
🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹
🌹Follow juga igeh emak di : @REDLILY123.🌹
🌹SElamat membaca, emak sayang kalian oke.🌹
Hans tersenyum puas menggenggam hasil test DNA dari Michael dan pria bernama Steve yang diyakininya adalah ayah kandung dari Michael. Dan sekarang itu terbukti.
Setelah pesawat mendarat, Hans ditugaskan oleh Sebastian untuk memastikan Arnold baik baik saja. Dan sepertinya Lucille telah melihat kedatangannya, itu yang membuat wanita licik itu curiga dan sekarang tidak ada di rumah sakit.
Hasil test tersebut Hans berikan pada Eve untuk diantar ke rumah Sebastian.
Apalagi sang pengasuh segera Hans pulangkan saat pekerjaannya selesai. Hans tidak ingin ada yang terluka, apalagi pria bernama Steve itu adalah mantan narapidana.
“Hans, kenapa kau datang?” tanya Arnold yang terbaring di ranjang ditemani Michael di sampingnya.
“Hallo, Tuan Besar.”
“Aku kira itu hanya candaan.”
“Ya?” tanya Hans tidak paham, dia menutup kembali pintu rumah sakit.
Tidak ada siapapun di dalam ruangan ini kecuali mereka bertiga.
“Aku pikir adalah kebohongan kalau Sebastian pulang lebih cepat.”
“Ah, Tuan Muda ingin menemui anda malam iini. Dia akan datang ke sini, Tuan Sebastian sangat mengkhawatirkan anda.”
Dan Arnold malah tertawa tidak percaya. “Dia akan datang? Katakana saja padanya aku akan pergi lusa, jadi jangan repot repot datang untuk mengusirku.”
“Tidak, Tuan. Tuan Sebastian ingin bicara berdua dengan anda.”
__ADS_1
Arnold terlihat senang. “Baguslah, tapi sayangnya tidak ada yang memegang Michael. Aku dengar pengasuh barunya tiba tiba pergi, dan Lucille entah pergi kemana.”
Hans menatap anak yang duduk di samping Arnold. Dia tahu bagaimana kejamnya pria itu, yang mungkin dia tidak akan memaafkan Lucille dan Michael.
“Apa kau tidak akan pergi?”
“Saya akan berada di sini beberapa saat sampai perawat datang.”
Arnold tersenyum. “Tenanglah, tidak aka nada yang berani berbuat jahat padakku.”
“Tidak apa, Tuan. Saya akan menunggu sampai seseorang kembali.”
Dan ketika Hans sedang menunggu di sana, dia mendapat telpon dari Sebastian. Dia keluar untuk mengangkatnya.
“Hallo, Tuan?”
“Kerja bagus, aku akan datang ke sana. Tolong pastikan ayahku baik baik saja.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Membuat Nana bingung dan bertanya tanya kemana perginya wanita iblis tadi. “Apa kau punya kepribadian ganda?”
“Aku mohon bantu aku, ada yang harus aku bicarakan dengan Sebastian.”
Lucille sebenarnya sudah curiga dengan pengasuh itu, apalagi dia tiba tiba hilang dan sebelumnya dia melihat interaksi antara Hans dan Eve. Ditambah lagi Steve tidak bisa dihubungi, Lucille kalang kabut.
Rencananya, dia ingin memohon pada Sebastian agar menjaga rahasia tentang Michael lalu dia berjanji tidak akan mengganggunya lagi, maupun meminta hartanya. Lucille tidak ingin jatuh miskin lagi.
“Kumohon, aku dimanfaatkan.”
“Tidak bisa,” ucap Nana. “Suamiku tidak bisa diganggu.”
__ADS_1
“Kenapa? Apa dia sedang sibuk?”
“Ya, dia sibuk memikirkanku.”
“Apa?”
Nana masih berdiri dekat gerbang, dia memberi isyarat pada penjaga agar melepaskan Lucille supaya wanita itu mendekat tapi tidak masuk. Mereka berdua hanya terhalang gerbang.
“Aku mohon, aku dimanfaatkan.”
“Huh?” tanya Nana tidak paham.
“Mantan pacarku yang mengendalikanku.”
“Kau kesurupan arwahnya?” tanya Nana.
“Maksudku tindakanku dikendalikan olehnya.”
“Apa yang kau lakukan?”
“Aku berbuat hal jahat, tapi dia yang mengendalikanku. Jadi biarkan aku menemui suamimu untuk menjelaskan.”
“Aku bilang tidak. Coba ceritakan apa yang kau lakukan sehingga harus menemui suamiku."
Lucille frustasi pura pura baik seperti ini. Dia menarik napas dalam kemudian membuat air mata palsu. “Aku bilang aku dimanfaatkan, tidakkah kau paham? Aku selalu dimanfaatkan, rasanya sangat sakit. Hiks… hiks… aku selalu dimanfaatkan oleh orang orang disekitarku. Kenapa? Hiks… hiks….”
Nana mengerutkan keningnya heran. “Kalau kau merasa selalu dimanfaatkan, itu karena orangtuamu selalu berdoa agar kau bermanfaat bagi orang lain.”
“Apa?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE