Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Calon anak


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹


Akhirnya, kini Nana berhadapan dengan Jenni. Dia merasa buruk telah memperlakukan wanita di hadapannya dengan tindakan yang begitu kejam.


"Maaf aku telah menuduhmu yang tidak tidak."


"Tidak apa, Nyonya. Saya paham. Maaf saya tidak memberitahukan hal ini lebih awal."


"Bisa kita berteman?" tanya Nana sambil menjulurkan tangannya meminta dijabat. "Kupikir aku bisa membalas budi dengan menjadi temanmu."


"Ah, tentu saja, Nyonya."


"Tolong panggil aku Nana saja."


"Saya akan melakukannya di luar jadwal bekerja saya, Nyonya. Sekarang ini saya harus pergi untuk mengurus beberapa hal termasuk peralihan nama perusahaan Tuan Arnold."


Mendengar itu, Nana benar benar malu. Dia malu untuk suaminya yang bekerja banting tulang untuk hal ini, padahal dirinya tidak gila harta. Jika saja mereka jatuh miskin, Nana sadar dirinya pintar memasak dan akan memanfaatkan hal itu.


Jenni berdiri dan hendak pergi, tapi sesuatu jatuh membuat Nana memanggilnya kembali. "Jenni, kau menjatuhkan sesuatu."


Jenni berbalik, dan menatap buku bergambar yang terjatuh dari dalam tasnya. Tertulis di sana kalau itu milik seseorang bernama Karina. 


"Ini milik adikmu?"


"Anakku."


"Oh maaf, aku tidak tahu kau…"


"Tidak apa, Nyonya. Saya memilikinya bersama pacar saya sebelumnya. Umurnya 7 tahun, mungkin dia bisa bermain dengan anak anda ketika dia lahir nanti."


"Ide yang bagus, Jenni."


"Saya permisi."

__ADS_1


Nana menghembuskan napasnya lega, akhirnya dia sudah mengatakannya. Dalam urusan orang lain seperti tadi Jenni mengatakan sudah punya anak, Nana memilih untuk diam saja. Toh itu bukan urusannya untuk menghakimi. Seseorang punya kecacatan masing masing. Jika ada sesuatu yang berbeda, maka biarkan saja. Itu yang menjadikan manusia beragam bukan?


"Sayang….," panggil Sebastian dari dalam kamar inapnya.


Membuat Nana bergegas masuk dan menatap sosok yang kini sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit. "Sayang, kau sudah selesai bicaranya?"


Nana mengangguk dan masuk ke dalam pelukan Sebastian di sana, membiarkan sosok itu mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang.


"Kau harus sembuh… harus… tidak akan aku biarkan kau bekerja…. Kau harus sembuh. Oke?"


Sebastian mengangguk dan mencium puncak kepala Nana.


"Jika Mas tidak sembuh, akan aku goreng kepemilikanmu itu."


🌹🌹🌹


Akhirnya, kini perusahaan yang sebelumnya dipegang Arnold sudah beralih atas nama Sebastian. Pria tua itu melakukannya untuk anaknya agar segera sembuh.


Perihal keadaan Sebastian, kini mulai membaik dan tidak memperlihatkan gejala gejala dari penyakitkan tersebut. Apalagi kandungan Nana sudah memasuki usia 8 bulan, tinggal menunggi bulan selanjutnya dan lahirlah putri cantiknya.


Untuk Sebastian memang masih bekerja, tapi dibatasi dan dibantu oleh Hans juga Jenni. 


Hubungan Arnold dan Sebastian juga membaik, hanya saja Sebastian masih belum bisa ramah sepenuhnya pada Michael.


Sambil menunggu, kini Nana menemani sang suami membaca buku di perpustakaan. Nana yang sudah kesulitan duduk di lantai memilih untuk duduk di sofa saja. Sementara suaminya menjadikan sofa itu sandaran.


Tangan Nana mengusap surai Sebastian penuh kasih sayang.


"Mas…"


"Iya?"


"Aku ingin mendiskusikan nama anak kita."


"Nama anak kita?"


Nana mengangguk. "Nama apa yang bagus?"

__ADS_1


"Emmmmm…. Kau sudah punya nama yang disiapkan, Sayang?"


"Aku memikirkan beberapa, aku ingin nama anak ini menjadi sebagai ciri khas dan doa dariku untuknya."


"Coba katakan padaku."


"Joy," ucap Nana malu malu. "Aku ingin anak kita menjadi pembawa kebahagiaan bagi orang lain."


Sebastian tersenyum. Dia merasakan pergerakan dari perut Nana, kemudian menciumnya. "Aku rasa dia setuju."


"Kau juga…. Setuju, Mas?"


"Tentu saja."


"Joy?"


"Pakai nama tengah juga, Sayang."


"Apa?"


"Akan aku pikirkan nanti," ucap Sebastian kemudian menutup buku dan duduk di samping Nana. Dia merangkul istrinya kemudian mencium bibir istrinya dengan tempo pelan. "Aku tidak sabar dengan kehadirannya."


"Hari ini Mike akan datang, bersikaplah baik padanya meskipun dia anak mantan kekasihmu."


"Oh, jangan ingatkan aku. Lebih baik kita cari nama tengah anak kita."


Nana tertawa. "Oke oke."


🌹🌹🌹


To Be Continue


Ada yang mau kasih saran nama tengah Sebastian dan Nana?


Joy…….. Holtzman.


Tolong isi titik titiknya, kalau bisa sama artinya biar emak paham ya dan sebagai doa juga.

__ADS_1


Makasih. Emak sayang kalian.


__ADS_2