Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Mulai Nakal


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Ajak yang lain buat baca ini juga ya, terus follow juga igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Selamat membaca yaaa, emak sayang kalian.🌹


Sampai akhirnya Nana memilih meninggalkan Lucille sendirian di luar gerbang, dia tidak akan pernah jadi orang bodoh yang membiarkan seorang wanita dengan mudahnya masuk ke rumahnya. Apalagi hendak menemui suaminya, Nana tidak sebodoh itu.


Dan kepergian Nana membuat Lucille terus berteriak, “Hei! Kau akan menyesal!”


Nana tidak mempedulikannya, dia berjalan masuk dengan mudahnya.


Sampai Nana mengerutkan keningnya saat melihat mobil yang tidak asing. Ternyata itu Eve, dan dia baru saja keluar dari dalam rumah. 


“Eve? Kau mau kemana lagi?”


“Nyonya Muda, saya hendak ke rumah sakit.”


“Bagaimana kau masuk dengan mobilmu?”


“Saya lewat gerbang belakang, Nyonya.”


“Oh, benarkah? Tapi tidak apa jika itu dirimu.”


“Ya?” tanya Eve yang bingung.


“Tidak ada, lanjutkan pekerjaanmu,” ucap Nana lalu berlari menuju ke dalam rumah.


Dia naik ke kamarnya, di sana suaminya sedang membaca sesuatu sambil berdiri di pintu kaca penghubung dengan balkon.


Nana penasaran, dia mendekat perlahan supaya tidak mengagetkan sang suami.


“Mas,” panggil Nana. “Tadi ada Mamah Lucille di bawah.”


Sebastian geli mendengarnya. “Gak usah ada embel embel mamah, Yank. Geli dengernya.”

__ADS_1


“Tapi gak aku izinin masuk.”


“Bagus dong.”


“Keliatan dari matanya gak tulus gitu,” ucap Nana yang membuat Sebastian berbalik menatap sang istri.


Semakin lama mengenal sang istri, Sebastian semakin paham. Kalau Nana mudah mengamati perasaan orang lain hanya dengan tatapan matanya saja. oleh karena itu, dia ingin memberitahukan kebenaran ini pada sang istri. Sebastian tidak ingin kehilangan Nana, dia tidak akan mengecewakan sang istri.


“Yank, aku mau ngomong.”


“Kamu lagi ngomong kan ini?” tanya Nana yang membuat Sebastian mengerucutkan bibirnya.


Sebastian duduk, dia merentangkan tangannya meminta sang istri duduk di pangkuannya. Dan Nana menurut, dia duduk di pangkuan sang suami, dia duduk miring dengan salah satu tangan merangkul leher suaminya.


“Kamu tadi tau kenapa Lucille datang ke sini?”


“Mau ketemu sama kamu.”


“Alesannya?”


Dan saat itulah Sebastian mulai menjelaskan semuanya, Nana pendengar yang baik hanya diam dan mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan sang suami.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sebastian kini sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit untuk menjelaskan semuanya, termasuk menjelaskan tentang masa lalunya dengan Lucille. Karena dalam lubuk hatinya, Sebastian tidak ingin Arnold terluka. Apalagi hanya dia yang tersisa sebagai keluarganya.


“Sayang, kamu yakin gak mau ikut?”


“Kamu mau aku ikut?” tanya Nana balik.


Sebastian diam, sebenarnya dia tidak ingin sang istri terlibat dengan permasalahan ini. Apalagi jika nanti bertemu dengan Lucille, Sebastian takut sang istri terluka. 


“Kamu mau aku ikut enggak?” tanya Nana lagi.


“Kamu selesain aja masalah kamu sama papah kamu. Nanti kalau aku ke sana juga malah jadi patung.”

__ADS_1


“Yaudah, kamu di rumah aja ya.”


Nana mengangguk mengerti. Dan saat Sebastian sudah rapi dengan sweater turtleneck dan rambut yang klimis, Nana mendekat dan memeluk pinggang suaminya. Kepalanya mengadah supaya bisa menatap mata sang suami.


Dan itu membuat Sebastian gemas, dia mencubit pipi sang istri. “Kenapa wajahnya gitu?”


“Gitu gimana?” tanya Nana yang sedikit khawatir, apalagi suaminya pasti akan bertemu dengan mantan kekasihnya yang begitu cantik. Nana tidak memungkiri kalau Lucille lebih cantik dari dirinya.


Dan Sebastian pernah memiliki perasaan lebih pada Lucille, Nana khawatir hati snag suami akan goyah.


“Kenapa, Sayang? Hmmm?”


Kemudian terpikir sesuatu di kepala Nana. “Mas langsung pulang ya.”


Sebastian mengangguk. “Oke.”


“Nanti…..”


“Nanti?” Tanya Sebastian bingung.


Dan dengan nakalnya, Nana menyentuh perut Sebastian yang bertekstur.”Nanti malem ditambah dong.”


Sebastian menelan ludahnya kasar. “Kok kamu nakal, Yank?”


"Mau gak nih?"


"kok masih nanya sih?"


Nana tersenyum. "PSBB sama mantan ya."


"Beres."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2