Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Suara tidak dikenal


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JANGAN LUPA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI YA.🌹


Sebastian menatap bar yang ada dihadapannya, di sinilah dia akan memulai bisnisnya dengan seseorang yang mampu memberikan pengaruh besar. Dia keluar dari mobilnya dan menatap sekitar, dan berharap tidak ada yang mengenalinya di sini.


Namun, sepertinya hari ini adalah hari buruk untuknya. Sebastian melihat sosok yang tidak asing di ujung jalan, dimana sosok itu sedang berhenti bersama rombongan moge lainnya.


Sebastian mendekat, dia harus mengkonfirmasi sesuatu.


“Dad,” ucapnya pada seorang pria yang sedang bercengrama dengan pria lainnya. 


“Bas? Apa yang kau lakukan di sini?”


“Ada yang harus aku lakukan, dan kenapa kau di sini? Bersama rombongan ini?”


“Hei, apa maksudmu dengan rombongan ini?” tanya salah satu premotor itu tidak menyukai nada bicara Sebastian.


Yang mana membuat Arnold mengibaskan tangannya. “Dia akan menjadi ayah, jadi sedikit sensitive.”


“Ah…, pantas saja,” ucapnya tidak lagi menghiraukan mereka.


“Aku mencoba hobby baru.”


“Dan membawa anak itu?” tanya Sebastian sambil menunjuk sosok yang tidak asing dengan matanya.


“Mike, sapa kakakmu,” ucap Arnold.

__ADS_1


“Hallo, Bas.”


“Kenapa dia di sini bersamamu?”


“Karena dia anakku, dia tertarik dengan dunia motor ini. Jadi aku mengajaknya untuk melakukan tur bersama mereka sebelum hari ulang tahunnya.”


“Kau melakukan segalanya untuknya.”


“Oh ayolah, hanya dia yang menemaniku saat sendirian,” ucap Arnold mengusap rambut milik Michael yang sedang memakan ice cream sambil duduk di motor besar itu. “Kudengar usahamu berkembang pesat, sepertinya perusahaan Daddy tidak lagi kau butuhkan, itu hanya usaha kecil bukan?”


“Aku akan mendapatkannya, bagaimanapun caranya. Itu perusahaan milik Mommy juga, dan aku anaknya.”


“Apa Nana tahu kau bekerja di jam ini?” tanya Arnold menatap jam tangannya. Yang mana membuat Sebastian berdehem.


“Ya, dia tahu. Aku pergi.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Ini dini hari, bahkan seharusnya seorang manusia terlelap dengan damai. Tapi kemana sosok yang seharusnya menjaganya itu.


Membuat Nana mengecek kamar mandi, tapi tidak mendapatinya di sana. Membuatnya turun ke lantai bawah dengan kepala yang penuh dengan pertanyaan.


Tidak mendapatkannya di manapun, Nana mengetuk pintu kamar Eve.


“Nyonya? Ada yang bisa aku bantu?”


“Kau melihat Sebastian?”


“Tuan keluar karena ada hal darurat, dia tidak membangunkan anda karena anda sedang terlelap.”

__ADS_1


Nana menarik napasnya dalam. “Tidurlah lagi, maaf membangunkanmu.”


“Anda ingin sesuatu?”


“Bisa buatkan aku teh hangat?”


“Tentu, Nyonya,” ucap Eve segera melakukan apa yang diinginkan oleh sang majikan.


Sambil duduk termenung, Nana berfikir kenapa pergi di jam seperti ini. ini bukan hal biasa.


“Ini teh anda, Nyonya.”


“Terima kasih, kau boleh pergi, Eve. Lanjutkan tidurmu.”


“Sebaiknya anda juga demikian.”


Nana mengangguk dan menikmati kesendiriannya di sana. Dia ingin menunggu Sebastian pulang. Namun, selama jam berputar selama satu jam, tidak ada tanda tanda pria itu akan pulang.


Yang mana membuat Nana khawatir, dia kembali ke kamarnya, membuka ponselnya dan menelpon sang suami.


Panggilan pertama dan kedua tidak diangkat, tapi Nana tidak berhenti mencoba menghubunginya.


Sampai akhirnya…., “Hallo?”


Nana menegang, ini bukan suara suaminya. “Hallo?”


“Maaf, Nyonya. Tuan sedang berbicara dengan koleganya, jadi saya yang mengangkatnya.”


“Baiklah.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2