
🌹jangan lupa kasih emak vote ya🌹
🌹selamat membaca, emak sayang kalian🌹
Malam ini, mereka benar benar pergi menaiki kapal pesiar. Nana menatap langit yang bertaburan bintang dengan mata bersinarnya. Dia sangat bahagia dan penuh rasa syukur bisa merasakan perasaan hangat ini.
Sebastian yang membawa sampanye itu mendekat dan ikut duduk bersama sang istri di atap kapal pesiar.
"Mas mau minum alkohol lagi?"
"Ini sampanye, Sayang."
"Mengandung alkohol bukan?"
"Ini akan enak, tidak membuatmu terlalu mabuk," bujuk Sebastian lalu memeluk Nana dengan satu tangan.
"Sayang, apa kau tau kemana kapal pesiar ini akan membawa kita?" tanya Ssbastian dengan senyuman di wajahnya.
"Bukankah dari tadi memutari danau sampai akhirnya berhenti."
"Hei… ," ucap Sebastian. "Itu karena dirimu mengajak ke sini lebih awal, Sayang. Kita harus menunggu tengah malam."
"Untuk apa?" tanya Nana.
"Untuk melihat beberapa hal menakjubkan," ucap Ssbastian lalu membawa Nana berbaring dengan lengannya yang dijadikan bantalan untuk sang istri.
"Kita tunggu beberapa saat lagi ya."
"Untuk apa?"
Sebastian lebih banyak diam, dia menaikan selimut agar istrinya tidak masuk angin.
Nana yang menatap bintang itu mulai mengantuk, dia menguap lebar yang mana membuat Sebastian panik.
"Sayang, belum mulai. Kenapa mengantuk?"
"Apa yang sebenarnya akan terjadi?" tanya Nana penasaran.
Sampai waktunya tiba, kunang kunang keluar dari tempatnya. Mengingat di tempat Sebastian tinggal itu di dominasi oleh pohon yang menjadi rumah bagi kunang kunang.
__ADS_1
Nana yang menyadari bintang bergerak itu berguman, "Itu bukan bintang?"
"Bukan, Sayang. Itu kunang kunang."
"Sejak kapan ada kunang kunang di sini?"
"Mereka biasanya keluar saat udara dalam keadaan bersih. Indah bukan?"
"Aku sangat menyukainya. Kenapa Mas baru memberitahu?"
"Aku menunggu waktu yang tepat," ucap Sebastian mendekat dan hendak mencium istrinya.
Namun sayang, Nana lebih dulu menguap hingga membuat Sebastian terdiam.
"Aku mengantuk, Mas."
Padahal keinginan Sebastian, mereka bercinta di kapal pesiar ini dengan disaksikan bintang dan menatap pemandangan kunang kunang.
"Sayang, ayo coba minum sampanye sebentar."
"Aku tidak mau minum alkohol."
🌹🌹🌹
Nana yang belum terbiasa meminum alkohol itu mabuk dalam hitungan detik.
"Sayang?"
"Lihat kan? Mas bohong, Mas bilang aku gak akan mabuk. Ini apa?" tanya Nana dengan mata yang memejamkan sesekali
Ketika Sebastian mulai mencium leher Nana, perempuan itu mendorong pelan dada suaminya dan bergumam, "No," ucapnya.
"Sayang, aku hanya mencium saja. Oke?"
Nana menggeleng. "Aku ingin tidur di kasur."
"Kalau begitu aku ingin menciummu di kasur."
Nana memberikan gumaman tidak karuan dengan mata yang sesekali terpejam menahan rasa pusing.
__ADS_1
"Ayo ke kamar," rengek Nana minta digendong.
Dan akhirnya, Sebastian menggendong istrinya menuju ke kamar yang ada di kapal pesiar ini.
Saat merasakan kasur empuk, Nana tersenyum tipis karena senang.
"Sayang, ciumannya," ucap Sebastian mulai menciumi leher istrinya.
Nana mulai merasa tidak aman, apalagi tangan suaminya yang masuk ke dalam rok.
"Mas….," rengek Nana yang tidak ingin melakukannya malam ini. Dia hanya ingin tidur.
"Hanya di masukan saja, Sayang. Tidak akan bergerak."
"Mana ad--- hmmmppphhh!" suara Nana terbungkam oleh ciuman bibir.
Dan tangan Sebastian mulai melepaskan celana dalam Nana, tangannya bermain main di sana dengan leluasa. Yang mana membuat Nana kegelian dan gila di saat bersamaan.
Ketika Nana merasakan gesekan benda tumpul, dia yang pusing hendak protes. Namun, Sebastian tetap membungkam mulut sang istri dengan bibirnya.
Saat benda tumpul itu perlahan masuk, Nana mencengram bahu suaminya merasakan benda yang besar itu kembali membuka jalan dan membuat ukurannya melebar.
Ketika Sebastian sudah memasukan semuanya hingga terdengar satu hentakan, baru dia melepaskan ciumannya.
"Mas," rengek Nana.
"Udah kok, dimasukin doang gak akan gerak. Ayo tidur," ucap Sebastian sebagai modus.
Nana mengerutkan keningnya dalam pelukan suaminya. Rasanya aneh ketika benda itu terdiam di sana. Ada rasa geli dan mengganjal di dalam dirinya.
Nana memejamkan matanya setiap dirinya bergerak satu inci saja, membuat kewanitaannya berdenyut tidak tahan didiamkan seperti ini. Apalagi milik Sebastian begitu besar dan kekar.
"Mas….," rengek Nana.
"Kenapa, Sayang?"
"Gerakin aja deh."
🌹🌹🌹
__ADS_1
To be continue