
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN. 🌹
🌹 MAAF PENDEK YA, EMAK ADA ACARA HARI INI. 🌹
Kembali pada aktivitas semula, Nana kini sudah berada di rumahnya sedang mempersiapkan bekal makan siang untuk dibawa suaminya. Sejak Sebastian mengetahui kehamilannya, pria itu menyuruh pelayan yang tinggal bersamanya selama 24 jam. Termasuk Eve yang kembali dipekerjakan untuk mengurus jadwal belajar Joy dan menyiapkan semua kebutuhannya.
Saat sedang memasak, Nana kaget merasakan lingakaran tangan di pinggangnya.
‘Dipikir setan,’ batinnya menenangkan diri. Semenjak hamil Nana juga mudah kaget.
“Kenapa masak? Bukannya ada pelayan?”
“Bukan berarti aku akan berhenti masak, Mas. aku harus turun tangan sendiri untuk menambah gizimu dan juga gizi Joy.”
Sebastian terkekeh, dia mencium ceruk leher sang istri. “Belum mandi ya?”
“Kenapa emang? Bau?”
“Iya, bau semalem. Jadi mau lagi.”
“Mas ih jangan gitu,” ucap Nana malu malu, yang mana malah membuat Sebastian gemas.
“Itu makan siang buat aku?”
“Iya, aku gak anterin ya. Soalnya Joy sekarang sekolah jadwal siang, jadi Mas yang bawa sendiri.”
“Makasih, Sayang,” ucap sang suami kembali memberikan hadiah kecupan di puncak kepala sang istri. Meskipun malu membawa bekal, tapi Sebastian menghargai sang istri. Dia tidak suka saat semua orang menatapnya heran, tapi dia lebih tidak suka jika istrinya marah padanya. “Mbul mana?”
__ADS_1
“Lagi dimandikan Eve.”
“Aku ke sana ya.”
Nana mengangguk, membiarkan sang suami melihat keadaan anaknya. Dan di sana, Sebastian melihat Joy yang sedang dipakaiakan baju sambil memegang lollipop di tangannya. “Nah, masih pagi udah pegang yang gituan,” ucap Sebastian.
“Aunty Eve yang kacih ih!”
Membuat Eve kaget. “Maaf, Tuan. Hanya ini yang bisa saya lakukan agar Nona mau mandi.”
“Nona Nona, Joy kalau kau ingin dipanggil Nona harus menurut pada Aunty Eve.”
“Panggil Joy aja, bial dapat emam.”
“Emam mulu ah.”
“Au ini ya?” sang anak mengangkat lollipop di tangannya. “Nanti alau gak boleh, Joy angis. Daddy au Joy angis?” anak itu mengancam.
“Sayang, Joy ingin mengatakan sesuatu padamu.”
Seketika Nana berbalik, membuat bocah yang memegang lollipop itu kaget. Otomatis dia menyembunyikan benda itu dibelakang tubuhnya sebelum sang Mommy merebutnya.
“Kenapa?”
“Icu… um…”
Sementara Sebastian melihat pemandangan itu dengan santai sambil minum kopi.
“Kenapa, Joy?”
“Icu, Mom…..”
__ADS_1
“Apa? Mau bilang apa hmm?” tanya Nana lembut. “Apa yang ada dibelakangmu, Joy?”
Saat itu pula bocah itu panic, dia segera mengeluarkannya dari tempat persembunyian. “Uwat Mommy.”
“Woaaah, Lolipop? Dari siapa?”
“Dali Joy buat Mommy.”
“Terima kasih ya, Sayang. kau yang terbaik,” ucap Nana kemudian menyimpannya di lemari dapur yang tinggi.
Yang mana membuat Joy meratapi nasibnya kemudian menatap sang Daddy.
“Kenapa?” tanya Sebastian meledek.
“Joy ati malem tidulin ya peyut Daddy, nakal coalnya. Jewek Daddy, ndak boleh gitu,” ucap bocah itu pelan sambil melihat Daddynya dan menahan tangis.
“Elah permen doang, nanti Daddy beliin Mcdonald, sama bapak Mcdonald nya sekalian.”
Saat itu pula bocah gembul itu senyum dan merentangkan tangannya mendekat pada sang Daddy. “Cayang, Daddy. Ntal malem Joy peyuk ya. Au?”
“Bisa aja, kayak emaknya,” puji Sebastian menggelengkan kepalanya tidak percaya.
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
__ADS_1