
🌹Jangan lupa kasih emak vote yaaa.🌹
🌹Emak sayang sama kalian, silahkan follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca anak anak.🌹
“Bukan begitu,” ucap Lucille menggeleng saat Arnold memberikan tatapan mengintimidasi.
Biasanya pria tua di depannya ini selalu menurut, tapi sekarang Lucille merasakan aura lain. Dia tidak ingin rahasia masa lalunya dengan Sebastian terbongkar sekarang. Lucille ingin menggunakannya sebagai senjata di waktu yang tepat, tentu saja untuk menghancurkan pernikahan Sebastian dan Nana yang membuatnya muak.
“Kenapa kau begitu pada Sebastian akhir akhir ini?”
“Aku bilang bukan begitu, Sayang. Aku hanya kasihan padanya.”
“Bukannya kau ingin hartanya?”
“Aku memang ingin semua hartamu,” ucap Lucille mengangkat tangannya dan membuat ekspresi seolah dia muak. “Tapi aku juga seorang ibu, aku paham apa yang diinginkan mendiang istrimu. Siapa yang suka kepura puraan?”
Arnold menarik napasnya dalam. “Apa yang kau inginkan?”
“Aku tidak menginginkan apa pun. Kalau kau kesal padaku keluarlah dan temani anak kita.”
“Oke aku minta maaf,” ucap Arnold memegang tangan Lucille dengan tangannya yang keriput, dan melihat itu membuat Lucille bergidik jijik. Tidak terlalu keriput, tapi sudah terlihat kendur. Apalagi usianya kini menginjak 65 tahun sedangkan dirinya masih 30-an.
Arnold mungkin terlihat gagah di mata orang lain, dia masih bugar dengan wajahnya yang masih tampan. Tapi di mata Lucille, dia adalah pria tua yang akan segera mati. Karena yang Lucille inginkan hanyalah uangnya saja.
“Katakan apa yang kau rencanakan.”
__ADS_1
“Bagaimana kalau kita tinggal dulu dengan Sebastian?”
“Kau bercanda? Dia tidak pernah ingin menginjakan kaki di rumah kita, lalu sekarang apa?”
“Kita coba saja dulu,” ucap Lucille. “Kita harus tahu bagaimana mereka bersama.”
Arnold mengangguk angguk saja. “Kita lihat saja nanti, kau istirahat saja.”
“Kau mau kemana hei?”
“Aku akan memanggil dokter, pinggangku sakit lagi.”
“Temani Michael bermain.”
“Dia bersama pengasuh.”
Lucille berdecak kesal. Setelah dia melihat pintu tertutup, Lucille segera mengambil telponnya untuk bermain media social. Namun, dia merasa kaget saat nomor asing menelponnya.
Sampai dia tidak bisa mengelak ketika mendapat pesan dari nomor baru itu yang berisikan, “Aku akan datang jika kau mengelak terus.”
Karena itu, Lucille mengangkat panggilannya.
“Ada apa denganmu, Sialaaan?!”
Pria di dalam telpon itu tertawa. “Aku ingin melihat Michael anakku.”
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
“Nanti kita jalan jalan ya,” ucap Sebastian menatap istrinya yang sedang makan dengan lahap.
Nana hanya mengangguk, dia baru saja selesai mandi dan merasa sangat lapar. Jadi dia makan dengan lahap buatannya.
“Makannya pelan pelan, Sayang.”
“Bumbu di sini aneh aneh, Mas. Namanya juga, untung aku unduh google translate.”
“Pinter,” puji Sebastian mengusap kepala istrinya penuh kasih sayang.
Sebastian membuka mulutnya membiarkan sang istri menyuapinuya. Berbeda dengan David yang selalu ingin mandi bersama sang istri, Sebastian memilih untuk disuapi Nana setiap hari.
Sambil makan, mereka selalu berbincang.
“Bisa berenang gak?”
“Dulu aku sering mandi di kali.”
Sebastian terkejut. “Gak ada yang ngintip kan?”
Nana tertawa. “Waktu kecil, oleg aja kalau aku mandi di kali udah gede.”
“Oh… untung,” gumam Sebastian. “Nanti kita berenang ya.”
“Iya,” ucap Nana. Tapi dia khawatir dengan komunikasinya yang jelek, dia bahkan tidak paham bahasa Inggris. “Tapi aku gak bisa bahasa Inggris, Mas.”
Belajar dari istrinya sendiri, Sebastian membalasnya dengan. “Emang kamu mau ngajak laut berenang pake bahasa Inggris?”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue