Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Sebastian yang Bodoh


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


Sebastian menatap tidak percaya pada sang istri. "Wow, ini apa?"


"Aku hamil."


"Hah?" Tanya Sebastian lalu menatap foto USG di tangannya lagi. Dia masih belum mempercayai hal itu, apalagi dia tidak paham bagaimana cara membaca gambar di tangannya. "Ini?"


"Iya, itu foto USG aku. Ada janin di sana."


"Kok buram ya?" Tanya Sebastian dengan sedikit linglung, terlihat dia masih belum mempercayai apapun sama sekali.


"Emang gini, Mas."


Sebastian langsung melemparkan gambar itu dan memeluk istrinya. Berulang kali Sebastian memberikan ciuman di kening sang istri melepaskan kesenangannya.


"Kamu gak bohong kan?"


"Mas masa yang ginian bohong sih."


Sebastian tersenyum dan membawa Nana berguling ke atas ranjang dan memeluknya erat.


"Lepasin ih, Mas. Aku belum mandi," ucap Nana yang merasa risih.


Apalagi dirinya berkeringat, dia sendiri tidak nyaman dengan dirinya.


"Mas…."


"Aku sayang kamu, Na."


"Aku belum mandi."


"Gak papa, aku tetep sayang kok."


Nana kembali mengeluh merasa tidak enak, apalagi Sebastian sudah wangi dan bersih. "Mas ih, aku belum mandi gak mau dipeluk."


Tapi kenyataannya, Sebastian malah mencium kening sang istri. "Aku sayang kamu segede dosa aku."


"Gede banget ya dosa kamu?"


"Otw dikurangin kok, kalau cinta enggak."


Nana tersenyum.


"Kita keluar yuk."

__ADS_1


"Mau kemana? Kan udah aku tadi sama Eve."


"Kan sama aku belum, Yank."


Nana hendak menolak, tapi melihat raut wajah Sebastian yang memohon dan sangat menginginkannya, dia tidak bisa menolak.


"Yaudah aku mandi dulu."


Sebastian mengangguk dan melepaskan pelukan istrinya.


Saat Nana berada di kamar mandi, Sebastian menelpon pada Oma untuk memberitahukan kabar gembira ini.


"Hallo, Oma? Bagaimana kabar Oma?"


"Apa kau sakit? Tidak biasanya kau menanyakan kabar Oma."


"Oh Oma, ayolah. Aku menyayangi Oma."


"Kau mau apa?"


"Mau nasihat."


Oma terdiam di sana.


"Biasanya kau ingin uang."


"Oma," rengek Sebastian.


"Nana hamil."


"What?! Are you sure?!"


"Kenapa mendadak Inggris?" Gumam Sebastian. "Iya, dia hamil. Baru saja aku tahu. Jadi, bagaimana nasihat untuk aku yang sedang memiliki istri yang sedang hamil?"


"Apa yang dilakukan Nana sekarang?"


"Sedang mandi."


"Mandi sendiri?"


"Oma pikir aku akan mengizinkan orang lain."


"Kau tidak takut dia terjatuh?"


Refleks, Sebastian mengumpat. "Fu*k!"


"Tidak sopan kau bule tua!"


"Oma, I Love You. Bye."

__ADS_1


Kemudian Sebastian masuk ke kamar mandi begitu saja.


"Aaa! Mas mau ngapain?"


"Mau nungguin kamu."


🌹🌹🌹


Malam ini mereka berencana makan di luar. Sebastian menggenggam tangan Nana selama perjalanan, selagi tangan lainnya sedang menyetir.


"Konsentrasi, Mas. Jangan pegang pegang."


"Besok kita ke rumah orangtua kamu mau?"


"Aku udah kasih tau Ayah lewat telpon."


"Yah, gak seru, Sayang. Ke sana sekalian kita liat pembangunannya ya."


Nana ingat, rumah ayahnya masih dalam tahap perbaikan oleh Sebastian.


"Mas?"


"Hmmm?"


"Jangan gede gede."


"Apa?"


"Rumah buat ayah aku, aku gak enak sama kamu. Kamu ngabisin uang buat aku, keluarga aku."


"Kan keluarga kamu juga keluarga aku, Sayang. Masa aku gak boleh ngebahagia-in keluarga aku sendiri?"


"Bukan gitu."


"Emang bener ya."


"Apa?" Tanya Nana.


"Katanya orang hamil pikirannya kemana mana, jangan gitu lah. Kasian bayinya, Sayang."


Nana terdiam, sampai dia sadar dirinya dibawa ke rumah sakit.


"Kita ini mau ngapain?"


"Periksa kehamilan kamu dulu, aku mau liat dalem perut kamu. Foto yang kamu kasih jelek. Kualitasnya 144p."


"Apa?" Tanya Nana.


🌹🌹🌹

__ADS_1


TBC


Maaf pendek, diusahakan up tiap hari.


__ADS_2