Gadis Desa Milik CEO

Gadis Desa Milik CEO
Percakapan ringan


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Follow juga igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


Nana mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan sang suami. Bagaimana masa lalunya dengan Lucille. Namun, satu yang Sebastian yang belum katakan yakni tentang kegilaanya dan kejantanannya yang hanya berdiri pada Nana. Sebastian pikir itu bukan waktu yang tepat untuk dikatakan sekarang ini. Sebastian hanya focus pada permasalahan tentang Arnold, Lucille dan masa lalunya.


“Jadi…., ayahmu tidak tahu tentang masa lalu kalian?”


“Maka dari itu dia terkejut,” ucapnya dengan suara pelan. Sebastian juga takut kalau istrinya menghakimi karena dirinya tidak jujur.


Namun, yang Nana lakukan sungguh berbanding terbalik dari apa yang dipikirkan Sebastian.


“Gak papa, Mas. Semua orang punya cerita masa lalu, yang terpenting kamu merencanakan masa depan denganku,” ucap Nana mencoba menenangkan kekhawatiran sang suami.


“Kamu gak masalah, Yank?”


“Tentang apa?”


“Masa lalu aku itu,” ucap Sebastian dengan suara pelan. “Cerita ceritaku buruk.”


“Yang penting masa depan cerah, uang berlimpah, anak banyak, sama bini cantik ‘kan? Udah jangan khawatir kalau itu tentang aku, aku gak bakalan ninggalin Mas.”


Sebastian tersenyum, dia menarik sang istri untuk duduk di pangkuannya kemudian memberikan ciuman di lehernya dengan pelan. Sebastian sangat beruntung memiliki istri yang begitu pengertian dan menyayanginya.

__ADS_1


“Tapi, Mas…. Aku khawatir tentang Michael.”


Sebastian diam saat itu juga. Saat dia hendak mengatakan sesuatu, ponselnya berbunyi. Sebastian segera melihat isi pesannya.


Namun karena itu dalam bahasa asing, jadi Nana tidak bisa ikut membacanya. Matanya terlihat menyipit bingung, apalagi tatkala melihat tatapan sang suami yang kembali khawatir. “Kenapa, Mas?” tanya Nana.


“Ayahku akan kembali ke Amerika mala mini, bersama Lucille dan Michael. Tapi pesawat mereka terpisah.”


“Lalu bagaimana dengan mantan pacarnya Lucille itu?”


“Karena dia merencanakan pembunuhan, maka polisi sedang mencarinya. Jangan khawatir, dia akan tertangkap dan dikembalikan ke negaranya. Jadi kita tetap aman di sini.”


Nana mengangguk. “Haruskah aku menemui ayahmu?”


“Jangan,” ucap Sebastian spontan. “Dia sedang marah, aku yakin pikirannya sedang tidak berjalan dengan baik. Jadi lebih baik kita cari aman saja.”


Sebastian kembali diam, dia juga belum bisa membaca apa yang akan dilakukan Arnold pada anak kecil itu, apalagi Lucille tidak terlalu memperhatikan dan menyayangi anak itu.


“Kita lihat dulu apa yang akan dilakukan ayahku.”


“Berhenti bersikap dingin padanya oke?” tanya Nana dengan pelan pelan, tangannya mengusap tengkuk sang suami.


Nana memang selalu memiliki cara untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.


“Kasihani dia, dia hanya anak kecil yang tidak tahu apa apa.”

__ADS_1


Sebastian mengangguk pelan, apalagi saat dia mendapatkan ciuman di pipi dari sang istri. Ternyata bukan hanya membuat dirinya kembali hidup, tapi Nana juga membuat hati nuraninya tumbuh.


“Terima kasih untuk semuanya, Sayang.”


“Kenapa berterima kasih? Inilah tujuan pernikahan,” ucap Nana.


Sebastian menarik sang istri ke dalam pelukan, dia memberikan ciuman di puncak kepala sang istri berulang kali.


Mereka berdua sedang menikmati malam di balkon dengan angina dingin yang menyapu, membuat Sebastian memeluk lebih erat.


“Apa kau menginginkan sesuatu, Sayang?”


Nana terdiam. “Tidak ada, selain kesehatan.”


“Tidak ingin perhiasan? Temanku baru saja membuat berlian baru. Aku pikir ada bagusnya jika kita pergi belanja keluar sebentar besok untuk melepaskan penat ini.”


Nana menggeleng. “Kita baru saja berpergian, cukup di rumah saja tidur dan istirahat.”


“Tapi aku ing⸻”


“Tambah dua ronde.”


“Oke kita di rumah.”


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2