Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Pertanda Baik


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak🌹


🌹jangan lupa follow igeh emak di : @RedLily123🌹


🌹Emak sayang kalian, selamat membaca anak anak kesayanga emak🌹


Dua bulan berlalu, segalanya terasa begitu cepat. Apalagi mengingat Luke akan menikah dengan Medina, itu sungguh sulit untuk dipercaya.


Pernikahan Luke tinggal beberapa hari lagi, dan Sebastian berencana datang ke sana kembali bersama sang istri sambil melakukan bulan madu untuk yang kedua kalinya.


Ketika sedang melihat lihat berkas, terdengar dering telpon. Itu panggilan internasional dari Luke. Membuat kening Sebastian mengerut.


Dia mengangkat telpon itu.


"Hallo? Tenang saja, aku akan datang ke sana dan tidak mengacaukan apa pun. Kau mau apa hah? Kapal pesiar untuk bulan madu?"


"Tidak, jangan datang ke sini."


"Apa?" Tanya Sebastian yang ikut kaget. "Luke apa kau mabuk?"


"Tidak, jangan datang ke pernikahanku."


"Aku tidak akan mengacaukannya, tenang saja. Aku akan datang dan melihatmu menikahi penyihir itu."


"Aku bilang jagan datang, bodoh. Karena aku juga tidak akan datang."


"Hah?" Tanya Sebastian tidak paham. "Apa maksudmu?"


"Aku akan menghancurkan pernikahanku sendiri. Kau tahu kakekku yang menginginkan ini."


Sebastian tertawa. "Akhirnya kau sadar kalau dia itu adalah penyihir?"


"Ya, dan di sisi lain aku ingin menjaga anakku."

__ADS_1


Sebastian yang tertawa itu terhenti seketika. "Anak? Apa maksudmu?"


"Ingat Rara? Pembantu Medina? Aku tidak sengaja melakukan hal itu…. Dan dia hamil, dia mengandung anakku."


"Apa kau bercanda?"


"Lihat pesan yang aku kirim."


Seketika Sebastian membuka pesan yang dikirim Luke, di sana ada bayi dalam inkubator yang sangat lucu. Dan mirip sekali dengan Luke.


"Kau bercanda bukan?"


"Rara mengalami koma. Dan Kakekku tidak menerimanya, jadi aku menyembunyikannya di desa. Jangan beritahu siapa pun, tapi katakan pada David supaya tidak datang ke pernikahanku. Oke?"


"What?" Tanya Sebastian yang masih kaget.


Saat telpon tertutup, Sebastian kembali memandang foto bayi yang dikirimkan Luke. Betapa miripnya bayi itu dengan Luke.


Dia terlihat sangat tampan. Sebagai tambahan, Luke mengirim pesan susulan yang isinya adalah :


Sebastian menggeleng tidak percaya. "Bagaimana bisa bocah itu mendahuluiku?"


🌹🌹🌹


Seperti biasa, Nana menelpon dengan ayahnya. Dimana dia memberi kabar kalau dirinya akan datang ke sana akhir pekan nanti.


Untuk masalah Lia, dia mendekam di penjara. Lia mendapatkan hukuman sebagai percobaan pembunuhan. 


Dan Rina tidak mempermasalahkannya, apalagi Nana memberikan rasa kasihan dengan meminta pengacara untuk tidak menuntutnya terlalu berat.


Setelah selesai menelpon, Nana turun ke lantai bawah.


"Eve, ayo kita pergi."

__ADS_1


"Baik, Nyonya."


Hari ini Nana meminta Eve mengantarnya menuju ke toko buku untuk membeli bebapa buku bacaan baru.


Namun saat akan melangkah keluar, Nana mencium aroma enak. "Apa yang sedang pelayan masak, Eve?"


"Kacang bawang, sesuai yang anda inginkan, Nyonya."


"Aku ingin memakannya sebentar," ucap Nana melangkah menuju dapur. "Tolong berikan yang sudah dingin padaku."


"Silahkan, Nyonya."


Nana menikmatinya dengan penuh kenikmatan. 


Eve yang melihat Nana memakan itu berlebihan mulai khawatir. "Nyonya, apa anda baik baik saja?"


"Kacang ini terasa sangat enak, Eve. Kau mau?"


"Tidak terima kasih."


Sampai Nana tidak sengaja memakan kacang yang gosong. Dia terdiam seketika.


"Ada apa, Nyonya?"


Nana tidak tahan, dia merasa mual. Membuatnya berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semuanya di sana.


Rasanya sangat pahit hingga membuat Nana mual. Eve segera menyusulnya


"Nyonya, anda baik baik saja?"


Nana terus muntah tanpa mengeluarkan apa pun. Yang mana membuat Eve curiga, apalagi dengan gerak gerik Nana akhir akhir ini.


"Nyonya, anda harus pergi ke dokter kandungan."

__ADS_1


🌹🌹🌹


To be Continue


__ADS_2