Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Keinginan Nana


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA ANAK ANAK.🌹


Sebastian menghela napasnya dalam saat dia harus pergi menuju ke tempat dirinya akan melakukan pengobatan. Dia berjalan keluar ruangannya, dan membuat Jenni yang ada di sana langsung berdiri seketika dan berkata, “Hari ini ada satu lagi jadwal, Tuan.”


“Ya, aku tahu.”


Jenni mengangguk dan mengikuti dari belakang. 


Yang mana membuat Sebastian membalikan badannya menatap perempuan yang mendatanginya tersebut. “Kenapa kau mengikutiku?”


“Anda mungkin tidak tahu tempatnya.”


“Pakai mobilmu sendiri.”


“Ya, saya memang akan melakukannya.”


“Maksudku kirim lokasinya padaku dan kita akan bertemu di sana.”


“Baik, Tuan.”


Sebastian bukannya terlalu percaya diri, dia hanya selalu menjaga jarak dari wanita manapun mengingat kalau dirinya tidak bisa hidup tanpa Nana.


Dengan menggunakan mobil, Sebastian hendak menuju tempat yang dikirimkan lokasinya oleh Jenni.


Namun dalam perjalanan dia mendapatkan telpon dari sang ayah Arnold, dengan segera Sebastian menolaknya sehingga ayahnya peka kalau dia tidak ingin mengangkat telpon untuk saat ini.

__ADS_1


Arnold yang tidak gampang menyerah itu membuat Sebastian frustasi apalagi dia terus menelpon berulang kali sehingga mengganggu konentrasinya.


Alhasil dia mengangkatnya pada akhirnya.


“Hallo? Dad, aku sedang dalam perjalanan.”


“Baguslah, Daddy akan ke rumahmu.”


“Untuk apa?”


“Tentu saja untuk melihat kediaman barumu, jangan khawatir, Daddy tidak membawa saudaramu.”


“Daddy mau apa? Jangan menggaguku untuk saat ini.”


Arnold berdecak. “Daddy kagum dengan tindakanmu, kau membuat mereka semua bungkam dan menyelesaikan masalah hanya dalam waktu singkat.”


“Maka dari itu cepat ubah perusahaan itu menjadi atas nama diriku.”


Inilah yang Sebastian takutkan, jika anaknya perempuan dan perusahaan itu tidak jatuh ke tangannya. Meskipun dia memiliki bisnis sendiri, tapi Sebastian ingin istri dan anaknya memiliki semuanya. Apalagi jika dirinya memikirkan hal terburuk yang akan terjadi padanya kelak.


“Itu milikku, Mom memberikannya padaku.”


“Ya, tapi dia juga menyerahkannya pada Daddy untuk memastikan kau bahagia.”


“Dan aku bahagia.”


“Belum, sebelum ada anak laki laki.”


“Jangan datang ke rumahku hari ini, Dad. Kumohon beri aku ketenangan, aku belum siap melihat wajahmu yang menyeramkan.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


Nana sengaja pulang agak terlambat dengan Eve mengingat suaminya akan pulang terlambat. Bahkan Nana dan Eve makan diluar. Nana benar benar menikmati kebersamaannya dengan Eve, sambil melihat lihat lingkungan dan kebudayaan baru.


Mereka baru pulang ke rumah saat jam 9 malam, Nana masuk ke dalam rumah sambil tertawa tawa dengan Eve. Membuat Nana bertanya pada salah satu pelayan, “Apakah suamiku belum pulang?”


“Belum, Nyonya.”


“Baiklah. Tolong siapkan makanan untuk dia nantinya.”


“Baik, Nyonya.”


Eve pun menawarkan dengan menanyakan. “Apakah anda ingin mandi air hangat, Nyonya?”


“Ya, tolong siapkan.”


Sambil menunggu air hangat di kamarnya, Nana seperti biasa menunggu di balkon kesukaannya. Dimana dia bisa melihat orang orang itu berjalan ke sana kemari mendatangi pusat pariwisata yang mana membuat Nana mengerutkan keningnya melihat orang orang mulai mabuk saat keluar dari tempat yang seperti tempat pesta.


“Nyonya, air hangatnya sudah siap.”


“Eve, tempat apa itu?”


“Ah…” eve terkejut dengan apa yang ditunjuk oleh Nana. “Itu klab malam.”


“Klab malam? Aku selalu ingin tahu apa isinya.”


“Nyonya ingin ke sana?”


“Sebastian mungkin tidak akan mengizinkan, jadi aku akan ke sana dengannya nanti. Kau hanya perlu menyiapkan pakaian yang pantas untuk pergi ke sana.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2