
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JANGAN LUPA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN UNTUK MEMBACA KARYA RECEH EMAK INI YA.🌹
“Jenni?” gumam Nana lagi mendekat.
“Sayang, sejak kapan kau di sana?” tanya Sebastian dengan mencoba untuk tenang, dia mematikan panggilan dan menyimpan ponselnya di meja. “Jaringannya sungguh jelek.”
Nana menerima pelukan sang suami, tidak lupa tangan kekar itu mengusap perutnya yang membuncit.
“Ayo kita periksa bayi mungil kita, aku sudah tidak sabar.”
“Kita juga harus mencari hadiah.”
“Untuk apa?” tanya Sebastian bingung, dia masih mendekap istrinya. Sesekali mengecup puncak kepala wanita yang sudah mengisi kekosongan di hatinya.
Wanita yang sangat berharga hingga membuatnya merasa kembali hidup, Nana adalah dunia bagi Sebastian. Maka dari itu dia akan memberikan yang terbaik untuk wanitanya, dan calon anak anak mereka.
“Untuk Mike,” jawab Nana, dia mendongkangkan kepalanya menatap sang pujaan hati. “Kau tidak melupakannya ‘kan? Anak kecil itu menunggu kedatangan kita.”
Sebastian menghela napas dalam, dia malas menemui ayahnya yang kembali mengibarkan bendera perang. Dimana Arnold hanya akan memberikan hak Sebastian jika anaknya adalah laki laki.
“Hei, Mas…, kenapa melamun?”
“Tidak, aku hanya malas.”
“Oh ayolah, kau mash menganggap bocah itu sebagai saingan?”
__ADS_1
“Bukan begitu, Sayang…., hanya saja….,” ucapannya menggantung, mencari kata yang tepat untuk melanjutkannya.
“Dia tidak punya ibu, ayah kandungnya entah dimana. Jadi…., Tuhan akan menyayangi kita jika mengasihi anak sepertinya.”
Sebastian tersenyum. “Oke, ayo bersiap.”
Keduanya bersiap siap untuk keluar, Sebastian mematikan ponselnya demi menghentikan Jenni kembali menghubunginya. Dia tersadar jika istrinya memberikan tatapan peringatan atas kedekatan mereka berdua.
Dengan memakai mobil Bugatti hitam yang selalu menjadi primadona Sebastian, mereka membelah jalanan.
Dimana sepanjang jalan, Nana hanya menghela napas dalam saat melihat tempat tempat bagus di sekitar tempat tinggal mereka.
“Ada apa, Sayang?”
“Kita sudah lima bulan berada di sini, tapi kita bahkan belum ke tempat itu. Bukankah itu dekat dengan rumah?”
Sebastian menatap tempat yang ditunjuk istrinya. “Sayang, itu klab malam, bar dan casino,” jelas Sebastian saat tangan mungil istrinya menunjuk satu per satu tempat yang diinginkan.
🌹🌹🌹🌹
Nana mengerutkan keningnya saat mobil yang membawanya ternyata berhenti di sebuah rumah sakit yang biasa didatangi oleh Nana untuk memeriksakan kandungannya.
“Mas, kenapa kita ke sini? Bukannya akan mencari hadiah untuk Mike?”
“Aku harus memeriksa calon bayi kita dan ibunya, apakah boleh berjalan jalan seharian?”
Nana terdiam bingung harus menjawab apa, dia keluar dari mobil dan menerima uluran tangan sang suami.
“Aku juga ingin tahu jenis kelaminnya.”
__ADS_1
“Kenapa Mas sangat menginginkannya?”
“Maksudku, Sayang…, bagaimana jika kita salah membeli? Bagaimana jika kita membeli bando sedangkan anak kita laki laki? Aku hanya ingin yang terbaik untuknya.”
Nana tersenyum mendengar penuturan suaminya, kali ini dia akan menurut tanpa berdebat. Toh suaminya juga memiliki andil besar dalam terbentuknya bayi mereka.
Sebastian tidak berhenti menggenggam tangan Nana bahkan ketika mereka sedang menunggu antrian.
“Nyonya Nana dan Tuan Sebastian Holtzman?”
Sebastian segera berdiri mendengar panggilan itu. “Hati hati, Sayang.”
“Hallo, selamat datang, Nyonya. Wah, kandungan anda berkembang dengan sangat baik. Silahkan duduk.”
“Kami ingin mengetahui jenis kelaminnya,” ucap Sebastian.
Membuat Nana tersenyum. “Ya, kami memutuskan untuk mengetahuinya.”
“Wah…, baiklah. Semoga kali ini calon bayinya tidak menyembunyikannya lagi. Silahkan berbaring.”
Sebastian dengan penuh kekhawatiran itu menemani sang istri, menggenggam tangannya dengan mata tetap melihat monitor yang menampilkan Rahim istrinya di dalam.
“Oh… terlihat. Selamat Tuan Holtzman, bayi anda perempuan.”
Dan saat itulah, Sebastian menatap tidak percaya pada monitor di sana.
"Perempuan ya?"
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE