
🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹
🌹Follow ga igeh emak Di : @REDLILY123.🌹
🌹Emak sayang kalian, selamat membaca.🌹
Sebastian datang ke rumah sakit, saat mendekati ke kamar pasien dimana ayahnya di rawat, Sebastian melihat ada Hans yang sedang menunggu di luar kamar. Membuat keningnya berkerut heran dan bertanya, “Apa Lucille ada di dalam?”
“Tidak ada, dia pergi entah kemana.”
“Siapa yang ada di dalam?”
“Hanya Tuan Arnold dan Michael, Tuan.”
“Anak itu ada di sini?” tanya Sebastian terdengar kesal. “Tidak bisakah kau membawanya?”
“Jika itu yang anda inginkan.”
“Tapi kau juga harus tetap di sini.”
“Saya bisa menyuruh Eve untuk membawa Tuan Michael.”
“Oke, suruh dia ke sini, aku tidak mau ke dalam dan bertatapan dengan bocah itu,” ucap Sebastian memilih duduk dulu di luar.
Dia tidak ingin bertemu, bahkan bertatapan mata dengan anak kecil itu. Meskipun Sebastian memang membencinya, tapi terkadang dia juga merasa kasihan apalagi sekarang mendapatkan fakta kalau anak itu tidak lain hanya dijadikan sebagai alat saja.Â
Makhluk itu tidak berdosa, yang salah adalah Lucille. Itu yang ada dalam pikiran Sebastian saat ini. Dia juga tidak ingin anak itu mendengarkan semuanya saat dia menjelaskan.
Tidak berapa lama menunggu, akhirnya Eve datang. Sebastian hanya memberi perintah dengan tangan.
Eve segera masuk. “Selamat sore, Tuan Besar.”
“Eve? Ada apa?”
“Tuan Sebastian sudah ada di luar, beliau ingin bicara berdua dengan anda, biarkan Tuan Michael saya jaga dahulu.”
“Dia sudah tidur, biarkan saja Sebastian masuk,” ucap Arnold sambil mengusap punggung anaknya.
“Saya akan membawanya, Tuan Sebastian ti⸻”
“Tidak bisa, biarkan saja dia masuk dan Michael tetap di sini.”
Dengan berat hati, Eve keluar dari kamar itu.Â
“Kenapa kau tidak membawanya?” tanya Hans.
__ADS_1
“Tuan Michael sedang tidur, saya dilarang mengganggunya.”
Sebastian menatap jam di tangannya, dia tidak punya waktu. Apalagi di rumah Nana sudah menuggu dan memberinya peringatan agar tidak lama lama.
“Baiklah, aku akan masuk. Hans, pastikan tidak ada yang datang atau mengganggu. Jangan ada yang masuk sebelum aku keluar.”
“Baik, Tuan.”
Sebastian akhirnya masuk, dia melihat bagaimana mata bersinar Arnold sedang mengusap punggung Michael. “Lihatlah dia, Bas. Dia hanya mahkluk lemah, kenapa kau membencinya?”
“Apa kau sangat menyayanginya?” tanya Sebastian.
“Tidak ada ayah yang membenci anaknya, kau tahu itu.”
Sebastian menarik napas dalam, tidak mudah baginya memberitahu hal ini.
“Ada apa? Apa yang ingin kau katakan?”
“Ini mungkin akan menyakitkan,” ucap Sebastian memberikan peringatan.
Arnold mengangkat bahunya. “Aku rasa aku terbiasa dengan itu.”
“Aku benar benar serius akan hal ini.”
Dan Sebastian mulai menjelaskannya secara perlahan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Nana manatap jam menunggu kabar dari Sebastian, apalagi sekarang sudah memasuki jam makan malam.
Sambil menunggu, Nana menghubungi ayahnya yang ada di kampong untuk menghilangkan kegelisahan.
Namun saat panggilan terangkat, itu bukan suara sang ayah.
“Hallo?” itu adalah suara ibu tirinya.
“Bu? Mana ayah?”
“Ayah kamu lagi makan, jangan ganggu.”
“Oh, yaudah nanti aku telpon lagi.”
“Udah pulang kamu?”
“Udah?”
__ADS_1
“Suami kamu mana?”
“Ngapain ibu tanya suami Nana?” tanya Nana yang sensitive dengan hal itu.
Tidak boleh ada yang mengganggu suaminya apalagi wanita selain dirinya.
“Suami kamu lagi keluar ya? Makannya gabut nelpon ayah kamu?” tanya Rina di sana.
Nana hanya diam. “Yaudah ya, nanti Nana telpon lagi.”
“Awas loh, suami keluar lama lama, apalagi ini udah malem. Jangan sampai lepas, Na.”
“Dah,” ucap Nana menutup telpon seketika.
Dia menarik napas dalam merasa cemas.
Pelayan di sana yang melihat itu mendekat pada Nana dan bertanya, “Anda baik baik saja, Nyonya?”
“Ah iya.”
“Makan malamnya sudah siap.”
“Aku akan menunggu suamiku.”
“Baik, Nyonya.”
Nana diam kembali, dia mengirim pesan pada Hans untuk menanyakan dimana keberadaan Sebastian.
Dan saat Hans membalas kalau Sebastian sedang merenung sendirian di caffe, Nana memiliki inisiatif sendiri.
Nana naik ke kamarnya, dia membuka pakaian atasnya.
Nana tahu Sebastian sedih, dan dia tidak ingin suaminya merenung dan bersedih sendirian. Jadi dia memancingnya dengan cara ini.
Nana berfoto dengan pose seksi kemudian mengirimkannya pada sang suami.
18. 58 P.M
ME : Jangan sampai lolos.
(foto disensor karena memiliki unsur dewasa🤣)
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
__ADS_1