Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Season 2 : Tangisan bocah


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


“Daddy nda boleh gitu! Jelek tau ih! Maca Daddy yang ntut Joy yang dibilangin!”


Anak itu tidak henti-hentinya menyalahkan sang Daddy yang membuatnya malu, dimana di sana ada anak-anak lain yang menertawakannya, mau dibawa kemana muka imutnya jika bertemu dengan mereka lagi?


“Joh mah nda mau digendong Daddy agi.”


“Lah ini apa? Kan sedang digendong Daddy,” ucap Sebastian yang dengan sabar menggendong bocah berperut buncit itu, dimana Joy hanya menatapnya dengan tatapan yang tajam.


Sebelum akhirnya dia memeluk leher sang Daddy sambil berucap, “Kan cape udah mam, masa jalan.”


“Yaudah iya, Daddy minta maaf. Joy mah kan lucu kalau kentut juga, lah Daddy kalau kentut malah digebukin orang. Emang Joy mau Daddy digebukin orang?”


Joy akhirnya menggeleng. “Maafin Daddy ya.”


“Yaudah, nanti Joy minta itu ya.”


“Apa?”


“Ya di tas.”


“Inikan kue buat Mommy.”


“Beli agi.”


“Udah ini perutnya udah gede gini.”


“Ih yaudah,” ucap Joy memilih kembali menyangga kepalanya di bahu sang Daddy.


Yang mana membuat batin Sebastian menjerit. Anaknya ini sudar berat, dan malah memeluknya erat, mana lemak pipinya kini terasa mencekik dan membuat bahunya menjadi sangat berat. “Joy, kau benar-benar harus diet.”

__ADS_1


“Anti aja kalau udah gede.”


“Dih, dasar tukang makan,” ucap Sebastian mendaratkan ciuman di pipi sang anak.


Satu kata yag mendeskripsikan Joy, dia itu lucu. Menggemaskan.


Kembali ke tempat sang istri dimana sedang dirawat, ternyata istrinya itu sedang terlelap. Eve memberi isyarat pada dua orang yang baru saja masuk itu kalau majikannya baru saja tertidur.


“Jangan berisik ya, Mommy sedang tidur.”


“Joy juga mau tidul, cama Mommy.”


“Di sofa saja dengan Daddy.”


“Nda au,” ucap Joy memberontak, sampai akhirnya dia turun dari pangkuan daddy nya dan berlari ke arah ranjang sang Mommy.


“Apa nih?” tanya Nana terkejut. “Astaga, mimpi kuda nil.”


“Ini Joy, au tidul.”


“Yaudah sini,” ucap Nana memeluk sang anak erat, yang mana membuat Joy menjulurkan lidahnya pada sang Daddy di sana karena dirinya bisa memeluk mommy nya.


“Baik, Tuan.”


Lalu tidak lama kemudian, Sebastian menyusul Joy dii sana. “Sayang, ingin ikut tidur di sini.”


“Astagaaaa.”


🌹🌹🌹🌹


“Nanti Mike kembali ke asrama?”


“Iya, sekarang hanya menjenguk Kakak iparmu, dan menghibur Joy agar dia tidak sedih. Hibur dia oke?”


“Apa ada Karina di sana?” tanya Michael yang kini berada di kursi penumpang bersama Arnold yang baru saja menjemputnya ke asrama.

__ADS_1


“Jangan memikirkan Karina dulu, bermainlah bersama dengan Joy.:


“Baiklah,” ucap Michael mengerucutkan bibirnya.


Dia focus melihat ke arah luar, dimana di sana ada banyak pepohonan di malam hari. Sementara Arnold menelpon seseorang di sana, memberitahu jika diirinya akan datang bersama dengan Michael. Bisa bisa dia dihabisi oleh cucunya jika tidak mengatakan akan datang bersama dengan Mike, mengingat Joy selalu mempersiapkan penampilan terbaik untuknya Michael.


“Hallo, Bas? Daddy akan ke sana bersama Mike. Ya, Daddy membawanya untuk sehari ini, dia akan kembali besok jadi bisa bermain dengan Joy dahulu.”


Arnold terdiam sesaat menunggu putranya berbicara. “Ya, beritahu saja Joy. Dia pasti suka dan bahagia jika pamannya datang.”


Setelah menutup panggilan, Arnold kembali berkata, “Nanti bermain dengan Joy ya.”


“Oke,” jawab Michael yang lebih tertarik pada pepohonan di luar sana.


Namun, seseuatu tidak berjalan dengan rencana. Saat mereka sampai di rumah sakit dan menaiki lift menuju lantai VVIP, Michael sudah siap untuk menemui Joy di sana.


Ketika pintu lift terbuka, Michael sudah melihat Joy yang berjalan ke arahnya.


“Uncle….,” ucapnya berlari dengan tubuhnya yang gemuk.


Namun, focus Michael beralih pada sosok di belakang sana. Dimana ada Karina yang baru saja keluar dari ruangan inap milik Nana.


“Karina….,” ucap Michael yang memang menyukai Karina, dia berlari melewati Joy yang merentangkan tangannya.


Sontak saja bocah itu terdiam, dia membalikan badan dan menatap daddy nya yang berdiri diambang pintu.


“Kumenangis… membayangkan,” ucap sang Daddy mengejek sebelum akhirnya putrinya itu menangis kencang.


🌹🌹🌹🌹


 


 


TBC

__ADS_1


 


 


__ADS_2