
🌹JANGAN LUPA BERIKAN EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹MAAF JARANG UPDATE, BANYAK YANG HAJATAN TERMASUK SAUDARI EMAK. JADI EMAK TUH JADI WO DADAKAN. MAAFKAN EMAK YA, SARANGHEOOO YEOROBUN.🌹
Nana berdiri sendirian di balkon depan di lantai dua tempat bersantai, dia terdiam di sana. Mungkin memang benar, dirinya terlalu sensitive dengan semua ini. mungkin dirinya harus lebih menerima keputusan, dan itu keputusan ayahnya.
Nana memejamkan matanya, dia meyakinkan dirinya sendiri sambil berkata, “Tidak apa, ayahku yang menginginkannya, dia memutuskan untuk mengambil jalan itu.”
Nana membiarkan angina membelainya, sinar matahari menghangatinya. Dia butuh kesendirian untuk ketenangan, dan alam selalu punya cara menyembuhkan luka dari hati yang terdalam.
Nana memutuskan untuk berjalan jalan di sekitar rumah, menjelajahi tempat yang lebih sepi. Dan Nana menemukannya, di sebrang danau ada banyak pohon, membuat Nana berjalan mengelilingi danau tanpa diketahui oleh siapapun.
Sampai Nana menyadari seseorang mengikutinya, dia berbalik.
“Hallo, Mike.”
“Hallo, Nana.”
“Kau tahu siapa aku?”
Michael mengangguk. “Kau istri dari Sebastian bukan, dari kakakku?”
Nana mengangguk. “Kenapa kau mengikutiku?”
“Aku hanya sedang berjalan.”
Menatap wajah Michael membuat Nana melihat jelas wajah Lucile di sana, Michael sangat tampan.
“Kemarilah, kau ingin berjalan bersamaku?”
Michael mengangguk dan menggenggam tangan Nana untuk melangkah bersama.
“Apa kau sedang memikirkan sesuatu?” tanya Nana.
“Ya, My Mom.”
“Kau merindukannya?”
“Aku merindukannya setiap saat, tapi aku tahu dia ada di dalam pelukan Tuhan.”
__ADS_1
Nana terkejut bukan main dengan ucapan anak seusia Michael, membuatnya berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka. “Berapa usiamu?”
“Bulan depan akan menjadi delapan.”
“Wow, kau sangat pintar.”
“Terima kasih.”
Saat menggenggam tangan Michael, Nana melihat mata anak itu dan bertanya, “Apa kau bahagia?”
Michael mengangguk. “Ya, Daddy merawatku dengan baik. Dia bilang aku bisa bermain dengan Sebastian jika aku baik.”
“Kenapa kau sangat ingin bermain dengannya? Bukannya dia terlihat tidak menyukaimu?”
“But……, aku tidak punya teman. Daddy pernah berkata kalau saudara adalah sahabat terbaik yang pernah dimiliki.”
“Kapan Daddymu bbercerita hal itu?”
“Saat dia menceritakan saudaranya.”
Nana tertawa, dia memegang perutnya. “Ada bayi di sini, dia akan menjadi keponakanmu. Kau bisa bermain dengannya nanti.”
“Oh entahlah, bagaimana jika perempuan? Apa kau akan kecewa?”
“No, aku akan menjaganya dengan baik.”
Sampai percakapan ringan mereka terhenti saat ada suara, “Sayang, kenapa kau bersamanya?”
🌹🌹🌹🌹
“Bas, dia hanya anak kecil. Kenapa kau sangat sensitive?”
“Aku tidak menyukainya, meskipun ibunya sudah meninggal.”
“Kau seharusnya tidak mengatakan hal buruk seperti itu, dia hanya anak kecil.”
“Aku masih merasa dia adalah ancaman.”
“Dalam hal apa?”
Sebastian terdiam, dia tidak ingin mengatakan apa sebab dirinya merasa kalau Michael adalah ancaman untuknya. Tentu saja Sebastian memiliki ketakutan jika nanti harta warisan perusahaan yang ada di Amerika akan jatuh ke tangan bocah itu.
__ADS_1
Arnold tidak akan berhenti sampai dirinya memberikan cucu laki laki pertama.
“Maaf Sayang, aku agak kesal.”
“Apa yang membuatmu kesal?”
Sebastian terdiam.
“Mas.”
“Maaf, tolong lupakan itu. Dan tentang ayahmu… ayo kita bicarakan hal itu.”
“Aku akan menerima keputusannya, dia ingin tenang di dalam pelukan-Nya. Dia mungkin sudah lelah.”
“Kau akan menyerah?”
“Itu keinginan ayahku.”
Sebastian merasa lega, dia senang dengan Nana yang memiliki kepribadian kembali terbuka.
“Dann untuk masalah Lia…..”
Sebastian diam mendengarkan.
“Bagaimana? Apa kau tetap ingin……?”
“Kalau bisa, aku ingin dia dibebaskan. Tapi…., dulu keputusanku untuk dia dipenjara, dan maaf, Mas… aku agak sensitive akhir akhir ini. seharusnya tidak seperti ini.”
“Sayang, jangan seperti ini.”
“Maukah Mas memeluku?”
Tanpa basa basi, Sebastian melakukannya. Dia memeluk erat, dan Nana membenamkan wajahnya di bahu Sebastian. “Maafkan aku, Mas.”
“Its okay, emosi bisa berubah ubah, tapi jangan lupa kalau kau mencintaiku.”
Nana terkekeh pelan. “Aku sangat merindukanmu, merindukan kedamaian ini. maaf aku egois.”
🌹🌹🌹🌹
TBC
__ADS_1