Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Season 2 : Kencan


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


"Sudah mendingan?" Tanya Arnold yang melangkah mendekati Nana yang sedang melipat pakaian bersama dengan Eve di ruangan bermain anak.


"Ya, Daddy akan berangkat?"


"Ya, Daddy harus bertemu seseorang. Bisa titip Mike?"


"Jangan khawatir, kami akan menjaganya," ucap Eve yang sibuk membereskan dan menyusun tempat mainan Joy.


"Kau baik baik saja, Nana?"


"Jangan khawatir, Dad. Aku baik baik saja. Dimana Mike?"


"Kau bisa menebak dia dimana?"


"Di rumah Karina bersama Jenni?"


Arnold mengangguk. "Bocah itu sedang menunggu pacarnya datang. Tidak bisa dipercaya."


Nana hanya tertawa mendengarnya, tanpa menghilangkan fokus dari barang barang di depannya yang sedang dia bereskan. "Tidak apa apa, Dad. Joy juga senang bermain dengan mereka berdua. Apalagi Joy memiliki Daddy nya. Pergilah berangkat."


"Kau ingin sesuatu untuk bayimu?" Tanya sang ayah mertua tidak ingin bayi dalam kandungan menantunya kelaparan.


Nana menggeleng. "Tidak, pergi saja."


"Yakin?"


"Chesee cake."


"Oke, satu chesee cake," ucap Nana yang dibalas satu jempol oleh Arnold.


"Tapi aku mungkin datang saat jam makan malam."


"Tidak apa, Dad. Pergilah."


"Kau seolah mengusirku."

__ADS_1


"Kenapa Daddy tidak kunjung pergi?"


Arnold menelan ludahnya kasar, dia harus kembali mengingat kalau menantunya ini memang memiliki sifat seperti ini.


"Baiklah, bye."


"Hati hati di jalan."


Ya, meskipun Nana memang memiliki sifat yang dingin. Tapi dia selalu memikirkan orang lain jauh di dalam hatinya.


Begitu Arnold pergi, Nana fokus membereskan barang barang putrinya untuk menyambut kedatangannya. 


"Nyonya, biarkan aku saja yang melakukannya."


"Tidak apa, Eve. Bantu aku membuat beberapa makanan kesukaan Joy ya. Dia pasti menginginkan itu karena pamannya bermain dengan Karina."


Eve mengangguk paham. Makanan memang mengalihkan hidup Joy dengan begitu mudahnya.


"Aku membuat daftarnya dan ditempel di kulkas, kau bisa melihatnya."


"Baik, Nyonya."


"Dan hubungi pengasuh Joy untuk tidak memberikannya makanan di luar rumah."


"Baik, Nyonya."


Dan benar saja, dalam beberapa jam kemudian Joy datang dengan riangnya. Dia masuk ke dalam rumah sambil berteriak, "Uncle dimana?!"


"Uncle ada di rumah Aunty Jenni. Joy ingin ke sana?" Tanya Nana yang menyambut kedatangan putrinya dengan menggendongnya. "Mau Mommy antar?"


Bocah itu melingkarkan tangannya di leher sang Mommy. "Di lumah Aunty Jenni?"


"Ya, mau main di sana? Mommy akan membawakan makan siang kalian, sekalian menunggu Karina pulang."


Joy menggeleng. "Au mam di cini aja cama Mommy."


Nana tersenyum. "Oke, lets go."


🌹🌹🌹🌹


Karena Michael tidak datang untuk bermain ke rumah sang Kakak, Joy merasa sedih. Sedari tadi dia hanya mengintip di balik jendela sambil mengembungkan pipinya sesekali. Ini benar benar membuatnya sedikit kesal, apalagi melihat Michael dan Karina yang bermain di halaman rumah Karina.

__ADS_1


Dari kamarnya, Joy bisa melihat Uncle kesayangannya itu terlihat sangat gembira.


Beberapa kali Michael dan Karina datang untuk mengajak Joy bermain, tapi bocah itu menolaknya. Bahkan Karina dan Michael membawakannya makanan, tapi Joy bersikukuh di kamarnya.


Di saat yang bersamaan, Sebastian dalam perjalanan pulang, dia menelpon sang istri.


"Hallo, Sayang?"


"Mas, kau dimana?"


"Diperjalanan. Semuanya sudah siap?"


"Ya, dan anak gadismu tetap berada di kamarnya."


"Aku akan segera sampai. Tolong siapkan jas milikku."


"Tentu."


Menaikan kecepatannya agar lebih cepat sampai di rumah. Begitu mobil memasuki pekarangan, Sebastian langsung keluar. Dimana sang istri sudah menunggunya di sana.


"Hallo, Sayang."


"Segera ganti pakaian dan bujuk anak gadismu."


Sebastian terkekeh dan segera mengganti pakaiannya dengan yang disediakan sang istri. Kemudian berlari menuju kamar sang anak dengan membuka pintu secara kasar.


BRUK!


"DOR!"


"AAAAAAA!"


"HAHHAHA! Ayo ikut dengan Daddy," ucap Sebastian yang menggendong Joy dan membawanya menuju ruang bermain.


"Joy nda au ih! Joy au di ka……," ucapannya terhenti saat melihat apa yang terjadi di sekitarnya. "Ini apa, Dad?"


"Kencan kita, Princess."



🌹🌹🌹

__ADS_1


to be continue


__ADS_2