Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Bangun


__ADS_3

🔞Warning! Mengandung unsur dewasa. Boleh di skip karena isinya hanya hiburan bagi yang sudah bersuami🔞


Tangan Nana mencengkram bahu suaminya, dia mulai merasa panas dengan ciuman Sebastian di lehernya.


"Mas," guman Nana tidak bisa menahannya.


Sampai akhirnya Sebastian membuka semua pakaian sang istri dan membawanya ke dalam kolam air panas dengan air mengalir yang sudah tersedia di sana.


Nana benar benar malu, dirinya sudah tidak mengenakan pakaian sedangkan suaminya masih tertutupi.


"Huffttt…..," guman Nana saat merasakan hangatnya air menyapu punggungnya.


Saat dia hendak mengatakan sesuatu, Sebastian lebih dulu membungkamnya dengan bibir.


"Hmmppphh…. Mas…. Hmppphhh…"


Nana mulai menggila saat tangan Sebastian meremas dadanya. Nana merasakan dirinya sudah panas, tapi Sebastian tidak kunjung melanjutkan ke tahap selanjutnya.


"Mas….," gumam Nana tidak tahan.


Sampai Sebastian tiba tiba membalik badan Nana hingga membelakangi suaminya.


"Ini mau apa?"


"Mencoba gaya baru, Sayang," ucap Sebastian membiarkan Nana memegang pinggiran kolam.


Tangan Sebastian memalingkan wajah Nana supaya menengok ke arahnya sehingga dia bisa mencium istrinya.


Tangan lain Sebastian membuka celananya dan mengarahkan kejantanannya dari arah belakang.


Dalam tautan ciuman, Nana memejamkan matanya merasakan sensasi baru dengan gaya baru.


"Mas," gumam Nana gelisah.


"Pelan kok, Sayang," ucap Sebastian melepaskan ciumannya sesaat.

__ADS_1


Dia menggesek gesekan kejantanannya di sana sebelum akhirnya mulai memasukanya ke kewanitaan sang istri.


"Akkhhh…" Nana sedikit merasakan perih dengan cara yang seperti ini, dia merasa sesak apalagi kakinya rapat hingga benar benar merasakan kejantanan Sebastian yang membesar.


Nana menunduk karena tidak kuat, membuat Sebastian mencium punggung sang istri kemudian tangannya aktif memegang dadanya.


Ketika Sebastian mulai bergerak, mata Nana memejamkan mata merasakan tubuhnya berguncang.


Rasa pegal dan nikmat bersatu di saat yang bersamaan. Membuat Nana menggigit bibirnya menahan desahan kuat.


Sampai akhirnya Sebastian ikut menunduk, dia berbisik, "Keluarkan, Sayang." sambil menusukan kejantanannya lebih dalam.


"Akkh… tarik keluar, Mas," ucap Nana tidak tahan dengan rasa sesak.


Sebastian tetap membuat Nana terjaga selama satu jam sampai akhirnya istrinya kelelahan dan tertidur dalam keadaan masih belum berpakaian.


Membuat Sebastian ikut terlelap sambil memeluk istrinya itu.


🌹🌹🌹🌹


Nana terbangun saat merasakan lapar, dia membuka mata dan melihat sang suami memejamkan matanya di sampingnya.


Sebastian yang terlelap tidak menyadari istrinya sudah bangun dan membalut dirinya dengan pakaian.


Nana mengusap pinggangnya yang merasa pegal, suaminya mencengkram di sana sebelumnya.


"Aku tidak mau melakukan gaya itu lagi," ucap Nana dengan sedikit kesal.


Nana membuka koper berisi makanan ringan. Dia memakannya sambil menonton TV. Namun karena sudah terbiasa makan nasi, Nana masih merasa lapar.


Dia melangkah menemui sang suami, tangannya mengguncang tubuh Sebastian.


"Mas?"


Tidak ada respon sedikit pun.

__ADS_1


"Mas?" ucap Nana kembali mengguncang tubuhnya.


Masih tidak ada jawaban, membuat Nana mengerucutkan bibirnya kesal.


"Mas ih."


"Hmmmm?"


"Lapar."


"Mau apa?" tanya Sebastian masih dengan mata terpejam.


"Mau makan nasi, bangun napa."


"Sebentar, Sayang. Mas masih pusing. Ada cemilan di sana."


"Gak mau makan cemilan."


"Iya sebentar," ucap Sebastian masih dengan mata terpejam.


Nana kesal luar biasa, tanpa basa basi tangannya merayap ke dalam selimut dan menuruni perut six pack suaminya.


Awalnya Sebastian tersenyum merasakan nikmat, sampai akhirnya Nana tiba tiba meremas kejantanan suaminya.


"Akhh! Sayang!"


"Nah kan bangun, aku laper. Pesennya gimana?"


Sebastian menatap Nana tidak percaya. "Kamu gak bisa bangunin aku kayak gitu."


"Lagian gak bangun bangun."


"Kalau kayak gini mau gimana? Keduanya bangun?"


Tatapan Nana terpaku pada sesuatu di balik selimut. Dia bicara dengan santai,"Nanti aku tidurin lagi. Tapi sekarang aku laper, Mas."

__ADS_1


🌹🌹🌹


To be continue


__ADS_2