Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Tertangkap


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak🌹


🌹igeh emak : @RedLily123🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian🌹


"Mas, hari ini Lia mau maen ke sini. Boleh ya?"


"Lia? Saudari kamu?"


"Iya, emang yang mana lagi?"


"Mau ngapain dia?"


"Mau maen," ucap Nana mengulangi lagi sambil memakaikan dasi pada leher sang suami. 


Nana terdiam menunggu jawaban, yang mana Sebastian tetap saja terdiam. Dia mengadahkan kepalanya. "Aku kemaren udah nyuruh dia dateng ke sini."


"Emang gak belajar hari ini?"


"Aku libur dulu, mau nanam sayuran."


Sebastian mengangguk tanda dia mengizinkan. Membuat Nana tersenyum girang.


"Parfume nya?"


"Punya kamu deh," jawab Sebastian.


Memang semenjak menikah dengan Nana, Sebastian suka dengan aroma istrinya. Dia juga merasa tidak masalah jika harus memakai parfume istrinya, Sebastian sangat menyukainya.


Sambil menunggu Nana yang sedang membawa parfume, Sebastian melanglah menuju balkon untuk melihat keluar halaman belakang. Dimana yang tadinya ada taman bunga kini berubah sebagian menjadi kebun sayuran yang belum pernah Sebastian temui sebelumnya. Seperti pakis atau terong berwarna ungu.


Di sini Sebastian merasakan aura pedesaan.


"Astaga," gumam Sebastian. "Taman bungaku."


"Mas, ini parfume nya."


Seperti biasa, Nana menyemprotkannya hingga tercium aroma khas dirinya.


"Gak mau sarapan dulu?"

__ADS_1


"Lagi mau roti kacang di perempatan itu, Yank."


"Seenak gimana sih?"


"Nanti aku beliin ya."


Sebastian seperti biasa merangkup pipi istrinya dan memberikannya ciuman di sana. "Aku berangkat ya."


"Hati hati, Mas."


"Nanti pake baju ijo ya," ucap Sebastian sambil mengedipkan matanya menjahili. "Yang tipis," lanjutnya sambil keluar kamar.


Yang mana membuat Nana menghela napasnya merasakan malu. Dia memegang pipinya yang terasa panas.


Sementara itu, Sebastian menuruni tangga. Dia memberi isyarat pada Eve untuk mendekat.


"Ya, Tuan?"


"Lia akan datang, perhatikan dia. Aku merasakan aura tidak baik."


"Baik, Tuan."


Sebastian mengangguk dan melangkah keluar. Dia juga masih khawatir tentang pria buronan yang tidak lain adalah ayah kandung Michael.


"Hallo, Dad?"


"Bagaimana kabarmu?"


"Baik, ada apa?" tanya Sebastian langsung.


Arnold berdehem. "Apa istrimu sudah mengandung?"


"Ini baru beberapa bulan, kenapa kau membuatku merasa terganggu."


"Aku ingat ucapan Lucille."


"Lucille?" tanya Sebastian kaget. "Dad, kau melihatnya bangkit dari kematian?"


"Sebelum dia mati, dia mencurigai kalau kalian hanya menikah penuh kepura puraan."


"Astaga, kau mempercayai wanita licik itu?"

__ADS_1


"Hanya terpikirkan."


"Tenang saja, akan aku beri kau cucu laki laki. Jangan ganggu aku untuk beberapa bulan."


🌹🌹🌹


Eve terus memperhatikan apa yang dilakukan Nana dan Lia dari lantai dua supaya tidak diketahui sedang memata matai.


Eve curiga dengan gerak gerik Lia yang terlihat sangat khawatir.


"Lia, ini bagus bukan?"


"Ya, waw kau memiliki segalanya di sini."


"Ini untukmu."


"Jam tangan ini? Apa suamimu tidak akan marah?"


"Kenapa dia marah? Ini milikku."


Lia tertawa dan menerimanya. Sambil menunggu masakan matang, keduanya berbincang sambil membuka barang barang Nana yang baru datang. Dan semua ini dari Sebastian.


"Aku rasa supnya sudah matang."


"Biar aku saja," ucap Lia.


Dia memberi isyarat agar Nana tetap diam.


"Baiklah, aku akan membereskan ini."


Lia mendekati dapur, sesuai keinginannya para pelayan disuruh keluar agar tidak mengganggu.


Dan saat Nana sedang sibuk melihat barang barangnya, membuat Lia dengan mudah memasukan cairan bening yang diberikan kekasihnya.


Lia tersenyum sambil mengaduk sup itu.


Namun, saat membalikan badannya alangkah terkejutnya Lia mendapati Eve yang ada di belakangnya.


"Tertangkap kau."


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2