Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Rokok


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote biar tambah semangat ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Terus jangan lupa juga follow igeh emak di : @RedLily123 buat info, soalnya Emak suga bikin story di sana tentang update-an atau pengumuman. Kalau di Group Chat soalnya suka kelelep.🌹


🌹Emak sayang kalian, selamat membaca yak.🌹


Sebastian mengerutkan keningnya mendapat kabar dari Hans tentang keadaan Oma. Mendengar Oma sedang dalam keadaan berduka, Sebastian segera menghubungi David. Sebastian mendapat kabar bahwa Eta sekarang berada di rumah sakit sedang dalam kondisi tidak baik. Dan Sebastian jelas tahu bagaimana Oma dan Eta sangat dekat, bahkan tidak bisa dipisahkan. Hidup Oma seolah bergantung pada Eta.


“Hallo, Bas?” tanya David to the point setelah mengangkat telponnya. “Ada apa?”


“Aku dengar tentang Oma.”


“Baguslah, berarti kau punya telinga.”


“Sialaaan sekali mendapatkan teman sepertimu.”


David malah tertawa terbahak bahak di sana. “Tenanglah, Eta sekarang sudah membaik dan Oma juga kembali ceria.”


Sebastian tetap kesal, dia tidak ingin wanita tua yang menyayanginya itu sakit. “Rawat Oma dengan baik, jika tidak akan aku bawa dia.”


“Aku akan memindahkan rumahnya.”


“Huh?”


“Aku membeli rumah di daerah yang sama sehingga kami berdekatan.”


“Kenapa tidak dilakukan sejak dulu huh?” tanya Sebastian kesal. 


“Kau tahu bagaimana Oma menyukai tempat itu, itu tempat peninggalan Kakek dan ayahku.”


“Rawat dia,” ucap Sebastian. “Aku akan kembali bersama istriku. Awas saja jika aku pulang Oma masih sedih.”


“De⸻”


TUT.


Sebastian menutup telponnya seketika setelah Nana keluar dari kamar. “Udah siap, Yank?”

__ADS_1


Nana mengangguk, “Siapa yang nelpon, Mas?”


“David, pembantu pribadinya Oma jatuh.”


“Ya Tuhan, Eta itu?”


“Iya, tapi sekarang udah mendingan kok.”


“Oh syukurlah,” ucap Nana mengelus dada. “Oma sekarang gimana?”


“Oma baik baik aja kok, yuk jalan jalan.”


Nana mengangguk, dia menggenggam tangan Sebastian saat mereka keluar dari villa dan hendak berjalan jalan kaki di sekitaran pantai sambil mencari makanan.


Iseng iseng, Sebastian ingin menggoda istrinya dengan bertanya, “Sayang?”


“Iya?”


“Masih sakit?”


“Apanya?”


“What the….?”


🌹🌹🌹🌹🌹


Nana awalnya sedikit risih dengan orang orang yang berpakaian seksi di pantai, tapi dia mencoba terbiasa dan mengabaikan mereka mengingat memang seperti inilah budayanya. Nana membaca seputar tempat ini dari internet, jadi setidaknya dia memiliki beberapa informasi.


“Sayang, ayo duduk di sana.”


“Dimana?”


“Ada tempat makan cemilan, kita pesan kelapa muda.”


Nana hanya menurut saat suaminya memesan lalu mengajaknya duduk di bangku. Tempat itu berada di atas pantai sehingga Nana bisa melihat jernihnya air laut.


“Sayang?”

__ADS_1


“Iya?”


Tanpa berkata apa apa lagi, Sebastian memakaikan kacamata pada sang istri yang membuat Nana sedikit kaget.


“Biar mata cantiknya gak kepanasan.”


Nana hanya tersenyum melihat tingkah suaminya, tapi dia yang belum terbiasa itu membuka kembali kacamatanya dan menyimpannya di atas kepala layaknya turis di sini. “Biar mirip bule.”


“Cantik banget sih,” ucap Sebastian gemas dan mencubit pelan pipi istrinya.


“Nanti kita berenang di sana?” tanya Nana sambil menunjuk ke arah pantai yang dikerumuni banyak orang.


“Enggak dong, pantai punya kita itu private.”


“Hah? Private?” tanya Nana yang tidak paham.


“Maksudnya pribadi, Sayang. Jadi nanti gak ada orang.”


“Serius?” tanya Nana.


Karena mereka tadi memang melewati jalan berbeda sehingga tidak melihat sekeliling pantai yang ada di belakang villa.


Sebastian mengangguk lagi. “Nanti sore enak tuh buat berenang.”


Dan kalimat Sebastian tidak dihiraukan karena Nana focus pada pria tua yang merokok, membuat Sebastian melihat ke arah yang sama. “Kenapa, Sayang?”


“Enggak,” ucap Nana mengalihkan perhatian.


“Sayang?”


“Iya?”


“Menurumu bagaimana pria yang merokok di mata perempuan?”


Nana menjawab dengan santai, “Ya perih lah, Mas. Ya kali ngerokok di mata. Lagian yah, ngerokok itu nggak baik untuk kesehatan.”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2