Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Berbagai masalah


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


Tidak ingin membebaskan Lia dan membuat Arnold marah dengan tingkah Nana, Sebastian berniat menemui ayah mertuanya pagi ini.


“Aku mau ikut, Mas,” ucap Nana dengan mata bulatnya.


Tangannya melingkar di pinggang suaminya dengan tatapan mengadah. “Mas….., mau ikut.”


“Kamu lagi demam, kan ayah kamu udah baik baik aja sekarang. Nanti kalau udah baikan baru boleh jenguk ayah kamu.”


“Aku mana bisa sembuh kalau kepikiran ayah aku terus.”


“Makannya sembuh biar bisa jenguk dia.”


Nana kembali mengerucutkan bibirnya, yang membuat Sebastian gemas dan mencium bibirnya juga.


“Ih, Mas.”


“Tunggu di rumah ya, kalau kamu udah sehat masa aku gak izinin. Kasihan bayinya, inget sekarang ada nyawa yang harus kita jaga, Sayang,” ucap Sebastian memegang perut istrinya.


Dan Nana tersadar, dia memiliki calon bayi yang harus dia jaga.


“Baik baik di rumah ya.”


Nana mengangguk dan membiarkan Sebastian mencium keningnya cukup lama.


“Hati hati di jalan.”


Sebastian mengangguk dan keluar dari sana, dia berjalan menuju mobil dimana Hans sudah menunggunya.


“Kita ke rumah sakit.”

__ADS_1


“Baik, Tuan.”


Sambil mobil bergerak, Sebastian bertanya, “Bagaimana kabar David dan Luke? Setelah punya masalah masing masing kita jadi jarang bertemu.”


“Tuan Luke mungkin sedang menangani masalahnya terkait dengan Nona Medina.”


“Dia sangat keras kepala, kenapa tidak meminta bantuan padaku dan David?”


“Mungkin dia juga menyedari kalau anda dan Tuan David punya urusan masing masing.”


“Astaga, aku harap natal dan tahun baru ini kita bisa bersama sama dengan mereka.”


“Saya harap juga begitu. Dan, Tuan…. Terkait….”


“Sudah cukup,” ucap Sebastian yang tahu kemana arah pembicaraan berjalan. “Jangan bahas itu, kita akan cari jalan keluarnya.”


“Anda bisa memulai pengobatannya.”


“Itu jauh, aku harus pergi ke luar negara, diam di rumah sakit. Dan Nana?”


“Dia akan menanti anda.”


“Itu lebih baik daripada anda semakin parah dan…..”


“Mati? Kau khawatir aku mati, Hans?” tanya David.


“Ya, sebaiknya diobati.”


“Aku akan pergi, aku akan mengobatinya. Tapi tidak sekarang, Nana masih membutuhkanku.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Sebastian sampai di rumah sakit dimana ayah mertuanya kembali di rawat di sana. Kemarin dia tidak sempat bicara banyak dikarenakan ayah mertuanya harus segera istirahat dan melakukan pengobatan lain.


Sebastian mengetuk pintu sebelum menggesernya dan masuk.

__ADS_1


Di sana ibu mertuanya langsung berdiri. “Nak Sebastian,” ucapnya sambil mendekat. “Ayah mertuamu sangat sulit ibu ajak berobat, dia hanya diam di rumah dan turun ke sawah. Dia tidak mendengarkan, apalagi di sana sangat susah untuk menyewa mobil, mungkin akan lebih baik jika Nak Sebastian memberikan mobil dan juga supirnya?”


Sebastian mengerutkan keningnya. “Saya ingin bicara dengan ayah mertua saya sebentar.”


“Oh, baiklah. Ibu ada di luar jika butuh sesuatu.”


Sebastian mengangguk. Dia mendekat pada ayah mertuanya yang sudah bangun dan sedang menatap kea rah luar jendela dari ranjangnya.


“Pak,” ucap Sebastian menyapa.


“Apa Nana sudah bicara?”


“Mengenai Lia?”


“Ya, bisakah Nak Sebastian membebaskannya? Bukan hanya bapak, tapi nama Nana juga menjadi jelek karena dia memasukan saudarinya sendiri ke penjara.”


“Saya rasa itu setara dengan perbuatannya, Pak. Dia menjalani hukuman yang semestinya.”


“Bapak khawatir tentang omongan mereka yang merendahkan Nana.”


“Jika ucapan mereka mengganggu, bagaimana jika bapak pindah rumah ke rumah kami? Supaya Nana dan saya bisa merawat bapak?”


Ayah mertuanya itu menggeleng. “Tidak, bapak tahu umur bapak tidak lama lagi. Tidak ada yang bisa sembuh total dari kanker, bapak tahu itu. Uangmu sudah habis banyak, bapak sudah siap menghadapi kematian. Bapak ingin meninggal di rumah yang penuh kenangan itu. Tapi satu yang membuat bapak khawatir, mereka yang memandang buruk Nana.”


“Nana tidak akan tinggal di sana, Pak. Jangan khawatir, saya akan menjaganya. Nana tidak akan hidup dengan orang orang sejenis itu,” ucap Sebastian.


“Maka berjanjilah kau akan terus hidup dan menjaga Nana, menjaga anak kalian.”


Sebastian mengangguk. “Saya janji.”


“Dan jangan beritahu Nana, kalau bapak meminta segala pengobatan dihentikan.”


“Bapak melakukannya?”


“Sudah cukup,” ucapnya dengan suara lirih. “Ini sudah waktunya untuk bapak pergi. Tapi kalau bisa, permintaan terakhir bapak adalah memberi Lia kesempatakn kedua.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2