinya boleh ditambah tiga puluh menit.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Meski pun sudah berulang kali, Nana tetap merasakannya proses ini adalah hal asing. Dimana dirinya terus merintih merasakan sensasi yang aneh dan juga nikmat di saat bersamaan.


“Akkhhhhhhhh,” desahan Nana kuat saat Sebastian menanamkan benihnya yang begitu banyak hingga miliknya tidak bisa menampung.


Tubuh Nana bergetar seiring dengan tekanan sehingga senjata suaminya menusuk dalam menyentuh bagian di dalam sana.


Dan inilah proses yang membuat Nana harus menggigit kuat bibir bawahnya, dimana saat Sebastian menarik pelan senjatanya. Gesekan itu membuat Nana menggila.


Dan sialnya, suaminya malah mempermainkan istrinya dengan menarik lalu memasukannya lagi dengan pelan.


Dan itu bukan gerakan penuh, yang mana terlalu dalam tidak, tapi tidak juga keluar.


Nana akhirnya menyerah, dia merengak. “Mas…..,” ucapnya sebelum dirinya kembali bergairah.


“Mau lagi?” tanya Sebastian tetap mempermainkannya.


Nana menggeleng dan mencoba mendorong pinggang suaminya. “Udahan dulu.”


“Oke, tapi gini dulu.”


“Ad⸻ Aaakkhhh!” Nana menggeliat saat suaminya kembali memasukannya penuh.


Nana hanya bisa berpaling menutupi wajahnya yang memerah. Melihat itu, Sebastian berhasil membawa kembali istrinya ke dalam permainan.


Dia mencium pipi Nana kemudian berbisik. “Tiga puluh menit lagi ya.”


“Kan udah mau tiga jam tadi.”


“Sambil berdiri mau?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2